Wahai cacat jiwa, tersedak oleh rasa
Lumpuh canda, emosi tak bernyawa
Hidup di keranda, wujud nya tak nyata
Kemana dia?, yang ingin bernostalgia
-jeritmalam #puisimatsany
seen from Colombia
seen from United States
seen from Venezuela
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Chile
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
Wahai cacat jiwa, tersedak oleh rasa
Lumpuh canda, emosi tak bernyawa
Hidup di keranda, wujud nya tak nyata
Kemana dia?, yang ingin bernostalgia
-jeritmalam #puisimatsany
PENA
Sini duduk di sampingku, biar aku beritahu Bahwa jangan pernah berhenti untuk mengajari pena menari setiap malam Sebab, dari situlah sang pena akan mengetahui dalam kesabaran pemiliknya Jangan hanya ajari pena untuk mencintai tinta dan kertas buram Ajari ia juga untuk mencintai malam, hutan, hujan, dan lautan Agar ia tak kaget jika suatu saat diterpa bencana alam Sini duduk di sampingku, biar aku beritahu Sering-seringlah untuk mengenalkan penamu pada Tuhan Agar ia tak gentar pada kesendirian Dan mampu menyelami dunia bernama kesepian Sini duduk di sampingku, biar aku beritahu apa arti kesungguhan Biar aku ceritakan kisah cinta yang menduduki kedalaman relung Tuhan Jangan pernah memarahi tulisan Yang tak pernah cukup dimuat di selembar kotak instagram Karena itu sama halnya kau menyalahkam cintamu yang kebesaran Sini duduk di sampingku, biar aku beritahu Bahwa ketika mereka yang di luar sana tak sempat membaca tulisanmu Biar aku saja yang akan menyempatkan diri untuk bertandang ke akunmu Menonton satu demi satu hasil tarian penamu Yang pasti dengan letih kau melatih mereka Setelah mengajari pena menari Sini duduk di sampingku, biar aku beritahu Bahwa aku ingin kita sama-sama menyaksikan malam memecahkan bulan Lalu menyuguhkan cahayanya pada bintang Malam ini, ketika kau benar-benar duduk di sampingku Aku ingin matamulah yang memecah mataku Biar suaraku yang memecah hujan dan kebisuan Aku senang Sebab kini jemariku tahu ke mana tempat untuk pulang Dan hati tahu ke arah mana akan dilabuhkan Semarang, 04/10/2017 15.00 p.m.
Oleh : @ariyani_jingga