seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from South Korea
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from China

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Russia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Kazakhstan
seen from China
Tau tdk dosa yg lebih besar daripada dosa2 besar seperti berzina, membunuh, dll...
"Yaitu meninggalkan/melalaikan perintah Allah yang wajib"
Banyak org menggiatkan sunnah untuk mengganti yang wajib Keliru ... Yang benar, tunaikan dulu yang wajib baru memperbanyak sunnah... Kita ambil contoh org yg rajin bersedekah tapi tidak menunaikan shalat fardhu...
Orang yang meninggalkan shalat fardhu lebih buruk daripada syaitan. Ingat , Syaitan dilaknat sepanjang zaman dan diusir dari surga, karena tidak mau bersujud pada Adam meski Adam hanya seorang hamba. Nah orang yang meninggalkan shalat fardhu artinya tidak mau bersujud pada Allah, padahal Allah adalah Tuhan... Maka dia lebih dr sombong.
Byk org bergiat dgn bid'ah pdhl blm menyempurnakan yg sunnah. Tahu tidak apa definisi zuhud yang sebenarnya, itu bukan hny perkara dunia melainkan juga agama bermakna hati2 (cukup mengambil apa yang telah Allah wahyukan dan telah Rasul tuntunkan...) yang Demikianlah pengertian Ahlusunnah (Ahli sunnah ... Org2 yg bermurni dgn sunnah)
Kendati demikian perkara fiqh berbeda dgn tauhid qt tdk boleh mengkafir2kan ... Dan mudah mengkultuskan sesat... org2 yg berbeda perkara ibadahnya selama sama2 mentauhidkan Allah. Cukup Allah yang menjadi hakimny.
Teringat tulisan ustadz Salim A Fillah dalam Bukunya "Lapis - Lapis Keberkahan" 👇
Jika setiap apapun yang berbeda dengan kita lalu kita anggap sebagai syubhat, maka akan sulit bagi kita menerima kebenaran yang barangkali datang dari pihak yang kontra . Tak semua masalah yang berbeda dengan kita itu syubhat. Tak ada pula yang menggaransi kita ataupun guru kita selalu dalam kebenaran pada setiap masalah.
Kebenaran itu yang menetapi dalil dan pemahaman salaf. Dan pemahaman salaf itu bukan dimiliki oleh satu atau dua ulama saja.
Imam Asy-Syafi'i dan ulama lainnya telah menyampaikan, bahwa tidak ada satupun ulama yang bisa menguasai As-Sunnah sepenuhnya.
Memahami suatu dalil itu berdasar ijtihad, dan ijtihad bisa benar dan bisa keliru. Artinya, tidak ada ulama yang menguasai semua ilmu dan memiliki kebenaran yang sempurna. Semua memiliki kekurangan dan mungkin kekeliruan.
Jangan karena wawasan kita hanya sampai pada ulama yang kita ikuti saja, kita menganggap yang lain sepenuhnya keliru.
Ya, syubhat diciptakan oleh pikiran kita yang sempit cara berpikirnya. Waspadalah dari sempitnya cara berpikir, karena ia adalah penyakit dalam beragama. Bersikap adil lah, karena itu lebih dekat kepada taqwa (QS. 5 :8).
Menyamakan Cukai Rokok Dengan Rahmat Termasuk Syubhat ?
SURAU.CO – بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ Dunia ini sementara, akhirat abadi. Allah ﷻ berfirman : ‘Kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, sedangkan negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya’ (QS. Al-‘Ankabut: 64). Kalau kita masih sibuk mengejar dunia, lalu kapan kita akan serius menyiapkan akhirat ? “Hemat saya, saya tak berujar kalau penerimaan negara dari…
Hukum Makanan Suguhan Tuan Rumah dengan Penghasilan Haram
A. Pertanyaan Assalamu’alaikum Afwan Ustadz , mau bertanya. Jika kita tahu ada keluarga kita yang penghasilannya haram dan syubhat. Misal dari kerja di pabrik rokok, di bank riba, kerja di pajak, dan atau kurang perhatian dengan cara mencari nafkah dalam hal halal dan haram. Kemudian kita bertamu dan makan makanan mereka. Apakah masih termasuk ikut memakan makanan yang haram? Yang mana daging…
Tazkiyatun Nafsi #5: Penyebab Sakitnya Hati
Artikel berjudul “Penyebab Sakitnya Hati” ini merupakan artikel ke-05 dari serial Tazkiyatun Nafsi yang disarikan dari kitab Tazkiyatun Nufus karya Syaikh Ahmad Farid.
Artikel berjudul “Penyebab Sakitnya Hati” ini merupakan artikel ke-05 dari serial Tazkiyatun Nafsi yang disarikan dari kitab Tazkiyatun Nufus karya Syaikh Ahmad Farid. *** Musibah yang menimpa yang akhirnya menjadi penyebab sakitnya hati ada dua. Yakni musibah syahwat yang merusak niat dan iradah serta musibah syubhat yang merusak ilmu dan i’tiqad. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam…
View On WordPress
indonesiabertauhidofficial Dalil yang melarang musik sangat banyak sekali, dari Al-Qur’an, sunnah, dan ijma‘ ulama. Di antaranya, Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Al-Karim, وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ “Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan “lahwal hadis” untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman: 6) Mayoritas ahli tafsir menafsirkan “lahwal hadis” dalam ayat ini maknanya adalah al-ghina’ (nyanyian). Ini merupakan tafsir Ibnu Abbas, Jabir bin Abdillah, Mujahid, dan Ikrimah. Namun, yang dimaksud nyanyian di sini adalah nyanyian yang diiringi alat musik. Sebagaimana dikatakan oleh Mujahid, عن مجاهد، قال: اللهو: الطبل “Dari Mujahid, ia berkata, ‘Yang dimaksud al lahwu di sini adalah gendang.’” (lihat Tafsir At-Thabari) Al-Imam Ibnu Katsir juga mengatakan, نزلت هذه الآية في الغناء والمزامير “Ayat ini turun terkait dengan nyanyian dan seruling.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir) Sumber: [https://muslim.or.id/68748-syubhat-syubhat-penghalal-musik.html#Syubhat\_Jika\_untuk\_dakwah\_maka\_musik\_dibolehkan](https://muslim.or.id/68748-syubhat-syubhat-penghalal-musik.html#Syubhat_Jika_untuk_dakwah_maka_musik_dibolehkan "") #music #haram #trending #dakwah #islam #sunnah #dakwahsunnah #dakwahtauhid #indonesiabertauhid view all 16 comments (di Banjarmasin) https://www.instagram.com/p/CnoD-9lvcG3/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Hadits No. 6: Hati Adalah Raja
Hadits No. 6: Hati Adalah Raja
Teks Hadits
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ
إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ، لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ
فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ، فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ
وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ،…
View On WordPress