DUA SIFAT TERPUJI
✍🏻 Sa'id bin Abdil Aziz رحمه الله berkata :
"Tidaklah ada kebaikan di kehidupan ini kecuali pada satu dari dua orang. Yaitu orang pendiam tapi faham dan orang yang berbicara lagi bijaksana."
📚 [Siyar Alamin Nubala : 8/36]
seen from China
seen from Russia
seen from United States
seen from China
seen from Sweden
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Philippines
seen from China
seen from Malaysia
seen from Italy

seen from Philippines
seen from China
DUA SIFAT TERPUJI
✍🏻 Sa'id bin Abdil Aziz رحمه الله berkata :
"Tidaklah ada kebaikan di kehidupan ini kecuali pada satu dari dua orang. Yaitu orang pendiam tapi faham dan orang yang berbicara lagi bijaksana."
📚 [Siyar Alamin Nubala : 8/36]
Musibah itu awalnya kelihatan menghancurkanmu, namun sejatinya musibah itu membangun dirimu agar lebih kuat dan kokoh... Pengabaian itu awalnya terasa menyakitkanmu, namun sejatinya pengabaian itu menjadikanmu sadar, siapa yang benar-benar peduli kepadamu dan siapa yang tidak... #faidah #fawaid #pelajaran #ilmu #belajar #faedah #aqidah #ilmiah #abinyasalma #abusalma #catatan #berbagi #hikmah #wisdom #quote #faidahislam #islam (at Wismamas Pondok Cabe) https://www.instagram.com/p/CmYaiK9vFKO/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Kadang tuh, alarm hati kita bunyi kalau kita udah mulai jauh dari Allah.
Pernah ga sih, kamu tiba-tiba sedih pengen nangis tapi ga tau masalahnya apa. Nah, bisa jadi itu alarm hati kita kalau ia sedang butuh siraman rohani. Hatinya gersang karena jauh dari Allah.
Atau pernah ga sih, kamu itu emosian ga jelas. Bawaannya pengen marah-marah. Itu juga salah satunya.
Atau saat kamu mulai biasa-biasa aja saat dengar ayat Qur'an dibacakan. Dan ketika nama Allah disebutkan hati kamu ga ngerespon apa-apa. Hmm bisa dipastikan hati kamu sedang ngasih alarm kalau ia itu mulai jauh dari Rabbnya.
Jadi, gimana dong kak?
Biar futurnya ga keterusan, kita harus sadari dulu dalam hati bahwa saat itu kita emang sedang jauh dari Allah. Karena kalau ga sadar, ya ga tau apa yang harus diperbaiki.
Kalau udah menyadari hal itu, nah mulai deh PAKSAKAN diri untuk dekat lagi sama Allah.
Pertama, curhat dulu. "ya Allah, kok belakangan ini aku ngerasa jauh dariMu ya? apa yang salah dengan diri aku? tolong bantu aku untuk semangat ibadah lagi ya"
Setelah doa atau curhat, kita harus dan wajib banget PAKSAKAN DIRI untuk sholat tepat waktu melawan hawa nafsu. Berusaha untuk khusyuk itu juga perlu.
Itu kalau ga dipaksain, susah bro.
Kemudian, kita harus memaksakan diri untuk membaca Alquran. ingat ya,harus di paksakan. Kalau kemarin biasanya 1 juz tiap hari, kalau lagi futur, gpp setengah juz.
Jangan sampai bacaan Qur'an nya hilang sama sekali. Karena itu bisa jadi jalan syaiton untuk menguasai diri kita. :(
Hmm, Iblis pasti senang banget lihat kita kayak gitu. Biar punya teman di neraka :(
Setelah sholat dan berdoa, kamu juga bisa paksakan diri untuk dengan ceramah minimal satu kali sehari. Untuk nambah ilmu. Karena seiring bertambahnya ilmu, insya Allah akan nambah iman juga.
Dan satu lagi nih yang ga kalah penting. Yaitu bergaul dengan teman-teman yang sholeh. Ini wajib banget sih kalau menurut aku. Biar ada yang ingetin dan nguatin kalau lagi futur. Manfaat teman Sholeh itu luar biasa. Energinya bisa ngalir ke kita yang sedang lemah imannya. Jadi, walaupun lagi ngedrop, insya Allah masih tetap on the track. Dan tentu saja akan lebih cepat pulihnya setelah futur melanda.
Hmm, sekarang udah tau kan harus ngapain kalau lagi malas ibadah?!
Bismillah. Aneh tapi nyata. Para suami jaman sekarang seakan akan sudah hilang, sudah dicabut rasa cemburunya. Istri buka aurat, ga marah. Istri tebar pesona di medsos, ga di tegur. Atau malah bangga istrinya di puji lelaki lain karena kecantikannya ?? Lahaula wala quwala illa billah. Jangan sampai kalian para suami masuk ke dalam ancaman Allah Ta'ala sebagai lelaki "Dayyuts".
Faedah Silaturahmi Part 1
Ceritanya kami lagi butuh "media" untuk bahan dasar Kultur Jaringan. Bahan ini diproduksi di Jerman. Adapun salah satu negara yang memasarkannya adalah Singapura.
Tentu saja, untuk ke Jerman atau Singapura butuh biaya yang gede. Kami nggak punya dana sebesar itu lah. Jika pake jasa pengirimanpun kurang aman. Karena bahan yang kami perlukan harus dalam kondisi dingin/beku.
Singkat cerita, kami punya petani binaan "online", ternyata dia adalah salah seorang pejabat di Bursa Efek Jakarta. Silaturrahmi kami dengan beliau begitu erat, segala keluhan dan masalah dikebunnya, kami layani dengan intens--tapi tetap santai.
Setelah sekian lama menjalin hubungan silaturrahmi, meski hanya secara online, beliau banyak cerita. Begitu pun dengan kami. Ternyata beliau punya jaringan di Singapura. Tapi nggak aneh sih, secara, dia kan pejabat di Bursa Efek.
Nah, dari jaringan yang beliau punya itu, kami bisa mendapatkan "media" Kultur Jaringan yang cukup langka di negara tercinta ini. Media langsung di kirim dari Singapura. Wah, mantap kan?
***
Awalnya kami memang janjian di Jakarta. Tapi beliau meminta kami melihat dulu kondisi kebunnya di daerah Jonggol, Bogor. Jadi, kita beralih ketemuan di Bogor.
Beliau bilang, cuma punya kebun 400 meter persegi. Lha, aku fikir, ngapain jauh-jauh punya kebun di Bogor kalo kebunnya kecil? Sedangkan beliaunya tinggal di Jakarta?
Nah. Pas sampai di lokasi, benar kan, kebunnya bukan main. Luasnya hampir 7.000 meter persegi. Banyak tanaman buah, hawanya sejuk, ada villanya. Yang nggak ada, cuma sinyal tsel. Jadi yaa, nggak bisa komunikasi sama dia. Haha
Kami keliling kebun, mengecek pH tanah. Ternyata memang tanahnya agak kurang normal sehingga tanaman buah di kebun tersebut hasilnya kurang maksimal. Akhirnya, kami berikan beberapa resep pupuk organik untuk menormalkan pH tanah dan beberapa resep untuk merangsang tumbuhnya bunga.
Sebenarnya sih, kami pingin berlama-lama disini. Tapi karena kami salah jalan, sampai di kebun malah sudah sore. Sudah mau gelap pula. Walhasil kami agendakan ulang untuk berkunjung lagi nanti.
***
Ini bukan kali pertama keajaiban dari silaturrahmi yang kami rasakan. Sudah sangat yakin, kenapa agamaku menganjurkan bersilaturahmi. Ternyata memang banyak sekali manfaatnya.
Eitss, silaturrahmi mah jangan pandang agama juga sih. Ini kami juga silaturrahmi sama Non Muslim kok. Dan fine-fine saja. :)
-aasholah-
Cikijing, 29 Juli 2018.
komunikasi yang perlu diperbaiki
bismillah. sesekali judulnya agak serius dikit. lol jadi judul itu lahir akibat alhamdulillah saya dikasih kesempatan Allah untuk bisa hadir di seminar bu Elly Risman, di masjid Salahudin, jamnya pas jam pulang cari receh. hamdalah. seminar itu diberi judul, membangun komunikasi keluarga. ibu bilang, harusnya pada kelas kelas seminar yang beliau adakan di Jakarta kelas ini punya durasi 3-4 jam…
View On WordPress
Di atas pohon masih ada langit lebih tinggi. Di atas langit masih ada Yang Maha Tinggi. 🌈 . . Lah terus apa faedahnya itu rasa tinggi di hati mu?🙊
Jika kau dikendalikan oleh emosimu, maka kau adalah budaknya dan sejatinya kau adalah orang yang lemah meski fisikmu kuat. Namun, jika kau yang mengendalikan emosimu, maka kau adalah tuannya dan kau adalah orang yang benar² kuat. Nabî ﷺ bersabda : ليس الشديد بالصُّرَعة، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب. "Kekuatan itu bukanlah diukur dengan bergulat. Namun kekuatan itu adalah bagi orang yang mampu meregulasi dirinya saat sedang murka."[Muttafaq alayhi] #faidah #fawaid #pelajaran #ilmu #belajar #faedah #aqidah #ilmiah #abinyasalma #abusalma #catatan #berbagi #hikmah #wisdom #quote #faidahislam #islam (at Wismamas Pondok Cabe) https://www.instagram.com/p/CoEq4SvvIl4/?igshid=NGJjMDIxMWI=