seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Yemen
seen from United States
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Australia

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Netherlands
seen from United States
TAK INGIN LAGI
Satu untai puisi dibacakan
pada malam Puan yang sendu
perkosa —mengoyak sukma
sampai habis kesempatan bagi hidup
untuk menjaga— hingga tak tersisa.
Puan berdoa
meminta pada Yang Maha Segala
untuk segera sembuhkan sakit
yang ia sebut sebagai kehidupan.
Puan tak lagi sanggup
menopang segala jenis caci
dari orang-orang yang mengaku suci.
Puan pun enggan
menerima segala kepalsuan
yang kata teman
adalah kasih sayang
bagi siapa saja yang rentan.
Puan kini mati,
enggan hidup sang hati
barang satu kali lagi.
— Bandung, A.
BUKAN PEDIHKU
Dalam tubuhmu, bersimbah sajak lama yang lelah
berkeringat, dihabisi masa yang enggan membunuh
dengan mudah.
Untaian kata saling menyapa;
kau dan aku. Kita di dua lembar yang saling ujung.
Dan reruntuhan rumah yang nestapa
meronta minta dibangun lagi
tapi kini, mana bisa?
Aku membangun atas dasar cinta
beda dengan pekerja yang mencari harga.
Rapuh lalu hilang.
Kali ini bukan tentang aku
tidak ada pedih yang kusesali.
Sajak ini adalah tentang hancurnya engkau
pada hari-hari dimana aku tak peduli.
— Bandung, A.
The Otaku Moroccan