Kamu adalah kerelaan, yang aku lakukan berulang kali.
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from India

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Panama

seen from Maldives
seen from United States

seen from United States
seen from United States
Kamu adalah kerelaan, yang aku lakukan berulang kali.
hari ini dan kemarin aku senang sekali.
Saya kira, kerja keras ini tidak membuahkan apa-apa.
Lelah, ingin rasa menyerah.
“Tidak hari ini,” kata saya kepada diri setiap harinya.
Saya pikir, Tuhan tidak melihat saya di antara orang-orang yang lebih berkenan di hadapan-Nya.
Saya rasa, saya tidak layak mendapat kasih-Nya.
Tetapi Tuhan mengasihi saya tanpa perlu apa-apa.
Tanpa kata ‘jika’, tanpa kata ‘tapi’.
Maka hari ini saya bersyukur lagi,
Meski dunia masih tidak sempurna,
Meski dunia semakin menunjukkan marahnya,
Saya tetap bahagia,
Karena Tuhan melihat saya, walau jutaan bintang lain bersinar lebih terang.
Tuhan juga melihat kita semua, meski kerlip kita memudar dan hampir terbenam.
Cahaya kita juga dari-Nya yang abadi,
Maka Ia tahu, kalau kita masih sanggup.
“Satu hari lagi,” kata saya setiap harinya.
#16 Tidak Percaya Diri
Kadang rasa tak percaya diri itu sering kali mampir menyapa.
"Aku tidak sekuat itu Ya Allah..."
"Kenapa harus aku Ya Allah..."
"Ya Allah udah lah aku capek..."
Dan berbagai pertanyaan juga keluh yang tak mampu lagi terbendung.
Ambyar... meluluhlantahkan pertahanan diri.
Entah tangis yang akhirnya pecah, atau rengekkan yang tak mampu lagi dicegah.
Ya.. kadang beban memang begitu berat, seringkali kita merasa tak kuat.
Rasanya ingin enyah, ingin hangus, ingin menghilang dari bumi.
Bahkan meski hanya sekedar terlelap dalam mimpi untuk melupakan beban itu, rasanya tak apa.
Entahlah...
Apakah kita yang memang selemah itu, atau memang alibi klise agar tak lagi merasakan kelu.
Padahal jika kita tak lupa, sebenarnya tak ada yang benar-benar kebetulan didunia ini.
Bahkan daun yang jatuh saja punya takdir yang tak sederhana, Allah merencanakan itu dengan sangat seksama.
Lalu apa kabar hidup kita? mungkinkah Allah menyia-nyiakan dan tak pernah memedulikan? Apakah Allah lupa bahwa kita tengah merasa sesak dengan kehidupan yang sedang kita perjuangkan?
Ah kurasa tidak.
Allah itu Agung, Maha Tahu segalanya.
Segalanya begitu kecil untuk-Nya. Jangankan mengurus diri kita seorang. Mengurus seisi jagat raya saja Allah mampu, sangat mudah bagi-Nya.
Jadi mungkinkah hidup kita hanya mengalir tanpa pernah dirancang dengan ke Maha Bijaksanaan-Nya?.
Kurasa tidak, sungguh.
Mungkin kita yang terlalu sok tahu, sok berprasangka, sok mengada-ada.
Ya...
Aku sendiripun masih sering terjebak dalam dilema.
Bahwa aku tak percaya diri jika aku mampu melewati banyak hal yang terjadi.
Aku merasa sungguh tak sekuat itu, tak pantas.
Bahkan seringkali aku terdiam karena tak mengerti kenapa jalan hidupku begini, ingin rasanya lari dan melupakan diri sendiri, lebih tepatnya beban diri sendiri.
Ya... mungkin aku masih terlalu jahil untuk memahami tiap pola yang ada dikisah hidupku, tentang banyaknya perjalanan yang sudah kulewati.
Satu hal yang pasti adalah, ketika Allah izinkan semua hal terjadi, maka itulah yang terbaik untukku, meski aku merasa tak mampu, meski semuanya terasa ambigu.
Pun sama dengan beban dan masalah yang hari ini kita jalani.
Allah tahu kita mampu, sebenarnya kita bisa.
Mungkin kita terlalu merasa rendah diri, merasa tak percaya diri.
Ah, jangan terlalu merasa...
Karena segalanya memang tak harus soal "merasa".
Karena banyak hal-hal yang pada kenyataannya tak sama dengan apa yang kita rasa.
Ya... cuma perasaan kita saja.
Barangkali memang begitu.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).
Ditulis di malam ke delapan belas Syawwal 1441 H
Cilacap, 9 Juni 2020 (23.47)
Setelah kamu pergi aku selalu meminta waktu malam lebih lama dari biasanya, karena aku takut tak sanggup melewati esok pagi yang tanpa kamu.
- R
TAK INGIN LAGI
Satu untai puisi dibacakan
pada malam Puan yang sendu
perkosa —mengoyak sukma
sampai habis kesempatan bagi hidup
untuk menjaga— hingga tak tersisa.
Puan berdoa
meminta pada Yang Maha Segala
untuk segera sembuhkan sakit
yang ia sebut sebagai kehidupan.
Puan tak lagi sanggup
menopang segala jenis caci
dari orang-orang yang mengaku suci.
Puan pun enggan
menerima segala kepalsuan
yang kata teman
adalah kasih sayang
bagi siapa saja yang rentan.
Puan kini mati,
enggan hidup sang hati
barang satu kali lagi.
— Bandung, A.
Puisi Sanggupkah Aku Meraih Mimpi Indahku
#9 Lemah Tapi Kuat
Ada ujiannya masing-masing
Berbeda, tak bisa disamakan
Sesuai porsi yang kita miliki
Ringan berat, tergantung bagaimana menyikapi
Pada hakikatnya sama, adil merata
Tak ada beban yang diberi tanpa kekuatan sepadan
Meski rasanya kita tak pantas, meski rasanya begitu berat dan keras
Allah tahu kekuatan kita, Allah lebih tahu kebaikan untuk tiap hamba-Nya
Kadang kita merasa lemah, padahal menurut Allah kita kuat melewatinya
Meski kita tak percaya diri, meski rasanya melelahkan sekali
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286).
Ditulis dimalam ke sepuluh bulan Syawwal 1441 H
Cilacap, 2 Juni 2020 (22.21)
VW Caddy 2021 Makin Sanggup Angkut Barang
VW Caddy 2021 Makin Sanggup Angkut Barang
[ad_1]
Hadir sebagai armada niaga ringan yang sukses di Eropa membuat Volkswagen (VW) Commerical Vehicles Division menyegarkan tampilan dan fitur dari van mereka, Caddy.
Bocoran foto Caddy versi 2021 pun sudah tersebar di media pekan ini. Dilansir Autoevolution, Caddy 2021 akan dirilis pada ajang Geneva Motor Show 2020 bulan depan di Jenewa, Swiss. Ini merupakan generasi ke-4 dari keluarga…
View On WordPress