"Memperlakukan manusia dengan benar jauh lebih bermakna daripada mengumbar ayat ayat suci yang tak pernah hidup dalam perilakumu."
Noah Kahan
wallacepolsom
Show & Tell

#extradirty

Kiana Khansmith
macklin celebrini has autism

shark vs the universe
Three Goblin Art

Kaledo Art
Lint Roller? I Barely Know Her
art blog(derogatory)

tannertan36
Stranger Things

⁂
Xuebing Du

@theartofmadeline

blake kathryn
tumblr dot com
h

❣ Chile in a Photography ❣
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States

seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Switzerland

seen from United Kingdom
seen from South Korea
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Singapore

seen from United States
@aqilayunisha
"Memperlakukan manusia dengan benar jauh lebih bermakna daripada mengumbar ayat ayat suci yang tak pernah hidup dalam perilakumu."
202/366
Dari orang yang paling aku butuhkan, aku belajar untuk tidak membutuhkan siapapun.
Dari orang yang paling aku harapkan, aku belajar untuk tidak mengharapkan apapun dari siapapun.
Dari orang yang paling aku percaya, aku belajar untuk lebih berhati-hati dalam prasangka.
Dari orang yang paling aku cinta, aku belajar bahwa cinta bukanlah segalanya.
-Na, 21th
Mereka yang memperbaiki hubungan dengan Allah, sebenarnya sedang memperbaiki keseluruhan hidupnya.
Jumat, 18 Oktober 2024
👩🏻: "Kamu punya desain interior rumah yg kamu mau?"
🧑🏻: "Ada. Aku mau rumah yg ada kamunya. Yang kamu nyaman di dalamnya. Yang kita bisa menjadi tua bersama, meski hanya selalu berdua, tak apa. Aku rela."
Sekali lagi, ini tentang sebuah ketenangan.
nyari yang sama-sama suka tenang itu penting. Kayak, "oh iya aku nggak boleh begini, nanti dia sakit hati, nanti bikin dia tidak bisa tenang."
Sebab ketenangan adalah hal yang membahagiakan dalam kehidupan berumah tangga. kehidupan yang tenang akan membuat orang-orang didalamnya bisa bertumbuh bersama-sama dalam kebaikan..
Satu sama lain akan mengupayakan dan menghadirkan rasa tenang untuk pasangannya. dan menurutku ini penting. berapa banyak orang yang saling mencintai namun gagal untuk saling memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi satu sama lainnya. dan akhirnya mereka mencari ketenangan itu disudut manapun yang akhirnya membuat keduanya saling menyakiti pada akhirnya.
Rasa cinta akan hadir dan terus bertumbuh bila keduanya memahami dan mengupayakan untuk menghadirkan rasa tenang bagi satu sama lain. bukankah rumah dikatakan tempat pulang sebab didalamnya kita menemukan sebuah ketenangan?
jika rumah bukanlah tempat paling nyaman dan tenang untuk pulang. maka harus kemana lagi ia akan berlabuh? dan rasa tenang itu hadirnya ada diantara rasa syukur sebab Allaah mempertemukan dua orang yang sebelumnya asing menjadi pasangan untuk melengkapi satu sama lain. rasa syukur akan hadirnya seseorang yang membuat kita akan mengupayakan kebahagian dan ketenangan untuk orang yang kita cintai.
itulah mengapa Rasulullaah Shallaahu 'alaihu wasalam selalu ditenangkan oleh Khadijah radhilyallahu anha saat-saat Rasulullaah mengalami masa sulit dan genting dalam hidupnya. ibunda Khadijah tidak pernah bertanya mengapa begini mengapa begitu. yang beliau lakukan adalah memberikan yang terbaik untuk Rasullaah, menenangkan Rasulullaah yang dalam kondisi ketakutan ketika menerima Wahyu pertamanya.
rasa tenang itu perlu diupayakan, dengan jalan satu sama lain memohon kepada Allaah agar dikarunia hati yang cukup..
jadilah rumah yang memberikan ketenangan untuk seseorang. yang didalamnya kamu akan melihat orang-orang yang kau cintai bertumbuh tanpa rasa khawatir. jadilah rumah tenang dan nyaman untuk seseorang yang kau cintai.
yach.. i'll be your home, dear...
Rumahku hilang.
"Gapapa, Kita ini Hanya Manusia Biasa Kok..."
Kita hanya manusia biasa. Jika dalam satu hari kesedihan datang melanda, maka biarkan saja ia singgah. Atau kegagalan yang mendera, biarkan saja, biarkan raga ini sekali lagi merasakannya. Pun rasa kehilangan, kecewa, dan lain sebagainya, biarkan, sekali lagi tidak apa-apa. Gapapa, kita ini hanya manusia biasa kok.
Bukan hal bijak juga jika kita terus menerus memaksa untuk selalu tampil sempurna. Orang lain mungkin tidak selamanya peduli atas apa yang kita buat maupun ucap. Beberapa menit setelahnya mungkin tidak satupun dari kita mereka ingat. Tetapi, anehnya justru kita malah yang paling sibuk memikirkannya.
Disisi lain, ada diri kita yang tidak pernah berkhianat terhadap usaha-usaha kita, terhadap rasa sedih maupun kecewa kita, dia selalu hadir dalam keadaan kita suka maupun duka, tapi adanya seringkali terlupa. Acuh terhadapnya. Seolah suka dukanya bukan hal penting dalam hidup kita.
Mulai hari ini, detik ini, lebih peka terhadap diri sendiri ya. Mulai lebih peduli. Jika, kamu ingin berbuat baik kepada banyak orang, pastikan diri kamu ada di urutan pertama dulu oke? Semangat untuk siapapun yang hari ini tengah berjuang dari keterpurukan. Kamu masih kuat, kan? (:
Kata Gus Baha:
"Ditakdir Allah sholat, bisa sujud itu keren. Sebab bayangkan kayak apa malunya kita di hadapan Allah kelak kalau dulu selama di Bumi nggak pernah bersujud."
Terkadang menyederhanakan ekspektasi bukan hal yang buruk kok. Bukan untuk menyerah begitu saja akan keadaan, melainkan mencoba untuk memberi pesan kepada diri bahwa yang kita upayakan sejauh ini udah cukup.
Syukuri pada setiap capaian yang telah diri upayakan. Jika kita sudah berusaha, lalu Allah berikan takdirnya, maka syukurilah. Bersyukur karena Allah tidak berikan sesuatu di luar batas mampu kita.
Waktu yang terlewat tidak akan pernah bisa dibujuk dan dirayu agar ia bisa kembali lagi dan mengulang kejadian. Untuk segala apapun yang terlewat, semoga bisa menjadi guru terbaik dan pijakan yang kokoh agar lebih berhati-hati soal memilih dan melangkah lagi. Tidak apa-apa :')
Menyesali atas pilihan yang sudah diambil biasanya hanya akan mengulang kesedihan dan menambah rasa bersalah yang besar, percayalah bahwa setiap pilihan itu pasti ada konsekuensinya masing-masing, meski pun jika kamu bisa mengulang waktu dan memilih pilihan yang berbeda.
Hari ini, biarkan waktu berjalan dan mengantarkanmu pada kedewasaan dari bagaimana kamu menyelesaikan pilihan atas jalan dan juga teman perjalanan. Andai tidak dengan masalah dan kebingunan, bagaimana kamu bisa lebih dewasa dan tumbuh dengan kebijaksanaan? Gemuruh mendung dan petir itu terkadang menyeramkan, namun ia akan menghadirkan hujan yang menumbuhkan pohon dan menghilangkan dahaga dari permintaan tanah yang sudah kering.
Yang kering itu adalah usia dan hati kita, sementara hujan itu adalah solusi dan bantuan bahkan ijabah doa yang Allah hadirkan untuk kita, sementara petir dan mendung itu adalah ujian dan kondisi yang sedang kita alami.
Lihatlah, bahwa apa yang kita khawatirkan dan takutkan itu ternyata biasa saja dan bisa kita lewati juga pada akhirnya, kan? Sebab kita punya Tuhan yang menurunkan hujan dengan mudahnya, menutup matahari dengan awan mendung dengan semaunya, apalagi hanya untuk menyelesaikan masalah kita yang sebenarnya tidaklah besar.
Aku pun sama sepertimu, dengan gemuruh dan mendungnya ujian, yang sedang menanti hujan yang akan menghilangkan kering dan gersangnya dunia dan hati ini.
Semangat, ya, untuk semuanya :')
@jndmmsyhd
hallo sudah pulang ya?
bagai mana tadi hari kamu ?
pasti melelahkan, sini cerita tentang segala yang memberatkanmu.
aku tahu kamu apa-apa bisa sendiri bahkan masalah pun kamu bisa pendam sendiri.
tapi sekuat-kuatnya kamu, kamu juga butuhkan seseorang yang bertanya tentang bagaimana hari kamu kan. setidaknya satu orang.
Selalu salut sama orang-orang yang menahan diri untuk tidak mempublikasikan rasa senang dan sedihnya. Karena ia sadar, ada banyak hati yang harus dijaga.
Memang, sebagian orang berniat tidak berbangga bangga, hanya ingin memotivasi dan menghargai berkah hidup. Tapi sadarkah kita, tidak semua orang memiliki apa yang kita miliki. Dan iya memang benar juga, semua kembali kepada diri sendiri untuk belajar mensyukuri apa yang dimiliki, dan ikut bahagia saat orang lain bahagia.
Tapi maukah kita untuk ikut memikirkan bagaimana perasaan orang lain? Sebagai contoh, saat kita mempublikasikan makanan, maukah kita memikirkan bagaimana perasaan seseorang yang melihat itu, bisa jadi ia sedang menahan lapar diperutnya.
Memiki rasa empati kepada sesama ternyata bisa menciptakan lingkaran nasib yang lebih indah. Tidak akan ada yang merasa tersakiti dan terintimidasi. Justru yang ada akan merasa saling disayangi dan saling dihargai.
Indah bukan?
Jum'at 9 juni 2023
Ternyata meminta hatimu yang didenggam oleh Allah itu penuh dengan kesabaran, do'a dan sujud yang banyak.
Hingga Allah ridho mempertemukan kita dengam cara yang baik, waktu yang baik dan dengan niat yang baik pula.
Tidak apa-apa jika waktunya lebih lama, asal yang datang kali ini benar-benar yang Allah tulis di lauh mahfudz ku. Dan dengannya semakin menambah ketaqwaanku pada-Mu.
_
Menikah Dengan Sadar
Suatu waktu seorang perempuan yang telah menjalani 10 tahun pernikahannya mengatakan:
"Udah nikmati aja dulu masa sendirimu. Kamu tahu, romantisnya pasangan menikah hanya awal-awal saja. Sisanya hambar kaya temen doang."
Dilain kesempatan seorang teman yang baru saja beberapa bulan menikah mengatakan:
"Kalau saja aku tahu kalau pernikahan semengekang ini, mungkin aku akan berpikir ratusan ribu kali. Sekarang aku ngerasa di penjara dalam pernikahan. Gak bisa kemana-kemana tanpa izin suami, aku merasa kehilangan diri aku sendiri. Jadi, kamu nikmati aja dululah hidup kamu sendiri, gak usah buru-buru nikah."
Aku yakin mereka tak bermaksud mengumbar aib pernikahannya, mereka juga tak berniat untuk menakut-nakuti. Dari mereka aku justru diajak belajar dan menyelami hikmah. Bahwa menikah adalah kata kerja yang harus dilakukan dengan sadar. Dengan penuh ikhlas dan semangat ibadah.
Ketika memutuskan dengan sadar untuk menikah, maka aku akan paham untuk berhenti memberi makan egoku. Karena menikah memiliki banyak konsekuensi yang harus secara sadar dijalani.
Beberapa diantara kita beruntung, Allah anugerahi pasangan yang sama-sama mengerti ego kita. Tapi selebihnya kita sendiri yang harus membatasi, kita sendiri yang harus punya kesadaran untuk memilah hal-hal yang masih pantas atau tidak untuk dilakukan setelah berubah status menjadi seorang istri/suami, kita sendiri yang harus punya kendali diri kita.
Memutuskan menikah dengan sadar, kita akan punya banyak cara untuk merawatnya. Kita akan menyediakan tempat untuk saling memahami. Kita akan saling meluaskan penerimaan. Karena kesadaran menuntun kita untuk menilai secara utuh diri kita dan pasangan kita. Kita saat ini adalah diri dengan berbagai latar yang berkontribusi membentuknya pun dengan pasangan kita.
Bila kita sadar, kita menikah. Kita akan membuka ruang dialog untuk belajar, mengenal dan memahami bahwa pernikahan mempersatukan dua orang asing dengan latar yang berbeda, yang tumbuh di lingkungan yang berbeda, besar dengan pengasuhan yang berbeda dan mendewasa dengan pengalaman yang berbeda.
Maka dari itu, penting. Memutuskan untuk menikah secara sadar. Sebab kesadaran ini akan menuntun kita pada tawakal kepada-Nya di awal, proses dan setelahnya kita berusaha.
Semoga Allah menjaga pernikahan mereka 🌻❤
your mistakes do not define you. the trajectory of your life is not ruined because of one slip up. keep going. do not let this moment fester in your mind forever. it can be easy to keep analyzing your mistakes and wondering where you went wrong. but fight the voices that tell you that you could have done better. you are trying your best 🌱☀️
Yang Kecil Tapi Menentukan
@edgarhamas
Nasihat Abu Darda ini begitu menyala bagi siapapun yang ingin menciptakan finishing terbaik untuk Ramadhannya.
Beliau menasihati, "jangan remehkan kecilnya perbuatan buruk; tetap jauhi ia. Jangan pula kau remehkan kecilnya perbuatan baik hingga lalai mengamalkannya."
Di waktu-waktu yang tinggal sebentar ini, sangat mungkin amal kecil kitalah yang justru jadi finishing touch yang membuat Ramadhan ini bermakna.
Ia tak melulu tentang amal melelahkan dan memberatkan. Seringkali ia hanya tentang mencari sisi kreatif dari amal kecil tapi dahsyat.
Seperti keputusanmu untuk membeli sendal jepit dan kau taruh di mushala yang banyak orang pekerja kantoran di sana. Mereka butuh itu untuk wudhu dan ke kamar mandi.
Atau diam-diam melaundry mukena masjid yang telah lama tak dicuci sehingga "wanginya" semerbak.
Jika sempat pula, kita bisa mengajak teman-teman untuk iuran membeli sembako sederhana yang kemudian diantarkan ke guru-guru ngaji yang ikhlas mendidik generasi.
Semakin rahasia amal itu, semakin baik. Hanya Allah dan kita yang tahu, dan itu yang membuatnya makin berkilau.
Zubair bin Awwam, sahabat besar yang digelari sebagai Hawari Rasulillah itu pernah menasihati , "siapapun di antara kalian yang mampu memiliki amal shalih yang rahasia, maka lakukanlah."
Agar keikhlasan terjaga, dan kelak kita menemuinya lagi dalam keadaan penuh tanpa kikis.
Baru2 ini kepikiran, kudu punya amalan rahasia. Kalo sampe kelepasan, mesti menambah amalan baru yg rahasia, yg lama tetep diistiqomahkan tentunya
AKU LELAH MENJADI ORANG BAIK
Allah, apakah menjadi orang baik harus merasakan hal yang seperti ini? lelah menahan, lelah bersabar, dan lelah terus menerus diam ketika banyak orang di luar sana yang mengekspresikan marahnya dengan menghina dan ujaran kebencian lainnya?
Sering, sangat sering sekali kita mengeluhkan hal itu. Karena menjadi baik bukanlah hal yang mudah.
Pada dasarnya, menjadi baik atau buruk, setiap pilihan punya resikonya masing-masing.
Menjadi baik mungkin tidak mudah, kadang banyak hal yang harus dikelola agar tak keluar sembarangan. Kadang juga ada rasa sakit yang ditahan sendirian. Tapi Allah sudah menetapkan janji-Nya, balasan-balasan terbaik yang indah lagi kekal di akhirat-Nya nanti.
Menjadi buruk juga bukan berarti hal yang mudah. Kita tidak tahu bagaimana hatinya. Bisa jadi ia terus-terusan menolak melakukan itu, dan perasaan tersebut memunculkan perasaan lain yang tidak nyaman. Belum lagi ia harus menghadapi berbagai macam pandangan yang tidak mengenakan dari lingkungan sekitar, resiko yang tidak sedikit. Lalu Janji-Nya, memberikan balasan yang tidak indah dan begitu lama di akhirat-Nya nanti.
Dari dua pilihan tersebut, menjadi baik adalah pilihan yang minim resiko dibandingkan menjadi pribadi yang buruk. Jadi, bertahanlah dan teruslah mengusahakan untuk menjadi pribadi yang baik dan terus berusaha menjadi lebih baik.
Source: https://www.instagram.com/p/CrQzixnLQif/?igshid=YmMyMTA2M2Y=
Coba lupakan sejenak semuanya. Tidak merisaukan apapun, tidak takut terhadap apapun yang sedang dihadapi saat ini meski pada kenyataannya sedang di terpa angin yang besar, tetap bahagia dengan apapun yang dilalui hari ini.
Menyadari sepenuhnya bahwa kisah hidupmu sudah diatur sedemikian apiknya oleh Allah. Tersenyumlah. Laluilah.
@terusberanjak