“‘Merindulah’, kubilang padamu. Tunggu dulu, sepertinya kau salah menangkap pernyataan ku.... Kubilang merindulah bukan (me)ri(ndu)l(a)h.....”
—a.m
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
One Nice Bug Per Day
Sade Olutola
Cosmic Funnies
$LAYYYTER
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
NASA
wallacepolsom
d e v o n

★
Xuebing Du
The Stonewall Inn
Stranger Things
cherry valley forever
Game of Thrones Daily

roma★
I'd rather be in outer space 🛸

ellievsbear
EXPECTATIONS

No title available
seen from United States

seen from Russia
seen from Ireland
seen from United States
seen from United States

seen from Norway
seen from United States

seen from United States

seen from Germany
seen from Austria

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Ireland
seen from Russia

seen from Canada
seen from Brazil

seen from Georgia

seen from Ireland
@bersamakopi
“‘Merindulah’, kubilang padamu. Tunggu dulu, sepertinya kau salah menangkap pernyataan ku.... Kubilang merindulah bukan (me)ri(ndu)l(a)h.....”
—a.m
“Tak lagi berandai-andai pun tak lagi menaruh harap. Aku mempelajari segala yang tadinya tidak aku ketahui, namun, terlalu cepat berganti dan terlalu lama menanti.”
—a.m
“Tak riuh seperti badai, tak juga sunyi seperti rembulan itu aku: juga masih berbicara kepada semesta, membahas hal yang selalu sama, tentang “kapan aku merayakan amin paling serius seluruh dunia? bisakah kau tentukan waktunya? Ayolah aku tak sabar.”. Sayang sekali, semesta masih saja suka bercanda, ia tak kunjung menjawabnya.”
—a.m
“Aku tergores, pun aku patah. Lama tidak mendengar kabarmu, telah tertulis berupa-rupa duka untukku : kau dengannya, pikirmu tak lagi tentangku, kau.......merangkai kisah bahagia : kuralat, sangat bahagia.”
—a.m
“Meja persegi, dua bangku kursi, secangkir kopi dan sebuah buku kosong : keadaanku saat kehilanganmu. Begitulah bagaimana aku berbicara kepada senja, lalu ia menyuruhku untuk menulis tentangmu. Iya, bahkan sampai pada tulisan ini, masih tentang dirimu.”
—a.m
“Tentu saja, tentu kau pernah melintasi pikiranku, jalurnya menuju ke hati lalu setelahnya ke doa. Namun sayang, harus berhenti di salah satu pemberhentian ; Bukan lagi di pikiran, hati, dan doaku.”
—a.m
“Banyak-banyaklah berterimakasih kepada Hujan. Ia membantu banyak. Ia menghapus jejak-jejak kaki yang ragu dijalan. Ia menghapus kesedihan yang tiba-tiba datang saat mengingatmu di kedai kopi. Ia menghapus amarah dan menggantinya dengan sabar saat kau berkata, “Kau tidak apa-apa kan kalau aku pergi?.”
-a.m
Memang benar sudah jadi kebiasaan manusia, “Hilang dicari, ada tak disyukuri.”
-a.m
“Aku, kau, waktu, dan semesta. Dua diantaranya berkuasa sangat banyak lalu dua sisanya hanya bisa menerima. Kau pasti tau kita berada dibagian yang mana.”
-a.m
“Kopi hangat, hujan, senja, dan kamu adalah hal yang membawakan rasa bahagia untukku. Namun sekarang hanya kopi hangat, hujan, dan senja. Kamu entah dimana dan dengan siapa.”
-a.m
“Aku menderita karena mencintaimu pun aku menderita karena membencimu. Namun, aku tidak bisa memilih untuk mencintai atau membencimu. Tetapi sayang, aku lebih menderita disaat aku terjebak dalam situasi dimana waktu terus saja menyuruhku untuk memilih.”
-a.m