No title available
Xuebing Du

No title available

pixel skylines

Kiana Khansmith
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

bliss lane
Jules of Nature
hello vonnie

shark vs the universe
Not today Justin

Origami Around
Claire Keane
YOU ARE THE REASON

titsay
tumblr dot com
EXPECTATIONS

Discoholic 🪩

Love Begins
Noah Kahan
seen from Pakistan

seen from Pakistan
seen from Pakistan
seen from United States

seen from South Korea
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Vietnam

seen from United States
seen from Colombia

seen from France

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Finland

seen from Singapore
@delfidev-blog
me: is it weird to talk to yourself?
me: no
of course😆
someone: let's be friends!!!
me: yes okay i like that idea!!!
we never speak again
shittt
do you ever just want someone to come over and sit on the floor with you for a few hours
i want it
People may not tell you how they feel about you, but they always show you. Pay attention.
Unknown (via psych-quotes)
and sometimes their act like fake
Semenjak subuh, Langit berwarna kelabu Hujan terus menderu Menumpahkan rahmat Tuhan
Kulihat langit Senyum menggelayut di bibirku Diriku selalu cinta dengan hujan Tapi tidak denganmu
Kuletakkan payung Kurentangkan tangan Menerima hujan dengan pasrah Dan tertawa kecil
Kurasakan air membasuh wajah Melepas kegundahan
Kupejam mataku Mengingat dirimu Dan tersenyum tipis
Kuyakin Bila dirimu melihatku seperti ini Engkau akan berseru marah Menatapku dengan tatapan dingin
“Apa yang ditakutkan dari hujan?” ucapku kala itu Dengan gemas kamu mencubit pipiku “Kamu sadar, kan kalau gak bisa kena dingin?” serumu galak Aku hanya menyeringai mendengar omelanmu
Tanpa dicegah air mataku jatuh
Kugigit bibirku Berusaha menahan emosi yang menerpa
Hatiku biru Hatiku dirasuki sendu
Kurasakan rindu Rindu dirimu seorang
Serang, 27 November 2017 ~Apromaxlasis~
aku benar-benar rindu pada tatapan tajammu dan seruan galakmu kala itu, kala hujan datang dengan derasnya di pertengahan sore sedangkan aku dan kamu berdiri di gedung sekolah yang sunyi menunggu redanya hujan namun kakiku berdiri di ujung lantai menengadahkan telapak tangan menikmati dinginnya air hujan yang menyentuh kulit.
katamu "main hujan mulu kayak anak kecil"
Rindu bukan hanya soal jarak dan waktu, tetapi lebih dari itu. Rindu berbicara tentang perasaan yang tak mampu tersampaikan.
Katanya.
Makassar, 1 Desember 2017
8.30 PM
dan aku tidak mengerti bagaiman menjelaskan rindu itu sendiri ketika kau bertanya
hujan selalu jatuh bersama kenangan tentangmu. Perihal rindu, tak bisakah ia benar-benar hanyut bersama jatuhnya hujan
ria anggara (via ria-anggara)
menunggu hujan reda bersama mu dengan gema tawa dalam ruangan, menggelegar menyisakan rindu
Jaring Laba-Laba
kami terjebak dalam kebosanan yang bahkan kami buat sendiri. kami berpura-pura bahwa kami bosan, bahwa kami ingin pergi, bahwa kami ingin keluar. kami tampaknya ribut sekali tentang kebosanan kami ini. tetapi tidak, tidak sekali pun kami beranjak dari tempat kami sekarang. tidak satu pun dari kami yang melakukan apa-apa.
lihat? kami terjebak dalam kebosanan yang bahkan kami buat sendiri.
agar ada yang di keluhkan, menjadi topik bagi banyak insan. berpura-pura bosan padahal tidak ingin terlempar dari zona nyaman.
Akhirnya kita sampai pada destinasi dimana hubungan kita kian renggang. Entah karena komunikasi yang terjalin menjadi jarang. Atau karena keinginan untuk saling mencintai dari kita semakin berkurang. Apa kamu bosan?
Arief Aumar Purwanto | 16/02/2017 (via sajaksesak)
apa aku yang bosan? muak dengan segala hal tentang mencintaimu, namun rindu lebih menusuk dari pada belenggu bosan itu sendiri. aku rindu, apakah kau merindukan ku? katakan padaku, iya atau tidak.
Pamitmu adalah hal yang selalu aku benci, ketiduranmu adalah momen yang tak mau aku singgahi. Sebab tanpamu, waktu terasa berjalan lambat. Sebab tanpamu, bosan selalu menghambat apapun yang kuharapkan berlalu cepat.
Arief Aumar Purwanto. Majalengka, 03 Juli 2017 (via sajaksesak)
dan aku selalu menahan kantuk dan pamit hanya untuk mengobrol denganmu sekedar lewat pesan teks
"KENANG"
biarlah kenangan ini jatuh lalu rapuh dan lebur tertimpa rintik hujan mengalir terbawa siklus alam meski untuk jatuh kemudian aku rela….
"SESAK"
Hari ini malam tlah larut Menghantarkan sunyi dan sepi Tanpa peduli akan kesendirian Sukma yang sesak Karena jiwa yang tergores Bukan dengan pisau Namun dengan tatap dan patahan kata
Sepi pada malam Rembulan berkerut-kerut tiada berseri Diam dalam kecewa Nyanyian jangkrik pun tak ada lagi alunnya Sakit menggerogoti kalbu Tenggelam tak tertahan Dalam penyesalan tak berdasar Terlalu dingin dan mencekam
Sesak…… Aku sesak….. Berjuta ton baja menghimpit rasaku Sesak….. Memandang jiwa yang sepi Berderai tangis pada waktu Apa daya raga ini?
Sesak….. Aku sesak….. Tak bisakah aku pulang Walau sekedar, Melangkahkan kaki pada serambi Sekedar menengok rasanya pulang Sesak….. Izinkanlah daku sekiranya untuk pulang…. Hanturan kasih dari minta yang diterima Aku pulang….