Hari ini aku belajar sesuatu.
Ternyata ketika emosi diletakkan sebentar dan ego tidak lagi berusaha menang, banyak hal yang selama ini tidak terlihat menjadi terlihat.
Aku mendengarkan.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku benar-benar mendengarkan tanpa sibuk mencari pembelaan untuk diriku sendiri.
Dan yang aku temukan bukanlah seseorang yang tidak peduli.
Aku justru menemukan seseorang yang selama ini kecewa, lelah, terluka, tapi masih tetap memikirkan keadaanku.
Seseorang yang berkali-kali memastikan aku baik-baik saja.
Seseorang yang masih khawatir meninggalkanku saat sakit.
Seseorang yang masih ingin membantuku bangkit meskipun hatinya sendiri belum sepenuhnya pulih.
Hari ini aku menangis.
Bukan karena marah.
Bukan karena merasa ditinggalkan.
Tapi karena akhirnya aku memahami beberapa hal yang dulu gagal aku pahami.
Dan di tengah semua percakapan itu, aku sadar satu hal yang tidak pernah berubah.
Aku sangat menyayanginya.
Bukan karena dia sempurna.
Bukan karena dia selalu membuatku bahagia.
Tapi karena di balik segala luka, kesalahpahaman, dan jarak yang sedang kami jalani, aku masih melihat kebaikan hatinya.
Mungkin sekarang bukan waktunya memaksa keadaan kembali seperti dulu.
Mungkin sekarang waktunya bertumbuh.
Namun jika ada satu hal yang ingin tetap aku jaga, itu adalah rasa syukur karena pernah dipertemukan dengan seseorang yang begitu tulus peduli, bahkan ketika aku tidak selalu mudah untuk dicintai.








