Rehat Sejenak, Mari Membaca Isyarat Alam.
Duduklah dengan tenang, tarik napas dalam-dalam, dan mari kita resapi kembali pesan-pesan sunyi yang dikirimkan alam.
Coba pandang sejenak kelembutan kelopak putih pada tangkai itu. Di dahan itu, ada bunga yang sudah menyerahkan dirinya pada angin, mekar dengan anggun. Namun tepat di sebelahnya, ada kuncup-kuncup kecil yang masih menutup rapat, seolah sedang berbisik, "Belum saatnya."
Mereka tumbuh dari akar yang sama, meminum air yang sama, namun tidak saling mendahului. Kuncup itu tidak merasa tertinggal, dan bunga yang mekar tidak merasa paling hebat. Mereka tahu ada waktu yang pas untuk segalanya. Begitu juga dengan jiwamu. Jika hari ini kamu merasa belum "merebak" seindah orang lain, ketahuilah bahwa kamu tidak terlambat. Kamu hanya sedang dirawat oleh waktu untuk mekar di saat yang paling tepat.
Tidak perlu merasa tertinggal hanya karena orang lain "mekar" lebih duluan.
Di antara buah mangga yang tumbuh besar, kokoh, dan hijau, ada satu buah kecil di bagian bawah yang menyerah pada warna kuning sebelum sempat membesar.
Alam sedang bercerita bahwa tidak semua hal dalam hidup ini harus berakhir megah untuk dianggap berharga. Ada mimpi-mimpi kita yang sengaja dihentikan oleh-Nya, bukan karena Ia tak sayang, melainkan karena dahan hidup kita mungkin tak akan sanggup menopang bebannya kelak. Menerima yang "menguning tanpa membesar" adalah cara terbaik untuk melatih hati agar selalu berprasangka baik pada setiap ketetapan-Nya.
Tataplah pohon dengan bunga kuning yang kontras dengan latar belakang area industri mengingatkan kita pada roda kehidupan. Ada masa di mana dahan-dahan dipenuhi bunga yang indah, dan ada masa di mana bunga-bunga itu harus gugur, jatuh, dan berserakan di jalanan. Tidak ada yang abadi; kejayaan akan berganti, kesedihan pun akan berlalu. Allah mempergilirkan hari-hari itu di antara manusia agar kita tidak sombong saat di atas, dan tidak putus asa saat di bawah.
"Setiap masa ada namanya, dan setiap nama ada masanya."
Tarik napasmu kembali, dan hembuskan perlahan. Kamu sudah berada di musim yang tepat dalam hidupmu saat ini. Tidak ada yang keliru dengan langkahmu.
Menyadari bahwa kita tidak perlu berkompetisi dengan "tangkai" atau "tandan" lain adalah kunci kedamaian hati. Kita hanya perlu fokus bertumbuh dan menyelesaikan tugas kita di musim kita sendiri.