Pagi ini terbangun dengan rasa sesak dan iri. Bagaimana bisa sejuk dan embun menyentuh ragamu sedangkan aku hanya bisa menatap layar ponselku? Bukan mengeluh karena hadirnya jarak, hanya saja sesekali lelah terbebani rasa rindu yang sudah terlanjur tumpah. Kamu sering bilang, aku mudah goyah dan lemah oleh rindu. Kali ini aku akan mengiyakan kalimatmu dan aku tidak menyalahkan itu. Kata orang, jarak akan mendewasakan sebuah hubungan. Saling menyimpan dan menggenggam percaya. Seperti yang kamu lakukan ke aku. Semoga semua itu selalu terpelihara hingga nanti waktu mempertemukan dan menyatukan. Tidak lagi aku dan kamu, tapi kita. Biarlah kali ini aku memelihara jarak dan memupuk tiap detiknya dengan benih rindu sehingga saat datang temu, kamu bisa memetik tanpa lagi merasa sendu. Selama kamu—aku masih memiliki satu tujuan, biarlah doa yang akan merangkulmu dan menguatkan kita. Memeluk ditiap titik terlemahmu. — M #cerita #prosa #monikmocil #prose #story









