Daily Diary (49)
MIMPI
Empat hari yang lalu, aku mimpi salah seorang teman ngebuat aku nangis. Tapi aku lupa kenapa. Pokoknya bangun-bangun aku ngerasa sedih dan capek banget.
Esoknya, teman aku itu ngambil sebuah keputusan. Yah, keputusan yang adil buat semua orang, tapi berat bagi aku sendiri. Ntahlah gimana nantinya. Tapi yang jelas aku harus ngadepinnya.
Bukan aku ingin "unfriend" sama dia. Cuma aku ingin menghindar sementara supaya aku bisa jadi diri aku yang dia kenal. Maafkan aku teman...
Kamis dan sabtu malam leherku kerasa sakit banget. Susah rasanya buat ketawa. Lagi-lagi kumat, tanda-tanda aku stres. Harus jogging atau menyalurkan stres ke kegiatan lainnya...
---END---
Dua hari yang lalu, aku mimpi gigiku copot. Tapi gak terasa sakit sama sekali. Sorenya aku ditelpon sama teman masa kecilku. Dia bilang neneknya dari pihak ayahnya meninggal. Innalillahi.
---END---
Minggu pagi, lagi-lagi aku mimpi nangis.
Kenapa ya? Udah kebanyakan nangis di mimpi niy. Harus segera menyalurkan hasrat nangis dan cerita. Mencari orang yang tepat dulu sebelumnya. Karena sahabatku pun sedang dalam masalah yang gak kalah rumit. Susahnya jadi aku.










