“Don’t listen to what people say, watch what they do.”
— Unknown
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

祝日 / Permanent Vacation
noise dept.
$LAYYYTER

Kiana Khansmith

❣ Chile in a Photography ❣
will byers stan first human second
i don't do bad sauce passes

PR's Tumblrdome
Keni
Jules of Nature
Misplaced Lens Cap

⁂
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sweet Seals For You, Always
Sade Olutola
he wasn't even looking at me and he found me
RMH
Three Goblin Art
Show & Tell
seen from United Kingdom

seen from Iraq
seen from Malaysia

seen from Italy
seen from Singapore
seen from United States

seen from Greece

seen from France
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from South Korea
seen from United States

seen from Algeria

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
@sejutaasa
“Don’t listen to what people say, watch what they do.”
— Unknown
Kecewa ya sudah pasti,
Siapa sih yang tidak kecewa bila seperti itu.
Tapi apa kita punya hak untuk bersuara?
Sejatinya orang-orang seperti itu hanya melindungi dirinya sendiri.
Jadi buat apa kita berteriak-teriak pada orang yang jelas-jelas menutup telinga nya.
Sudahlah,
Lupakan saja dan berlalu.
Di depan sana masa depan yang cerah menanti.
Semangat!!!
🌼 220720, Batam.
Fatwa Sanubari
Ketika dihadapkan dengan beberapa pilihan, terlebih berkaitan dengan hal-hal penting, terkadang membuat kita jadi bimbang, pun wajar apabila gusar. Namun jangan gegabah menentukan langkah, jangan sembarangan menjatuhkan pilihan.
Meredalah sejenak, pertimbangkan dengan bijak. Mintakan fatwa kepada hati agar tak salah dalam berpijak.
Sebab, serapat-rapat ragu coba menutup, pasti ada secercah cahaya petunjuk meskipun nampak redup. Ia membawa pesan dalam sayup di antara relung nurani dan jantung yang berdegup; nasihat untuk senantiasa tenang dan terang dalam mengarungi pasang surut dinamika hidup.
Cahaya itulah kata hati paling serius, dialah sabda sanubari yang paling tulus, dialah sebentuk pengabulan atas doa yang sering kita rapalkan agar ditunjukkan ke jalan yang lurus.
Maka ikutilah berkasnya, tapaki arahnya, titi jejaknya. Semoga di setiap kita mengambil keputusan, selalu ada keberkahan dari Sang Maha Cahaya.
***
Kota Sejuta Rindu, 26 Juni 2020
Kamu tidak perlu mengerti, karena hanya aku yang mengerti segala keluh kesah ku.
Walau dihujam sejuta peluru, tapi aku tau caranya bertahan.
Kamu tidak perlu merasa kasihan, karena aku tidak pantas untuk dikasihani.
Walau berkali-kali terjatuh, tapi aku tau caranya bangkit.
Kamu tidak perlu berpura seakan peduli, karena aku tau segala kepalsuan mu.
Walau berkali-kali tersenyum, tapi hanya aku yang tau seberapa rapuhnya diriku.
Percayalah,
Aku akan baik-baik saja.
Aku hanya butuh istirahat sejenak.
Mengendalikan segala emosi, hati, dan pikiranku.
Semoga esok kita bertemu disaat semua benar baik-baik saja.
🌼010720, Batam
Aku kembali
“It’s a terrible thing, I think, in life to wait until you are ready. I have this feeling that actually no-one is ever ready to do anything. There is almost no such thing as ready. There is only now.”
— Hugh Laurie
Balerina
Tidak semua hati yang sedang patah selalu meledak-ledak dan penuh drama, kadang bisa sangat sunyi dan setenang malam. Begitu tenang hingga terasa menyakitkan, sebab tidak akan ada yang mendengarnya kecuali diri sendiri.
Selalu ada hal-hal yang tidak akan pernah bisa kita disampaikan pada siapapun. Kita ingin sekali bercerita, hanya saja tidak bisa. Jadi beberapa kali kita hanya mampu menuliskannya, melukisnya, atau bahkan menyanyikan sesuatu tentangnya. Sebab hanya itu satu-satunya pilihan, untuk mengingat, untuk membuatnya tetap hidup dalam diri kita.
Seperti anak kecil yang tersesat di tengah persimpangan jalan. Tidak tahu harus kemana dan tidak bisa melakukannya sendirian. Begitu ketakutan tapi berusaha untuk tidak terlihat demikian. Dan tak kunjung menemukan jawaban meski telah muak berkali-kali mencoba
Semakin bertambahnya usia, rasanya justru semakin banyak hal menyedihkan yang mau atau tidak harus kita terima. Dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Karena dalam berjalannya kita, sebagian dari kita akan terus maju, sedangkan sebagian diri kita pasti tertinggal.
Sebagian kita yang tertinggal, lantas tumbuh menjadi luka. Sayangnya, semesta tidak pernah mempersilahkan kita duduk dan menatap luka selamanya.
Jika kita punya banyak waktu dan tenaga untuk mengeluh tentang masa lalu, akan terasa lucu jika kita justru tidak berjuang kembali. Untuk berdiri lagi dan mencoba berjalan dengan lebih bijak.
Akhirnya, ketika nanti kita berusaha mengingat kembali kehidupan dahulu, kita menyadari bahwa setiap kali merasa ditolak sesuatu yang kita anggap baik, sebenarnya kita hanya sedang diarahkan kembali pada sesuatu yang lebih baik.
Jakarta Pusat, 3 Mei 2020 | Seto Wibowo
Dia juga punya mimpi
Wanita yang kita pilih nantinya, bukan budak yang harus memenuhi keinginan kita semuanya. Dia adalah anugrah yang melengkapi jalan kita setelahnya. Jangan perlakukan dia sebagai pembantu, dia adalah bidadari yang menemanimu sepanjang waktu.
Maka, tetap belajar mengurus diri sendiri, menjadi mandiri dan semua pekerjaan yang dianggap milik wanita, tetaplah pekerjaan lelaki juga. Kau kira pekerjaan-pekerjaan itu tidak menguras tenaga? bahkan hati pula di kurasnya.
Dia juga berhak akan mimpinya, menjadi wanita yang bermanfaat untuk sekelilingnya, menebar guna dan menjadi rahmat bagi mahluk sekelilingnya. Jangan batasi jika itu tidak melanggar apa yang agama kau yakini. Apalagi kalau ia senang menjalani.
Lupa
Malam ini hujan,
aku tidak lagi sedih
apalagi sampai menangis.
Air mataku sudah kering,
mataku pun sudah tidak berkaca-kaca lagi
mungkin hatiku juga sudah membeku.
Seperti dinginnya malam ini,
pikiran pun enggan melayang
mungkin karena hadirmu sudah tidak lagi berarti.
Aku hanya duduk di depan jendela kamarku,
karena kini aku mulai terbiasa sendiri
aku mulai menikmati nya.
Hujannya awet,
seperti kenangan yang tak seharusnya di kenang.
🌼 01.05.20 / 01.30 wib
Bahagia itu sederhana,
Sesederhana melihatnya tersenyum dan tertawa.
Kenapa kita selalu merasa cepat puas?
Padahal diluar sana banyak orang berlomba-lomba untuk berada diposisi kita sekarang. Wahai diri, sadarlah perjuangan mu belum berakhir lantas apa yang membuatmu merasa "ini sudah cukup".
Ayo semangat!!! Hingga mampu meraih bintang yang paling terang di atas sana!!!
Mari menyusuri hangatnya mentari bersama mimpi² kita,
Aku dengan mimpiku dan kamu dengan mimpimu
Semoga sekarang keberuntungan berpihak padaku.
Darinya aku belajar menjadi lebih mencintai diri sendiri, dan mengerti betapa berharganya diriku.
Sekarang
Aku akan lebih bersahabat dengan tubuh ku,
bila lapar aku akan makan,
bila lelah aku akan istirahat,
bila bosan aku akan menghibur diri dengan caraku sendiri.
Maaf tubuh telah membuatmu menuruti segala ego ku.
Makasih sudah bertahan hidup.
I love myself 💜