Terima Kasih!
Postingan apreasiasi kepada diri sendiri. Duh, diriku, terima kasih banyak ya sudah mau belajar dan berusaha.
Kamu tahu bahwa hasilnya tak selalu seperti yang dibayangkan, tapi kamu bahagia dengan apa yang telah kamu lakukan.
Kamu tahu bahwa kamu tak bisa berbagi resep seperti buibu lainnya karena masak bagi kamu adalah suka-suka kamu; rasa dan takarannya.
Kamu tahu bahwa karena hal itu kamu tidak bisa berjualan makanan yang kamu masak sendiri. Selain karena rasanya agak payah, suka-suka, dan tidak istiqomah, kamu juga mengakui bahwa masak itu cukup melelahkan.
Kamu tahu walaupun pasanganmu mirip google review yang apa-apa melihat rating dan senang memberi rating dengan caption yang sangat quotable (ini menggemaskan!), tapi bagian menarik dari memasak yang kamu suka (kecuali dirating rendah) kamu juga senang ketika ia berkata, "terima kasih ya, Nina."
Iya, sama-sama. Hehe.
*****
Aku pernah membaca kisah tentang seorang pria yang menceraikan istrinya karena sang istri tidak pernah membawakan bekal makanan untuknya. Memang banyak terjadi perceraian berawal dari hal-hal kecil, seperti kisah lainnya yang pernah kubaca; "mama bercerai dengan papa hanya karena papa selalu membuang puntung rokoknya ke dalam pot tanaman mama."
Tapi, jika alasan sebenarnya adalah karena selingkuh, ya tidak perlu bawa-bawa alasan karena "tidak pernah dibawakan bekal makanan!"
P.s. tulisan #30haribercerita ini biasanya kutuangkan dalam ruang instagram kita.sementara sehingga pictnya berwatermark. :)
_
Catatan Bogor, 7 Januari 2023


















