Perbandingan kita bukan orang lain, tapi diri sendiri; apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin?
Cukup jawab dalam hati, lalu perbaiki.

#batman#superman#bruce wayne#clark kent#dc fanart#superbat#superman 2025


#ao3#writeblr#ao3 fanfic#archive of our own#writing community


seen from United States
seen from Mexico
seen from United States

seen from Maldives
seen from Canada
seen from South Korea
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Canada
seen from Japan
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from Estonia
seen from United States
Perbandingan kita bukan orang lain, tapi diri sendiri; apakah hari ini kita lebih baik dari hari kemarin?
Cukup jawab dalam hati, lalu perbaiki.
Chapter 326.
Anak tidak bisa memilih orangtuanya. Tidak bisa memilih dibesarkan di pernikahan macam apa. Status sosial apa. Suku apa.
⠀
Anak tidak bisa memilih punya orangtua yang karakternya bagaimana, temperamen yang seperti apa, pilihan hidupnya apa. Dewasa apa tidak. Bertanggung jawab menjalankan perannya atau tidak.Anak tidak bisa mengatur keputusan orangtuanya. Kelakuannya. Pola asuhnya.
⠀
Dan waktu si anak dewasa, begitu banyak hal dipengaruhi oleh apa yg terjadi sehari-hari di masa kecilnya. Apa yang dikatakan orang tuanya. Bagaimana orang tuanya memperlakukannya. Apa yg dilihat setiap hari. Value apa yang didapat. Semua membentuk pikiran, kepercayaan dan sikap anak. Semuanya terhubung.
⠀
Sedih melihat anak-anak yang selalu dipukul, diperlakukan kasar, bahkan terkadang mendapat ujaran yang tidak pantas mereka dengar, terlebih kalau hal-hal seperti itu datang dari orang tua mereka sendiri.
⠀
Ya, terkadang begitulah realita yang ada sekarang, orang tua justru malah menyalahkan anak-anaknya kalau keadaan semakin menyulitkan.
⠀
Tolong jangan sakiti mereka. Anak-anak itu adalah penerus generasi bangsa. Generasi masa depan untuk negeri ini.
⠀
Bimbing, temani, lindungi mereka. Biarkan mereka hidup, biarkan mereka bahagia.
⠀
.
.
⠀
Terinspirasi tulisan Maya Septha.
⠀
.
.
@arioagio
Kita bergerak, berjalan pelan atau cepat, berkembang jua. Jangan lupa kembali ke beranda. Awal dimana kita bertumbuh untuk tahu berharganya hidup yang telah kita terima.
Wajar rasanya jika manusia bersedih atas hal yang tak diinginkan menimpa dirinya, karena kita semua berhak untuk menentukan arah hidup, kesukaan, dan apa yang ingin kita dalami. Bentuk emosi yang terikat antara satu individu dengan individu lainnya dapat menciptakan hubungan yang kuat, dari sini kita dapat belajar bahwa berinteraksi dengan baik akan menimbulkan kemistri antara satu sama lain.
Namun larut dalam kesedihan bukanlah hal yang baik dan justru akan memperburuk kelanjutan hidupmu, segala hal memiliki porsinya masing-masing. Lanjutkan apa yang mesti kau lanjut, tanam apa yang mesti kau tanam, lupakan apa yang mesti kau lupa.
Persetan dengan istilah keluar dari zona nyaman. Berkembang, tumbuh, memahami, menerima, bisa dilakukan selama kita bersedia membuka hati dan pikiran. Keluar dari zona nyaman taklebih dari sekadar seremoni pembuktian, bila ia hanya membawa kita pada hati yang semakin tinggi.
Tidak Ciut
Sebelum menulis ini baru saja saya googling tentang pengembangan diri. Di halaman pertama ada yang menarik perhatian saya, bunyinya, “kegiatan pengembangan pribadi dapat mencakup: memulai keberanian pribadi”. Saya mau bercerita tentang itu.
Kata Kak Fadel kalau bicara orang keren dan minder mah di FIM ga kan pernah kelar, kita ga akan berhenti minder di FIM.
Saat itu tiba-tiba saya tersadar. Bener banget mah ini. Di FIM kita ga cuma untuk priode tertentu, setahun atau dua tahun tapi lama, entah sampai kapan, sampai kita berjumpa orang-orang keren luar biasa berkali-kali, berlipat-lipat. Dan saat itu kita akan terus minder. Makasih kak Fadel quotenya. Itu quote?
Awalnya untuk mengerjakan tugas ini pun saya merasa minder. Ya begitulah, saya merasa seperti butiran diantara bintang-bintang #etsah. Tidak cuma untuk club ini, pun dengan club yang lain yang mengasah kemampuan. Yang terbayang isinya master-master, dan kita mah cuma newbie. Tapi kalau karena minder itu lalu saya mengurungkan niat, menghentikan langkah, kapan saya belajarnya? Semuanya akan selesai sampai disitu tanpa ada kata berkembang.
Ada yang perlu didorong, namanya keberanian. Keberanian untuk terus belajar agar berkembang. Bagaimana mau mengembangkan orang lain jika diri sendiri saja takut untuk berkembang. Pengembangan diri, terutama diri sendiri dimulai dengan memulai keberanian pribadi. Berani dahulu untuk belajar. Berani memulai. Semua diawali dari amatir, dari hal kecil, dari bawah. Jika kita sedang berada di posisi itu maka tidak mengapa. Minder sedikit pun tidak apa, yang penting bisa mengelolanya. Jangan sampai minder tersebut menghapus habis keberanian kita. Kalau kita terus takut, kapan kita belajarnya? Kita harus berkembang, bertumbuh, mengupgrade diri. Bukan untuk mengalahkan siapa-siapa, tapi untuk melampaui diri sendiri.
Sekali lagi, saya jadi paham salah satu kunci memulai pengembangan diri sendiri adalah dengan memulai keberanian diri. Diri saya sendiri. Dan tidak lupa niat yang kuat. Tanpa niat kita mudah goyah, bro. Dan salah satu penyemangat adalah quote berikut:
“Lebih baik mencoba sambil gemetar ketakutan, dari pada tenggelam dalam angan-angan”
Semangat berbunga untuk diri sendiri dan orang lain.
Begitu mudah
Tumbuhkanlah asmara dalam hatinya Maka jadilah ia pujangga Patahkanlah hatinya yang berkembang Maka jadilah ia penyair Penuhilah hidupnya dengan harapan Maka jadilah ia sastrawan Ucapkanlah selamat malam sebelum tidurnya Maka jadilah ia penulis Tikamlah ia dengan jarak dan kerinduan Maka jadilah ia penyajak Tapi begitu ia tersadar dalam lamunan Ia hanya tertipu Akan begitu mudah saja Mudah tuk ada Mudah tuk enyah Sedetik berlalu Ketika ia melupakan sosok siapa yang menjadikannya begini Maka jadilah kau... Bajingan dalam kenangan
Berkembang
Menantimu, dari kecil hingga besar Menunggumu, tumbuh dan berkembang. Apa bedanya? Tidak ada Hanya ingin menunggumu Dengan erat mencintaimu Dari ada hingga tiada.