SELF LOVE
Pernahkah kita selami diri kita sendiri? Sedetik... semenit... atau sejam dalam sehari, pernah? Atau jangan-jangan selama ini kita jarang menengoknya.
Coba lihat diri kita di depan cermin. Apakah pernah kita cermati bagaimanakah diri kita di depan cermin tersebut?
Kita sering bertegur sapa dengan orang lain. Bercengkerama, berbagi cerita, ketawa terbahak-bahak mendengar cerita lucu, meneteskan air mata mendengar cerita sedih, dan sebagainya. Namun, apakah sama diri sendiri sudah pernah ajak berekspresi seperti itu?
Seringkali kita bersikap fleksibel dengan orang lain, dan justru keras sama diri sendiri. Seringkali – bisa jadi – kita cuek dan beranggapan negatif padanya.
Self love... mencintai diri sendiri, adalah hal yang sepertinya hampir saja terlupakan. Biasanya kita ingin selalu menunjukkan rasa cinta, rasa sayang dengan orang lain, keluarga, teman, dan sebagainya. Kita lupa bahwa ada seseorang yang harus dicintai terlebih dahulu sebelum mencintai orang lain. Yaitu diri sendiri. Ya, diri sendiri.
Lalu, mengapa ya kita susah sekali untuk self love? Mengapa kita gengsi sekali untuk sekedar mengucapkan “terima kasih” sama diri sendiri? Mengapa kita jarang mengapresiasi diri sendiri?
Kerap kali kita suka merasakan yang namanya overthinking, misal ketika menghadapi suatu peristiwa yang membuat kita down, stres, gak semangat untuk ngapa-ngapa-in. Pada saat itu, umumnya kita lebih suka menyalahkan diri sendiri. Kenapa harus gini? Kenapa aku gak gitu aja? Misal lain, sebagai makhluk sosial kita tak terlepas dari bergaul dan berelasi dengan orang lain. Ketika kita melihat kehidupan mereka yang mungkin terkesan keren, bisa menghasilkan hal yang bermanfaat, punya ini, punya itu, pasti ada – walau misalnya sedikit – rasa iri, ingin menjadi seperti mereka, dan seterusnya.
Mungkin ini jadi alasan kenapa kita susah untuk mencintai diri sendiri. Kita sulit untuk menerima diri sendiri. Mungkin juga kita enggan berteman dengannya. Padahal.. tanpa sadar dia yang selalu setia menemani, dia yang tidak akan pernah pergi meninggalkan, dia yang selalu ada dekat dengan kita. Siapa lagi.. kalau bukan diri sendiri.
Bayangkan. Apa jadinya kalau “diri” kita tak ada? Bagaimana jadinya kalau diri kita ini tak merangkul kita? Sepertinya bayangan itu sulit tergambarkan.
Oleh karena itu, sering-seringlah mengucapkan “makasih banyak ya”, “selamat ya”, “maafin ya”, “saling tolong menolong kita ya” ke diri sendiri. Sering-seringlah kasih apresiasi ke diri sendiri. Agar terhempas semua pikiran, perasaan negatif, tergantikan dengan energi positif. Peluklah.. dekap erat diri sendiri, minimal sebelum tidur dan saat bangun tidur di hari berikutnya. Tiap hari begitu, hingga kita dan diri kita menyatu seutuhnya.
Dan.. itu semua adalah.. bagian besar dari self love, mencintai diri sendiri. Love yourself!!












