Aku Harap Kau Tahu
Aku menggigil,
Bukan karena demam, bukan juga kedinginan.
Aku duduk di kursi tempat makan mall dengan hiruk piruk manusia yang lalu lalang, yang sedang menikmati makanan serta obrolannya.
Di depan ku terdapat sepiring steak dengan asap yang masih mengepul.
Aku makan steak panas itu dengan perlahan, tapi aku masih merasa menggigil.
Aku minum es lemon tea ku, tapi hambar rasanya.
Entah karena sudah tercampur es batu yang leleh atau lidah ku yang kelu.
Aku masih menggigil,
Tiba-tiba makanan lezat itu tidak terlihat menggugah selera kali ini.
Tapi aku tetap paksakan makan.
Karena aku ingin tetap menghargai pemberianmu.
Kepalaku berputar,
Rasa mual menghampiriku.
Aku tidak kuat untuk meneruskan makan ku.
Tapi aku paksakan diriku,
Aku ingin membalas kesalahan yang aku rasa aku salah.
Aku dorong makananku dengan meminum lemon tea yang hambar itu agar masuk ke perut.
Hingga semua makanannya tandas.
Aku sadar,
Aku menggigil karena sikap itu.
Sikap dingin dan acuh itu..., aku mengenalnya.
Aku sudah pernah merasakan acuhan itu.
Kau bahkan melengos dariku, melirik ku pun tidak.
Atmosfir diantara kita berubah dingin dan berjarak.
Kau mengobrol dengan yang lain, tapi tidak denganku.
Bahkan saat namaku di sebut. Kau hanya tersenyum tipis, hambar seperti lemon tea yang aku teguk.
Memang tidak ada kata terucap tapi aku bisa merasakan perbedaanya. Bukankah kau juga?
Aku menatapmu yang juga menatapku saat aku beranjak pergi.
Dan kau tersenyum kepadaku,
Tapi aku tahu, itu hanya agar terlihat baik-baik saja dimata orang lain.
Aku tahu, ada rasa kecewa dibalik itu.
Ada rasa yang salah.
Tapi kau harus tahu,
Aku melakukan itu bukan untuk menghindari mu.
Melainkan untuk melindungi diriku.
Aku tidak takut.
Aku tidak menghindar.
Dan bukan berarti aku membencimu.
Aku hanya melindungi diriku.
Aku harap kau tahu.
Sby, 8 Mey 2024













