Sering-seringlah mempermudah urusan manusia, biar Allah yang nanti membuat urusan kita menjadi mudah.
Bukankah balasan suatu perbuatan itu adalah yang setimpal?
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from Hong Kong SAR China

seen from United States
seen from Russia
seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Saudi Arabia

seen from Malaysia

seen from Spain
seen from United States
seen from Serbia
seen from China

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Paraguay
Sering-seringlah mempermudah urusan manusia, biar Allah yang nanti membuat urusan kita menjadi mudah.
Bukankah balasan suatu perbuatan itu adalah yang setimpal?
Rahasia Kausalitas: Mengapa Semua Terjadi, tapi Tak Ada yang Berdiri Sendiri
Surau.co. Pernahkah kamu memikirkan mengapa sesuatu terjadi? Mengapa air bisa mendidih ketika dipanaskan, mengapa matahari terbit setiap pagi, atau mengapa seseorang datang ke hidupmu pada waktu tertentu? Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini menyentuh inti dari filsafat kausalitas — sebuah topik yang dibahas dengan mendalam oleh Imam Abu Hamid al-Ghazālī dalam Kitab Maqāṣid al-Falāsifah. Dalam…
Undangan untuk Berbagi Perspektif
Mengenai Penyebab Pertama — Prinsip kausalitas, tentang hubungan antara sebab dan akibat, telah lama menjadi objek kajian intelektual. Kita terus berupaya memahami mekanisme rumit yang mengatur alam semesta ini.
Namun, pertanyaan menarik muncul: adakah sebuah penyebab fundamental, atau primum mobile, yang memicu keseluruhan rangkaian tersebut?
Pandangan bahwa para pemikir terkemuka lebih fokus pada penyebab sekunder, seperti efek domino yang berkesinambungan, sementara yang benar-benar bijak mencari penyebab pertama, memiliki daya tarik tersendiri. Hal tersebut menunjukkan adanya tatanan yang lebih dalam, sebuah pengaturan yang tersembunyi di balik simfoni alam semesta yang agung.
Namun, pencarian pengetahuan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Sementara beberapa pihak mencari penyebab pertama tersebut, yang lain menemukan wawasan mendalam dari analisis teliti atas jaring penyebab sekunder yang rumit. Bagaimanapun, udara, tanah, dan air, elemen penunjang kehidupan, sendiri merupakan produk dari rangkaian panjang hubungan sebab-akibat.
Oleh karena itu, saya mengajak Anda untuk berbagi perspektif yang berharga tentang gagasan menarik ini — Apakah pencarian penyebab pertama memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang alam semesta kita, atau justru analisis mendalam atas penyebab sekunder yang membuka rahasia keberadaan? Mungkin jawabannya terletak pada pendekatan yang bernuansa yang mencakup keduanya?
Marilah kita melakukan diskusi yang menarik ini dan menjelajahi berbagai jalur pemikiran yang dibuka oleh konsep ini.
— Nona. AainaA-Ridtz A R, Setetes di Lautan Es
Hukum Kausalitas dalam Membangun Argumen dan Narasi
Hukum Kausalitas dalam Membangun Argumen dan Narasi
Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak langsung kita pasti melibatkan diri kita dalam proses tawar menawar dengan orang lain. Mau itu kepada keluarga, teman, ataupun orang-orang yang kita temui secara tidak sengaja. Proses yang melibatkan tawar menawar ini biasanya dikenal dengan komunikasi atau lebih spesifik adalah negosiasi. Dalam negosiasi atau tawar menawar yang dilakukan ini yang memiliki…
View On WordPress
Pekan-pekan ini kajian malam di rumah memunculkan banyak diskusi mengenai kausalitas. Jadi kalau berdasar rujukan yang lagi kita bedah, Irodah Allah ada dua macam;
Irodah Kauniyah yang disebut Masyiah atau Kausalitas
Irodah Syar'iyyah yang disebut Taklif
Taklif itu pembebanan, dibagi dalam lima; Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh, Haram. Pembagian itu dari ujung kiri ke ujung kanan: mulai dari yang maslahat nya paling besar sampai ke yang mudhorotnya paling besar.
Sedangkan masyiah atau kausalitas, lebih kepada hubungan sebab akibat. Kalau kita cari resep sayur asem, terus masak dengan ngikutin resep, pasti akan jadi sayur asem. Kalau kita pengen umroh, tapi uang yang kita punya malah dibelanjain dan nggak ditabung, terus waktu luang yang kita punya bukannya dipakai untuk berusaha menuju ke keinginan itu tapi malah dipakai buat nonton, ya selamanya nggak akan kewujud buat berangkat umroh.
Terus waktu lagi bahas contoh-contoh itu aku keinget beberapa hari sebelum ini pas lagi ngecek buku pelajarannya Dillah. Salah satu tugas yang Dillah pernah kerjain adalah wawancarain temennya, hobi mereka apa dan cita-cita mereka apa. Dia pun juga ditanya pertanyaan yang sama oleh temennya.
Nah waktu itu Dillah komentar, "Kak lihat masak temenku hobinya sepak bola tapi cita-citanya jadi youtuber.." Dan terus kita ngomongin betapa kocak dan ndak nyambung hobi & cita-cita nya temen dia. Habis itu dia kutanya, "Lha kamu pas ditanya temenmu jawabnya apa Dil?"
"Eh aku nggak nyambung juga deng" jawab Dillah. "Cita-cita ku presiden tapi hobiku nonton YouTube" HAHAHAHAHAHAHA
Tapi terus alhamdulilah nya, dari situ akhirnya dapet cara untuk masuk ke logikanya Dillah, 'Hey dek, tugas kita terutama kamu sangat besar kedepannya.. Kalau ndak ditunjang sama sebab-sebab yang bener dari sekarang, ujung yang kita inginkan nggak akan gathuk..'
***
Begitupun kalian duhai para mahasiswa yang sekarang sedang berjuang menyuarakan idealismenya.. Harapan dan keinginan dan emosi nggak akan cukup buat wujudin idealisme itu. Mau berapa kalipun kita riot, berapa kalipun ganti desicion maker, kalau kita nggak nyiapin pengganti yang siap, ya selamanya orang-orang jenis begitu yang bakal duduk di kursi-kursi itu.
***
Tambahan lagi, yang aku seneng pas nyusup di konferens leader SHU kemarin sabtu-ahad, dapet banyak ide-ide dan semangat dari sana. Salah satunya tentang do'a.
Abi mengingatkan kami, saat nanti kami memanjatkan do'a kepada Allah untuk anak, do'a kan pula anak tetangga, do'akan pula teman-teman anak kita di sekolahnya dengan do'a yang minimal sama dengan do'a kita untuk anak. Karena kalau kita cuma do'a buat anak kita, sama aja kita tega ninggalin dia nanti berdiri sendiri dengan idealisme nya tanpa siapapun yang bisa dukung dia. Maka, do'akan anak-anak tetangga agar nanti mereka bisa jadi team yang akan saling menguatkan. Do'akan temen-temen anak kita supaya kelak mereka bisa saling menjaga, nggak bingung cari orang yang punya ruh sama dan bisa langsung diajak bergerak.
Sebab Akibat
Tema ; Kebijaksanaan
Oleh : Eza Azerila
_
Pondok Pancasila – Tidak ada yang memfasilitasi sehingga kamu menjadi korban penderitaan kecuali kebodohan dan kecerobohanmu.
Kamulah penyebab utama penderitaanmu
Dan tidak ada yang memfasilitasi sehingga kamu menjadi manusia tercerahkan dan terbahagiakan kecuali kecemerlangan akalmu.
Kamu lah penyebab utama kecemerlangan dan kebahagiaan dirimu
Kamu yang…
View On WordPress
Program Bukan Layar (2)
Program Bukan Layar (2)
Tema : Hukum Sebab Akibat
Oleh : Eza Azerila
_
Pondok Pancasila – Oke. Katakan kamu mau ganti program. Kamu mau mulai bekerja di tingkat sebab. Lalu, program apa untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia ?
Ya. Kabar baiknya ideologi kita berisi lima program hebat. Program ketuhanan. Kemanusiaan. Cinta kasih. Kebijaksanaan. Dan keadilan.
Tanamkan program ketuhanan dalam lokus kesadaran…
View On WordPress
Menggali Potensi
Paket : Edukasi
Tema : Inspirasi Pembinaan
Nasihat : Mbah Hamid
Asal : Rusdianto Qutet
Pondok Pancasila – Waktu adalah bagian tak terpisahkan dari proses pembinaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia
*PETUAH MBAH HAMID, WALIYULL0H PASURUAN JAWA TIMUR*
Ada satu kisah dari waliyullah agung dari Pasuruan, Kiai Hamid, tentang bagaimana cara kita mengajak, mendidik atau mengajari…
View On WordPress