Menerima dan Mengakui
Menerima dan mengakui perasaan, ahhh menurutku itu bukan hal yang sederhana, sulit sekali bukan mengungkapkannya.
Ya, Jika menurut kamu tidak seperti itu mungkin hanya saya saja yang merasakannya.
Jangan lihat aku seperti itu, aku tak memendam benci ataupun kesal, juga tidak berniat membuatmu kesal seperti itu, aku hanya sedang menutupi perasaanku.
Jika kamu tau, aku hanya ingin bilang aku sayang kamu, aku sayang kalian, dan juga ingin berucap terimakasih. Ya terimakasih karena telah hadir dan mengisi hari yang indah di hidupku, menjadi teman seperjuangan dalam berhijrah dan istiqomah di jalan Nya, sahabat dalam taat, mengajak berbuat lebih baik dan bermanfaat lebih banyak lagi.
Kamu tau, ingin sekali aku mengungkapkannya. Berbincang tanpa membuatmu kesal, mengekspresikan rasa sayang dan rindu dengan baik tanpa membuatmu malah risih dekat denganku.
Maafkan aku yang selalu berpura-pura tidak membutuhkanmu, berpura tidak menyayangimu, berpura baik-baik saja, berpura tidak ada yang perlu ku ceritakan tentang hidupku, seperti kamu menceritakan hidupmu.
Aku ingin, aku ingin ikut bercerita. Tapi, tapi aku tidak ingin membebanimu dengan persoalan hidupku, aku tak ingin ada satupun rasa yang tidak mengenakan merusak cerita dalam hidupmu, membuatmu ikut memikirkannya.
Arghhh, sampai akhirnya kita dipisahkan oleh jarak dan aku masih belum bisa mengupkapkannya, aku tak kuat memikirkannya, batinku berontak.
Hari berlalu, bulan berganti, tahun demi tahun terlewati, kamu sudah punya kegiatan baru, begitupun aku semestinya.
Terimakasih, maafkan aku yah yang tak bisa membuat kamu merasakan bahwa kehadiranmu merasa dihargai dan teramat berharga dihidupku, aku sayang kalian.
Biar saja jarak memisahkan, tapi tolong selalu mendoakan yah.
Terimakasih Allah, Engkau telah menghadirkan mereka dalam hidupku.
10/02/19 - 22.01


















