Pertahankan sahabat-sahabat terbaikmu:))
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Ireland

seen from Türkiye

seen from Canada

seen from United States
seen from China
seen from Ireland
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from South Korea

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from South Korea
seen from United Kingdom
Pertahankan sahabat-sahabat terbaikmu:))
Dakwah itu merangkul
Kalaw kita Dakwah menyudutkan orang lain mana bisa dakwah kita diterima orang lain.
Begitupun dengan orang yang sudah mengenal dakwah dan ukhwah. Yang sudah menjadi bagian dari dakwah, kita pun tidak bisa menggunakan tunjuk kita untuk menunjuk kesalahan mereka.
Pada hakikatnya Dakwah itu merangkul bukan memukul ataupun menyudutkan. Kita tidak tau bagian mana kata-kata kita yang menyakiti orang lain. Kita tidak tau bagian mana kata-kata kita yang melukai perasaannya. Maka dari itu penting sekali menjaga lisan ketika berdakwah.
Seorang pendakwah jika mendapati teman dakwahnya sedang di landa futur maka bukan celoteh atau tuntutan yang kita lontarkan padanya, karna hal ini akan menyakitinya serta membuat futurnya semakin bertambah. Dan hal lain yang bisa dia lakukan adalah mundur dari dakwah. Bukankah hal ini berbahaya untuk keutuhan Dakwah?.
Namun, Bukan inilah yang dia butuhkan saat itu, tapi rangkulan bijak dari tanganmu.
Dakwah itu lembut, maka dengan lisanmu yang lembut bisa menyeret orang untuk berubah. Maka kelembutan itulah yang diperlukannya, nasehat bijakmu, motivasimu, dan pahala yang dijanjikan Allah untuk orang yang berdakwah.
Jangan pernah kau tanyakan tentang "KONTRIBUSI" kepada orang yang sedang futur. Jangan bicara masalah apa yang tidak bisa dia lakukan. Karna itu akan menambah kefuturannya. Tapi tanyakan apa yang bisa dia lakukan untuk dakwah. Walaupun hanya sekedar membuat leaflet untuk kajian. Itu sudah berpahala.
Sedangkan orang yang hanya memungut sampah , menghamparkan tikar untuk duduk jama'ah saja sudah dihitung pahalanya. Apalagi membuat leaflet yang cukup rumit untuk kajian. Maa shaa Allah
Maka jadilah teman yang selalu membuat semangat terhadap teman lainya. Bantulah dia melawan egonya, menyelesaikan masalahnya, meringankan bebannya. Karna sebaik-baiknya teman adalah teman yang mencintai kita karna Allah. Dia tidak ingin kita lemah, dia akan selalu memberi semangat kepada kita, dia tidak ingin kita futur apalagi mundur. Begitulah seharusnya kita dalam menyemangati.
Karena setiap orang pasti pernah merasakan futur. Apalagi dalam berdakwah. Maka jangan sampai lisan kita menyakiti mereka yang sedang membutuhkan rangkulanmu. Mulailah mengajak mereka berfikir dan bicarakan perihal indahnya syurga.
@putrhanna
Kadang kita mencari hingga terlalu lelah, padahal syaratnya mudah.
Jika pun belum menemukan, jadilah kualitas seperti teman yang kamu inginkan, maka yang sefrekuensi akan datang....
#Repost from @daily.muhasabah by @quicksave.app ・・・ ﷽ Cinta... adalah Mush'ab bin Umair, ketika perang uhud dengan gagah berani mengibarkan bendera tinggi-tinggi menghadapi musuh, salah seorang musuh menebas tangan kanannya. Tetapi Mush'ab seperti tak merasakan kesakitan. Mush'ab mengambil bendera dengan tangan kirinya, mengibarkannya tetap meninggi, namun kemudian musuh menebas tangan kirinya. Ia gugur sebagai syuhada' Cinta... adalah Bilal bin Rabbah, ketika untuk pertama dan terakhir kalinya mengumandangkan adzan semenjak kepergian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kerinduan dan kecintaannya begitu dalam setelah untuk terakhir kalinya mengumandangkan adzan atas permintaan cucu tersayang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, suasana menjadi tangis haru saat lafadz "Asyhadu anna Muhammadan rasulullah" dikumandangkan. Cinta... adalah Hamzah bin Abdul Muthalib. Ia paman Nabi, memeluk Islam pada tahun kedua kenabian. Ia juga hijrah bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan ikut dalam perang badar. Pada perang uhud ia gugur, musuh dengan keji telah merusak jasad dan merobek dada Hamzah dan mengambil hatinya. Cinta... adalah Sa'ad bin Mu'adz. Ketika rasa sakit karena luka yang terus memburuk. Sa'ad ingin hari terakhir yang dilihatnya adalah wajah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Sa'ad pergi menghadap illahi. Rasulullah bersabda "Sungguh kematian Sa'ad telah membuat Arsy Allah terguncang" Tidak ada cinta yang lebih besar antara cinta Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kepada umatnya, tidak ada cinta yang lebih besar antara cinta seorang hamba kepada Rabbnya. Wallahu A'lam Bhisawab . Kontribusi : daily.muhasabah X dear shalihah . Follow : @daily.muhasabah Follow : @daily.muhasabah Follow : @daily.muhasabah . ➖➖➖➖➖Daily Muhasabah➖➖➖➖➖ Karena Ber-muhasabah merupakan langkah awal dalam menuntun kejalan yang benar ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ #selfreminder #dailymuhasabah #dakwahislam #islamrahmatanlilalamin #dakwahdigital #muslim #muslimah #sahabattaat #tausiyah #duniaislam #hijrah #istiqomah #muhasabah #bersyukur #InstaSaveApp #QuickSaveApp https://www.instagram.com/p/Bw9j36jn-xA/?igshid=1i3qe16yyqzvx
Pada akhirnya kamu paham, cara merindu yang baik adalah dengan terus menerus menjadi yang lebih baik lagi, berbuat yang terbaik dan bermanfaat sebanyak-banyaknya untuk orang yang ada di sekitarmu sekarang, untuk orang yang kamu sayang terutama juga orangtuamu, bahagiakan mereka hari ini.
Jangan terus menerus kamu memikirkan dia saja yang selalu kamu rindu, buktikan!!! agar ketika kamu bertemu dengan yang kamu rindukan, kamu akan memberikan senyuman terindah karena rindu itu membuatmu tetap bisa menjalani hidup ini dengan ceria dan bahagia, juga bisa membahagiakan mereka yang kamu sayang dan sayang denganmu, dan tetap menebar manfaat kepada sekitar.
Jadilah perindu yang baik, merindu dengan cara yang elegan. Karena mereka pun yang kamu rindu itu, tak ingin kamu terus menerus memikirkannya, tak ingin kamu terus menerus terpuruk karena rindu yang kamu rasa, ia ingin kamu tetap bisa menjadi dirimu yang selalu punya mimpi dan visi yang menggebu ketika bersama mereka maupun tidak.
Ya, aku tau. Kenangan itu akan selalu ada, ungkapan mimpi kita satu sama lain akan selalu terngiang dan berusaha kita wujudkan, namun ketika kamu hanya terpuruk akhirnya kamu hanya akan bisa menampakan kesedihanmu kepada mereka ketika bertemu. Apakah kamu menginginkan itu?
Jangan lakukan itu, bukankah visi kita adalah tetap mengharap Ridho Nya? Menebar manfaat sebanyak-banyaknya?
Yakinlah kita akan bertemu lagi dengan keadaan yang lebih baik daripada waktu perpisahan kita, menjadi manusia yang tau apa tugasnya di dunia ini, darimana asal kita, apa tujuan kita ada didunia ini, dan akan kemana nanti setelah dunia.
Bukankah kita sudah saling berpesan untuk tetap belajar, untuk tetap berjuang, untuk tetap menjadi baik, untuk tetap taat, untuk tetap berbakti kepada orangtua, untuk terus menerus mengusahakan semua yang kita bisa untuk mendapat Ridha-Nya?
Bukankah tujuan kita juga mengharap bertemu kembali di surga Nya? Berkumpul bersama dengan semua orang yang kita sayang?
Lantas apa yang kamu lakukan sekarang? Jangan seperti itu,,,
Hayo BANGKIT!!! Karena yang merindu pun bukan hanya kamu. Aku, dia, kita saling merindu, dan memang cara merindu yang baik adalah tetap BERJUANG.
Sahabat taatmu.
Rabu, 13/02/19 - 21.37
Dia merupakan seseorang yang banyak kuambil pelajaran darinya. Ianya adalah refleksi dari diri ini, sehingga membuatku merasa sangat bersalah bila tak melakukan kebaikan dan peningkatan diri untuk membuat refleksi yang baik kepadanya. Dia dengan segala liku hidup dan pikirannya. Ada bagian hidupnya yang sedapat mungkin aku hindari, ada bagian hidupnya pula yang secara mengejutkan membuatku terinspirasi, ada pula bagian hidupnya yang beririsan denganku.
Dia, seseorang yang kusebut sebagai sahabat
Jika kalian mendapatkan hangatnya persahabatan dari saudaramu sesama muslim, maka peganglah erat-erat hal itu
(Umar bin Khaththab)
Pegang erat persahabatnmu. Bawalah hingga ke surgaNya. Tidaklah cukup persahabatan ini di dunia. Sahabat, tunggulah diriku di surgaNya.
Menerima dan Mengakui
Menerima dan mengakui perasaan, ahhh menurutku itu bukan hal yang sederhana, sulit sekali bukan mengungkapkannya.
Ya, Jika menurut kamu tidak seperti itu mungkin hanya saya saja yang merasakannya.
Jangan lihat aku seperti itu, aku tak memendam benci ataupun kesal, juga tidak berniat membuatmu kesal seperti itu, aku hanya sedang menutupi perasaanku.
Jika kamu tau, aku hanya ingin bilang aku sayang kamu, aku sayang kalian, dan juga ingin berucap terimakasih. Ya terimakasih karena telah hadir dan mengisi hari yang indah di hidupku, menjadi teman seperjuangan dalam berhijrah dan istiqomah di jalan Nya, sahabat dalam taat, mengajak berbuat lebih baik dan bermanfaat lebih banyak lagi.
Kamu tau, ingin sekali aku mengungkapkannya. Berbincang tanpa membuatmu kesal, mengekspresikan rasa sayang dan rindu dengan baik tanpa membuatmu malah risih dekat denganku.
Maafkan aku yang selalu berpura-pura tidak membutuhkanmu, berpura tidak menyayangimu, berpura baik-baik saja, berpura tidak ada yang perlu ku ceritakan tentang hidupku, seperti kamu menceritakan hidupmu.
Aku ingin, aku ingin ikut bercerita. Tapi, tapi aku tidak ingin membebanimu dengan persoalan hidupku, aku tak ingin ada satupun rasa yang tidak mengenakan merusak cerita dalam hidupmu, membuatmu ikut memikirkannya.
Arghhh, sampai akhirnya kita dipisahkan oleh jarak dan aku masih belum bisa mengupkapkannya, aku tak kuat memikirkannya, batinku berontak.
Hari berlalu, bulan berganti, tahun demi tahun terlewati, kamu sudah punya kegiatan baru, begitupun aku semestinya.
Terimakasih, maafkan aku yah yang tak bisa membuat kamu merasakan bahwa kehadiranmu merasa dihargai dan teramat berharga dihidupku, aku sayang kalian.
Biar saja jarak memisahkan, tapi tolong selalu mendoakan yah.
Terimakasih Allah, Engkau telah menghadirkan mereka dalam hidupku.
10/02/19 - 22.01