Dari 12 bulan hijriyah, ada 4 bulan yang kita di warning betul sama Allah untuk bersungguh-sungguh meninggalkan maksiat. Bulan-bulan itu adalah Dzulqi'dah, Dzulhijjah, Al-Muharram dan Rajab.
"...maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu... " (QS.At Taubah:36).
Menariknya, Allah letakkan warning itu di surat At Taubah. At taubah artinya pengampunan. Dinamakan surat At-Taubah, karena kata At-Taubah (pengampunan) disebut berulang kali di surat ini.
Maka, sejatinya warning yang Allah beri di ayat ke 36 surat At-Taubah ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi justru sebagai bukti betapa sayangnya Allah pada kita, para pendosa yang sedang ditutupi aib-aibnya.
Bahkan, saat seisi dunia menghujat dan melabelimu sebagai ahli maksiat, Allah tetap menunggumu di pintu taubat.
Bahkan, saat seisi dunia tak lagi percaya dan tak lagi sudi memberimu kesempatan kedua, Allah tetap percaya kau layak diberi kesempatan-kesempatan selanjutnya.
Bahkan, saat seisi dunia tahu segala aib-aibmu dan satu persatu mereka menjauh darimu lalu meninggalkanmu, Allah tetap sudi menerimamu dan menyebutmu; "hamba-Ku" 🥺❤
"Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..." (QS.Az-Zumar:53).
Sungguh, tak ada yang menerima kita dengan penerimaan yang lebih indah daripada penerimaan Allah.
Allah tahu, akhir-akhir ini kedua mata itu sering basah karena menyesali langkah-langkahnya yang salah di masa lalu.
Allah melihat, sekecil apapun ikhtiar hamba-Nya untuk bertaubat. Meski tak jarang, dosa yang sama masih saja terulang.
Allah mendengar, berisiknya isi kepala hamba-hamba-Nya, yang mereka sendiri pun bingung dari mana harus mengurainya.
Maka, bulan-bulan haram ini adalah momentum yang tepat untuk kembali mendekat dan bersungguh-sungguh meninggalkan maksiat.
Mendekatlah pada-Nya, sumber di mana ketenangan yang selama ini dicari-cari itu bermuara.
Bersungguh-sungguhlah meninggalkan maksiat, akar dari segala kegelisahan yang selama ini merenggut ketenangan.
Semoga Allah mampukan kita.
@rizqan-kareema



















