Berpikir Kreatif (Part 3)
mengutip dari Ngaji Filsafat oleh Dr. Fahruddin Faiz
Berpikir kreatif memiliki definisi sebagai suatu keterampilan/perilaku/proses/guna.
Berpikir kreatif adalah suatu keterampilan yaitu satu proses yang menghasilkan ide/gagasan yang baru. Kemampuan berpikir kreatif terbukti dengan munculnya inisiatif/ide/gagasan/solusi/kemungkinan yang baru.
Berpikir kreatif membutuhkan beberapa asumsi/aspek, seperti:
Perilakunya: untuk bisa berpikir kreatif dibutuhkan orang yang punya perilaku menerima perubahan, siap menghadapi kemungkinan, dan fleksibel dalam pandangan. Orang yang kaku dalam berpandangan akan sulit masuk ke ranah berpikir kreatif. Disinilah nanti akarnya kejumudan, kekakuan, kebekuan yang membuat suatu budaya/peradaban tidak berkembang.
Prosesnya: yang memungkinkan terjadinya pemikiran kreatif itu adalah dibutuhkannya ruang untuk pengembangan dan kemajuan. Tidak mungkin orang yang mampu dan mau berpikir kreatif kalau ruang pengembangan dan kemajuannya ditutup.
3Gunanya: berpikir kreatif membantu menemukan dan memecahkan masalah lebih cepat serta mudah. Masalah terjadi karena jawaban-jawaban lama yang semula diyakini sebagai solusi, ternyata tidak menyelesaikan. Manfaat berpikir kreatif: - Berpikir kreatif dibutuhkan untuk membantu menemukan alternatif jawaban yang baru; - Berpikir kreatif memberikan perspektif/tawaran untuk dipilih sebagai jalan lahirnya perubahan yang lebih baik.
Metodenya: daya kreatif tidak bisa dipatenkan, polanya macam-macam. Ada pola umum, dengan jenis metodenya:
Evolusi: perubahan gradual, misal gagasan keilmuan sebelumnya diterima, kemudian dilanjutkan, dan diteruskan sesuai versinya. Dalam dunia ilmiah dikenal dengan istilah "continuity and change", melanjutkan tetapi ada perubahan disesuaikan situasi dan kondisi orang yang menjalani langsung. Perubahan ide karena ada perubahan dinamika dalam ruang dan waktu.
Sintesis: dari beberapa gagasan dikumpulkan sehingga lahir sesuatu yang baru, gabungan dari tesis dan antitesis. Gagasan yang beragam, saling berbeda disatukan.
Revolusi: tawaran gagasan-gagasan memunculkan sesuatu yang sama sekali baru, sebelumnya tidak dikenal. Butuh keahlian lebih untuk melakukan revolusi.
Reaplikasi: menggunakan ulang, memperlakukan sesuatu dengan sudut pandang yang sama sekali baru. Sesuatu diambil lagi, dipakai dengan sudut pandang yang baru, pemahaman berbeda.
Mengubah arah: menggunakan suatu ide/gagasan yang sebelumnya tidak untuk hal tertentu, tetapi sekarang digunakan pada hal tersebut, mengubah tujuannya.
Brainstorming: mengumpulkan sebanyak-banyaknya ide/gagasan yang mungkin tidak peduli apakah cocok, baik, sesuai, masuk akal. Selanjutnya diseleksi, dipilih yang paling sesuai, cocok, dan relevan.
"Cara terbaik untuk mendapatkan gagasan-gagasan yang bagus adalah dengan cara mengumpulkan sebanyak mungkin gagasan/ide, kemudian membuang yang jelek-jelek."
Dalam menyelesaikan masalah, biasanya dilakukan dengan cara semua orang diminta menyampaikan ide/gagasan. Setelah terkumpul, dipilih sesuai standar yang diinginkan dan didapat paling relevan, sisanya disisihkan. Ketemulah sesuatu yang baru untuk menyelesaikan masalah. -bersambung-
*Yogyakarta-Solo, 30 Januari 2022*
-ditulis saat perjalanan KRL dari Jogja ke Solo-