Fase-fase Kehidupan
Waktu kecil kita mungkin makan disuapi, minum dari apa yang sudah tersedia, dan memakai baju sesuai apa yang ada. Merengek ketika ingin meminta sesuatu. Bermain ketika ada waktu luang. Terasa, tanpa beban.
Ketika memasuki dunia sekolah. Rasanya, begitu bahagia, ya? Bisa bertemu teman sebaya, belajar berbagai hal baru. Sekolah memberikan circle yang kompetitif. Sehingga untuk pertama kalinya, kita memiliki hasrat dan tujuan yang ingin dicapai. Misalnya tujuan ingin peringkat pertama, tujuan untuk tidak perlu remidial, ataupun prestasi lain yang ada di sekolah.
Rasanya, memiliki sesuatu yang ingin dicapai itu menyenangkan bukan?
Sama halnya ketika memasuki fase kuliah. Akan bertambah hal baru yang dipelajari, akan bertambah target yang ingin dicapai setiap waktunya. Namun bagaimana dengan masa selepas wisuda?
Tidak ada lagi tuntutan harus belajar, tidak ada kurikulum yang mengatur kehidupan. Tidak pula ada target yang tersedia untuk dipilih dengan mudah. Sebab ketika fase itu, kita adalah pemegang kendali atas kehidupan kita. Menetapkan tujuan, mencari jalan, merencanakan kurikulum baru bagi kehidupan.
Oh, begini ya kehidupan?
Kita akan mulai menyadari apa yang kita punya dan apa yang dunia butuhkan. Kita akan menyadari bahwa untuk membangun rumah perlu perencanaan yang dimulai dari dasar.
Tidak mudah, ya? Sangat.
Namun begitulah hidup, ia terus merangkak maju. Akan ada fase-fase yang berbeda di setiap waktu. Setiap fase pasti akan terjadi dan pasti akan terlewati pula.
Hidup adalah pilihan, tapi ada masanya kita harus membuat sendiri options pilihan yang akan dipilih. Terus tumbuh, jangan takut berpeluh.🌻
Purworejo, 3 Januari 2021 | @parviscandelis













