Sa'ad bin Mu'adz berkata kepada kaumnya, "Bagaimana kedudukanku di hadapan kalian."
Mereka berkata, "Engkau adalah pemimpin kami, orang yang paling baik pendapatnya di antara kami, sekaligus wakil kami."
Sa'ad melanjutkan kata-katanya kepada mereka, "Sesungguhnya laki-laki maupun wanita di antara kalian haram berbicara denganku sampai kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya."
Sore harinya, di rumah 'Abdul Asyhal, semua laki-laki dan wanita pengikut Sa'ad, tanpa kecuali, menyatakan keislamannya.
(Dalam buku Dakwah Islam halaman 107-108)
Begitulah Islam yang telah membuat salah satu pembesar Yastrib (Madinah) menyeru kaumnya untuk berislam.
Dia meyakini bahwa Rasulullah adalah utusan Allah, dan menegakkan aturan Allah dalam kehidupan menjadi suatu keharusan. Dia berjanji setia pada Rasulullah, membersamai beliau untuk mengemban Islam. Dia berperang, memberikan harta dan jiwanya untuk membela Islam juga Rasulullah.
Hingga ajal menjelang, membuat 'Arsy Allah berguncang karena kematiannya. Sebab pembelaannya pada Islam yang sungguh luar biasa.














