Belakangan ini saya sedang mengikuti drama Korea The Banker. Dari drama tersebut saya mendapatkan inspirasi untuk menulis ini.
Beda tujuan, beda juga langkahnya
Tak ada kawan yang abadi, yang ada kepentingan pribadi yang abadi. Seperti politik? Bisa dibilang iya.
Di drama The Banker ada seorang auditor yang memiliki visi untuk membuat bank bersih dari korupsi, kolusi, nepotisme. Siapapun orangnya bahkan seorang presiden bank pun akan dia audit jika dicurigai berbuat korupsi.
Sementara tokoh-tokoh lain di bank tersebut berusaha bagaimanapun caranya untuk mencapai puncak karir sebagai presiden bank.
Dampaknya membuat di bank ada beberapa kubu dengan kepentingan yang sama tapi cara menjatuhkan yang berbeda. Iya alih-alih bekerjasama untuk membuat bank semakin baik malah mereka saling menjatuhkan agar tokoh-tokoh lain bersalah dan keluar dari bank tersebut.
Mula-mula mereka bergabung dengan auditor, seolah-olah mereka mendukung. Iya sih mereka mendukung auditor untuk menjatuhkan lawan. Tapi siapa menyangka ternyata mereka juga punya 'dosa' yang ujung-ujungnya mereka dikejar auditor juga.
Si auditor ini fokus membuat bank bersih, langkah-langkah yang diambil pun mengarah kesitu. Tidak ada niat untuk menjatuhkan teman, dia cuma fokus mengaudit.
Sementara tokoh-tokoh lain fokus untuk menjadi presiden bank, apapun caranya sekalipun kotor ia akan lakukan.
Eh ini balik lagi ke niat ya.
Ternyata kalo niatnya baik langkah-langkah yang dilakukan juga akan baik
So, ayo perhatikan lagi niatnya sudah baik atau belum
Tangerang, 16 Mei 2019 - 11 Ramadhan 1440 H