Yang namanya “mencari” kita mesti sabar, jika lelah mendera tak apa, istirahatlah sebentar. Tapi jangan pernah berhenti untuk tak memulai lagi.
Vivi Ar (Selamat mencari)
RMH

Janaina Medeiros

@theartofmadeline
No title available
wallacepolsom

oozey mess

pixel skylines
Show & Tell
he wasn't even looking at me and he found me
dirt enthusiast
h
d e v o n
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

★
hello vonnie
Sade Olutola
Cosmic Funnies

Love Begins
art blog(derogatory)
sheepfilms
seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Russia

seen from Australia
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Türkiye

seen from France
seen from Iraq
seen from Iraq
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@tomthahir
Yang namanya “mencari” kita mesti sabar, jika lelah mendera tak apa, istirahatlah sebentar. Tapi jangan pernah berhenti untuk tak memulai lagi.
Vivi Ar (Selamat mencari)
Renungan
Dari grup sebelah moga membawa inspirasi.... Ini adalah kisah yang didapatkan dari milis warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di Jerman. Layak untuk dibaca beberapa menit. Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Tugas terakhir dosen yang diberikan kepada siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yg mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah. Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami n anak bungsu saya yang menunggu di taman kampus, lalu pergi ke restoran McDonald's yg berada di kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya minta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk dan saya ikut antrian. Ketika saya sedang dalam antrian, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri dibelakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian. Perasaan panik menguasai diri saya, ketika melihat mengapa mereka semua menyingkir ? Saat berbalik saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali. Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu. Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai didepan counter. Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang dia pegang hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka. (Aturan di restoran di Jerman, jika ingin duduk di dalam restoran n menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan. Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yg terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka.. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya. Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah. Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua." Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya." Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Allah juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian." Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu. Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-2ku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan. Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu diantaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami." Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearah kami sambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya. Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Allah itu sangat HANGAT dan INDAH sekali! Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini ditangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya. Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya. "Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu." Dengan caraNYA sendiri, Allah telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT." Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA! Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya! Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu. Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! 👌👌👌
Teman bicara
Memang susah untuk menikmati sesuatu saat hati sedang tak terkendali Mungkin jika bercerita maka keadaan lingkungan yang akan menjadi tersangka Namun jika dirasa lebih dalam dia bukan tersangka utama Ada hal yg lebih mendasar dari pada itu Mungkin Banda Neira benar, jika rindu itu lebih untuk melepaskan rasa hati, melepaskan kegelisahan hati walau hanya dengan berbicara entah itu terhadap apa dan siapa Dengan siapa rindu itu dilepaskan? Entahlah, diri ini pun tak mengerti Saat ini yang di mau hanya bicara, bercakap, ngobrol, tertawa dan sebagainya. Meskipun belum tau hal apa yang akan dibahas, namun mudah-mudahan rasa dihati ini lega, karena memiliki teman berbagi
Rasa itu bernama putus asa
Putus asa adalah rasa Rasa yang muncul tanpa diminta Rasa yg pembuat pemiliknya tak berdaya Dan rasa yang menunjukkan bahwa pemiliknya adalah makhluk lemah
Tapi putus asa hanya rasa Rasa yg dapat dilawan Rasa yang dapat diperjuangkan Dan rasa yang menunjukkan bahwa semua itu butuh perjuangan
Karena putus asa hanyalah sekedar rasa
Tomthahir
Keep your parents smiling. They spent their days, and nights keeping you from crying.
(via laanat)
Inilah kenapa saya lebih suka baca buku dibandingkan nonton film. Ngebayangin tokohnya suka-suka saya. Ngegambarin gimana latar tempatnya juga semaunya saya. Alhasil setiap dari kita pasti punya imajinasi tersendiri. Kisah nyata tentang anak perempuan yang punya kebiasaan unik yang terkadang orang kebanyakan menyebutnya nakal. Ah senang sekali membaca buku ini, rasanya telat sekali karena saya baru membacanya di tahun ke-2014 ini. Padahal ini buku sudah lumayan lama, dan kisah nyata ini bahkan sudah saat perang dunia kedua. Saya memang penarik kesimpulan yang aneh, hasil baca buku juga suka-suka saya menyimpulkannya bagaimana dan seperti apa. Intinya pendidikan dan pembinaan seorang anak itu dibutuhkan ilmu dan kecerdasan serta keterampilan sesuai dengan kebutuhan anak. Anak membutuhkan kepercayaan dari orang dewasa. Karena bisa jadi, pengaruh buruk anak ya memang lingkungan dan orang dewasa di sekitarnya. Pendidikan dan pembinaan penting di dalam keluarga, oke banget ini membuat saya semakin semangat bahwa tanggung jawab itu ada pada diri seorang ibu dan ayah tentunya. Tak bisa juga dilepaskan dari proses pendidikan di luar keluarga, yaitu sekolah. Ah semoga di Indonesia nantinya akan muncul sekolah-sekolah kreatif yang bukan hanya berorientasi nilai pada rapor akan tetapi benarlah nilai dalam kehidupan. Buku ini jelas semakin menambah semangat saya untuk juga bisa ikut berkecimpung di dunia pendidikan dan pembinaan anak, insya Allah. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi.
ini yang saya bilang tempo hari, kaseeh-do-it
Jordan "Wolfie" Belfort berbagi rahasia menuju kesuksesan dan cara menjual pena yang benar.
sudah banyak nasihat menjadi orang sukses, tp tak pernah salah jika yg ini pun dibaca
Mengapa memperoleh gelar master gak akan bikin kamu jadi orang kaya? Temukan alasannya di sini.
pada dasarnya semua terletak pada pilihan yang dipilih, dan jangan pernah menyesal dengan pilihan yang telah dijalani, kita hanya harus menjalani dan menikmatinya sebagai bagian dan cerita dari kehidupan kita
#weareallpalestinians
http://www.hipwee.com/inspirasi/hal-yang-lebih-penting-dari-sekedar-punya-pacar-di-umurmu-yang-20/
seperti ini seharusnya
25 hal yang perlu kamu ketahui sebelum menyambut usia 25 tahun. Tentang menghadapi berbagai dinamika kehidupan dan terus belajar jadi pribadi yang lebih baik.
sudahkan sedemikiankah kita ?
Insight dari pilihan Prabowo. Mari lebih bijak menilai.
—-
Saya salut dan menghormati keputusan Prabowo untuk mengundurkan diri dari pemilihan presiden. Suatu langkah rasional yang nasionalis. Untuk itu saya berterima kasih kepadanya.
Tanpa Hatta Rajasa ia berpidato menolak pelaksanaan...
sudut pandang cerdas...salut
KISAH NYATA : Hidup Bocah Polos Zhang Ta Menginspirasi Banyak Orang
Zhang Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunya lari dari rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia tak mau menafkahi keluarganya. Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya. Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun. Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari. Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah. Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda. Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab," katanya. Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" papar pembawa acara. Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembawa acara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" katanya menegaskan. Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!" kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton. Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai.
[INFOGRAFIS] 9 Kebiasaan Orang Kaya
form : https://www.selasar.com/khas-selasar/infografis-9-kebiasaan-orang-kaya
mari belajar Marketing
Sejumlah mahasiswa bertanya pada dosennya tentang arti dari beberapa istilah dalam dunia marketing. Agar lebih mudah dipahami ia menjelaskannya dengan sejumlah analogi:
1. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk! Itu namanya Direct Marketing.
2. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Salah satu temanmu menghampirinya. Sambil menunjuk ke arah kamu, temanmu itu berkata, Dia orang kaya, nikah sama dia, ya! Itu namanya Advertising.
3. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, lalu minta nomor HP. Esok harinya kamu telepon dia dan langsung bilang, Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk! Itu namanya Telemarketing.
4. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu merapikan diri, lalu menuangkan minuman buat dia, dan membukakan pintu buat dia. Sambil mengantarnya pulang, kamu bilang, By the way, saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk! Itu namanya Public Relations. 5. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Dia menghampiri kamu dan berkata, Kamu orang kaya, kan? Nikah sama saya, yuk!' Itu namanya Brand Recognition.
6. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!, tapi dia malah menampar kamu. Itu namanya Customer Feedback.
7. Ada gadis cantik di sebuah pesta. Kamu mendatanginya dan langsung bilang, Saya orang kaya. Nikah sama saya, yuk!, terus dia memperkenalkan kamu ke suaminya. Itu namanya Demand and Supply Gap.
8. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, tapi belum juga kamu sempat bilang apa-apa, ada pria lain datang dan langsung berkata, Saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!' Lalu sang gadis pergi dengan pria tersebut. Itu namanya Losing Market Share.
9. Kamu melihat gadis cantik di sebuah pesta. Kamu menghampirinya, tapi belum juga kamu sempat bilang, Saya orang kaya nih. Nikah sama saya, yuk!'.... tiba-tiba istri kamu nongol! Itu namanya Barrier to New Market Entry.
11 Fakta tentang Gaza:
1). Ternyata warga negara asing yang disegani oleh warga di sana adalah warga negara Indonesia! Selain karena Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia (semoga warga Palestina tidak mengetahui kondisi keIslaman Indonesia supaya tidak kecewa ), juga karena Indonesia selalu memberikan dukungan moriil dibandingkan dengan negara lain, baik negara di Timur Tengah lain sekalipun.
2). Walaupun tinggal di area konflik, anak-anak di Gaza tidak ada yang trauma sedikitpun. Wajah mereka selalu riang dan ceria.
3). Ternyata rata-rata pendidikan minimal warga sana adalah S2 !
4). Saat mengunjungi panti orang cacat, disana juga para penghuninya juga tidak ada yang murung. Semuanya menampakkan wajah ceria! Yang mereka yakini adalah bagian tubuh mereka yang tidak ada telah mendahului mereka ke Surga.
5). Rata-rata masyarakatnya hafidz 30 juz.
6). Rata-rata ibu-ibu di sana tidak tidur sebelum membaca 3 juz Al-Qur’an.
7). Saat komisi X DPR ke sana mereka sempat mengunjungi penjara hasil tawanan Israel. Dan ternyata disana berisi ibu-ibu dan anak Palestina yang dikurung dengan dakwaan yang tidak jelas alasannya. Dan hukuman untuk mereka rata-rata tidak logis. 1000 tahun penjara! Sebegitu takutkah Israel terhadap Palestina?
8). Setiap anak kecil yang ditanya, mereka bercita-cita menjadi pasukan Izzuddin Al Qasam dan syahid di jalan Allah
9). Angka kelahiran selalu sama dengan atau lebih besar dari angka kematian. Tanah yang takkan kekurangan Pejuang!
10). Sebagian dari warga dunia mengira rakyat Palestina memperjuangkan ‘tanah kelahiran mereka’. Nyatanya jawaban mereka adalah, ’ kami di sini memperjuangkan tanah yang memang ditakdirkan untuk umat Islam. Hanya saja karena kami lah yang ditakdirkan untuk lahir di sini, makan kamilah berkewajiban untuk melindungi tanah umat Islam ini.
11). Di sana tidak ada pupuk. Namun ternyata semua hasil pertaniannya adalah grade A. Grade terbaik! Memang, tanah akan kian subur apabila disirami darah para As-Syuhada!
Sumber: Berbagi Ilmu Agama Islam
*foto tahun 2008
Raja yang akan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan besar Pasti tak punya menteri yg sedia tiap saat dipanggil menghadap Justru dia yang akan mengunjungi mereka untuk meminta nasehat Sebab TUGAS BESAR hanya mampu dituntaskan oleh mereka yang BERJIWA BESAR
Meng tze