"Tidurlah dengan mengingat mati, dan bangunlah dengan pikiran bahwa engkau tidak akan hidup lama."
—Uwais Al-Qarni
wallacepolsom
Keni
Xuebing Du
DEAR READER
tumblr dot com
h
Jules of Nature
I'd rather be in outer space 🛸
art blog(derogatory)
TVSTRANGERTHINGS

roma★
One Nice Bug Per Day

祝日 / Permanent Vacation

blake kathryn
Claire Keane
ojovivo

No title available
🪼

❣ Chile in a Photography ❣

Andulka

seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Bangladesh
seen from Moldova

seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
@zaka-rima
"Tidurlah dengan mengingat mati, dan bangunlah dengan pikiran bahwa engkau tidak akan hidup lama."
—Uwais Al-Qarni
Rabbi.. jika suatu saat Kau takdirkan diri ini untuk berpisah dengan dunia, izinkan diri ini untuk menunaikan segala kewajibannya. Hingga saat nanti menghadapmu, tak ada lagi yang harus ku khawatirkan.
#khadijah1998
Wahai wanita,
Yang singgah belum tentu sungguh.
Yang memikat belum tentu siap mengikat.
Wanita itu kuat, bisa menahan banyak rasa sakit. Tapi kalau sudah menyangkut urusan hati, jadi lemah selemah-lemahnya.
Kuncinya satu, jangan memulai. Jangan coba-coba. Tetap jadi dirimu yang fokus pada kualitas dirimu dan mimpi-mimpi besarmu.
Ya Allah pertemukan dan persatukan aku dengan orang-orang yang mempunyai niat yang sama karena-Mu
Bismillaah, karena Allah..
:")
Aku pamit pergi dulu ya, terima kasih untuk semuanya
Semoga kau baik-baik saja disana~
Ada nasihat bijak di bulan yang lumrah bertaburan undangan pernikahan. Ya, memang banyak sekali nasihat tentang menikah. Salah satunya seperti yang tertulis di status whatsapp di bawah ini
Ada seseorang yang tiba tiba menyadarkanku tentang suatu hal dan membuatku berpikir
"Apakah benar selama ini aku serius dalam berdakwah? Apakah benar selama ini Aku berdakwah hanya karena Allah semata? Apakah sudah benar selama ini cara berdakwahku? Adakah segala kalimat dakwah yang kusampaikan juga selalu kulakukan?"
__________
10.10.21. 22.35
Jangan sampai berhenti pada pernah
Wahai diri.. Kau pernah jumpai dirimu sangat bahagia karena sesuatu. Rasanya melayang, ringan, tenang, dan dekat. Tak sekalipun merasa takut kehilangan..
Kau pernah dalam kondisi itu.
Candu, rindu jadi satu.
Tak mau jauh
Aku tak bisa gambarkan rasanya. Tapi jika kulukiskan pada kata. Rasanya seperti sedang terbang
Mengangkasa
Bebas
Bertemu sebenar benarnya jati diri
Berada di alam lain
Tapi tetap sadar sedang berpijak
Rasanya seperti bertemu sesuatu yang membuat bahagia tapi tak berlebihan atau bahkan mengalami kegelisahan
Bahagianya mampu menularkan senyum.
Bahagianya mampu memberikan energi
Kau pernah dalam kondisi paling bahagia, bahagia yang sejati. Hatimu sejuk sekali, sampai tak sadar senyum sendiri dan segera beranjak untuk aktif dalam kegiatan sehari-hari.
Melihatmu, sekelilingmu heran apa yang terjadi. Iya, orang lain tak perlu tahu bahwa kau sedang berada dalam celupan perasaan paling indah. Hari dimana kondisi hatimu dan kalam-Nya sedang bersatu dalam ikatan harmoni..
Memang jika jiwa sedang merasa dekat dengan sebenar-benar pemilik cinta. Kesulitan apapun akan jadi seperti semut di ujung sungai. Tak tampak bahkan ringan sekali. Kemudahan yang dijumpai berganti dengan untaian kalimat syukur tak lupa mengingat yang dicintai.
Ah kau pernah di masa itu.
Yuk kembali mengulang dan terus mengulangnya
Jangan sampai berhenti pada pernah..
_____________
22.09.21. 21.39
Perempuan itu layaknya sebuah buku.
Beberapa menipu dengan covernya, beberapa mengejutkanmu dengan isinya.
Ketika
Ketika ada keinginan berkata buruk kepada orang yang teramat membuat kesal ada hati kecil yang berteriak menjerit mengingatkan
"Apakah pantas lisan yang kau gunakan untuk merayu, memohon, dan berkata baik kepada-Nya kau gunakan (juga) untuk berkata buruk kepada orang lain?"
Kesal Atau marah lampiaskan dengan kalimat dan cara yang baik. Sungguh, Tak ada kerugian di dalamnya ketika coba melakukan itu.
Dan itu perlu seni memang. Mengelola kalimat ketika emosi agar tak jadi boomerang di kemudian hari. Bukankah kita harus bisa jadi Tuan untuk diri sendiri? Agar bukan hal negatif yang menguasai. Tapi nurani jernih yang berbisik mengingatkan dengan lembut bagaimana seharusnya seorang diri.
________
9.9.21. 22.08
Menyederhanakan Pinta
Lalu lalang peristiwa manusia dan lika liku (hingga luka) kehidupan mengajarkanku tak lagi banyak meminta dalam doa. Aku tetap si pengejar mimpi yang tangguh. Tapi dalam setiap pinta, terutama menyoal bagaimana hidupku. Aku hanya berharap doa yang banyak dipanjatkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam
adalah:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirat hasanah, waqina adzabannar."
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Al-Baqarah: 201)"
______
Pintaku hanya sederhana. Kamu? Semoga segala cita yang sedang kita upayakan tak membuat kita lupa hakikat penciptaan diri sebagai manusia di muka bumi
______
9.9.21. 21.58
sebagaimana Allah menggerakkan langkahku, semoga langkahmu juga lekas Allah gerakkan dalam himpunan kebaikan-kebaikan.
Tetaplah menjaga mimpimu, menjaga doamu, menjaga harapmu. Sebab, bila saat ini engkau ingin menyerah, ingatlah doa dan harap yang tetap kau jaga meski seringkali engkau merasa lelah. Tidak ada doa yang tidak dikabulkan. Ini semua hanya soal waktu. Bersabarlah dengan sabar yang baik.
Melipat Waktu
Waktu yang sudah sangat cepat ini terasa sangat aneh.. entah mengapa jika denganmu terasa lebih cepat.
Kau melipat waktuku.
Tak terasa obrolan sudah 3 jam. Lalu tak sadar sudah seharian.
Entah ketika tak bersamamu semuanya terasa begitu lambat.
Dan justru aku berharap ini terjadi.
Aku hanya ingin menikmati waktuku.
Kembali seperti dulu.
Tak di ganggu.
Sama kamu.
Maaf ya
Kau bukan pengganggu
Hanya saja...
Kita semua sedang diambang batas waktu
Diantara dua pilihan
Berada di titik temu
Atau berakhir pada hubungan semu
Dan saat ini
Aku sedang tidak ingin memikirkan kedua hal itu
Aku ingin fokus pada diriku
Kau sebenarnya juga kan?
Butuh waktu sendiri dengan dirimu
Jika urusan shalat sudah kamu anggap sepele, maka apa yang sebenarnya urusan yang kamu anggap penting?
Imam Hasan al-Bashri. Udah shalat belum? (via creativemuslim)
:”))