Kepergian Ayah Jenna membuat Jenna patah hati, Jenna seorang guru IPA di sekolah internasional di BSD. Di awal ayah Jenna kepergian ayah Jenna membuat yang harus mengajar di Sekolah dasar swasta tetap harus tersenyum di depan murid-muridnya. Dia tetap mengajar dan tersenyum di depan muridnya. Ayahnya Jenna pergi meninggalkan dunia ini setelah melawan penyakit Jantung yang dideritanya selama hampir 10 tahun. Jenna anak satu-satunya sehingga Jenna dan Ayahnya sangat dekat, Jenna lebih nyaman bercerita dengan Ayahnya dibandingkan Ibunya.
Menurut Jenna Ayahnya lebih dapat dipercaya dibandingkan Ibunya karena biasanya ketika Jenna cerita Ibunya, ceritanya akan sampai ke Neneknya, bibinya yang di padang, omnya yang di bali sampai tantenya yang di maluku. Makanya kehilangan Ayahnya membuat Jenna kehilangan tempat ceritanya, selain itu Ibunya sibuk bekerja menggantikan Ayahnya melanjutkan usaha bisnis furniturenya.
Sebulan setelah kepergian Ayahnya, Jenna mendapatkan kabar dari Roby lelaki yang sudah menemani Jenna selama 8 tahun ini. Jenna bertemu robby ketika masa SMA awalnya mereka bersahabat akhirnya lanjut pacaran hingga saat ini. Sayangnya menurut hubungan mereka ini ditentang dari orang tua Robby yang menilai keluarganya gak setara apalagi profesi jenna yang sebagai guru swasta, mereka berharap Robby dengan kolega mereka yang setara sebagai seperti Robby yang berprofesi dokter. Tapi Robby bersikeras untuk tetap menjalani hubungan ini walaupun tanpa restu Ibunya. Sampai hari ini tiba-tiba Robby mengirimkan pesan ke Jenna.
”Jen, aku mau ngomong serius sama kamu” Robby memulai pembicaraan.
“ ya, ngomong aja by atau mau ketemu langsung?”, tanya Jenna
” Nggak perlu aku ngomong aja via telepon WA aja ya Jen”
“ Jen aku rasa kita ga bisa lanjut lagi, aku rasa aku dan kamu gak ada masa depannya, jadi aku rasa kita cukup sampai disini, Ibu aku sampai hari ini masih belum menerima kita Jenna”
”Kenapa kamu menyerah sekarang rob, apa salah aku?” Tanya Jenna
”Kamu gak salah Jen, semoga kamu bertemu laki-laki yang lebih baik dari Aku ya”
Telepon diputus tiba-tiba dari Robby sebelum Jenna berkata apa-apa.
Jenna terdiam memikirkan apa salahnya sehingga Robby memutuskannya tiba-tiba.
Jenna menangis, menangis di atas kasurnya menangisi kepergian lelaki yang sudah menemani dia selama 8 tahun ini. Dia bertanya-tanya kenapa robby memutuskannya, padahal robby berjanji akan berniat menikahinya tahun ini. Tapi sekarang semua hanya mimpi, mimpi yang tiba-tiba di luluh lantahkan hari ini
“Jenn mau nggak bantuin gw buat jadi Tour Leader ke Eropa, temen-temen gw lagi pada gak bisa jadi Tour Leader, ini tuh lagi rame banget di kantor gw konsumennya”, pinta Sarah ke Jenna
”Emang lu kenapa gak bisa sih Sar?”, tanya Jena
”Emak gw nyuruh balik urgent katanya, soalnya kalo gw gak ikut nama gw di coret dari daftar warisan jen”
”heh Sarah Widjayanto, lu ngedoain emak lu mati? Istigfar lu Sar