“Di hadapanku ada dua pilihan. Menetap atau menyerah. Keduanya sama-sama menyakitkan. Tetapi salah satunya bisa jadi pilihan yang benar.”
— Which way to go? // Andira Wu

shark vs the universe

roma★

No title available

Origami Around
Monterey Bay Aquarium
Cosimo Galluzzi
noise dept.

No title available
we're not kids anymore.
Show & Tell
tumblr dot com

izzy's playlists!
macklin celebrini has autism
Sade Olutola
Cosmic Funnies
One Nice Bug Per Day
h
untitled

PR's Tumblrdome

Love Begins
seen from Russia
seen from Türkiye
seen from France
seen from Armenia
seen from Armenia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from Azerbaijan

seen from Albania
seen from Iraq
seen from Albania
seen from Costa Rica

seen from Albania
@kisahkelana
“Di hadapanku ada dua pilihan. Menetap atau menyerah. Keduanya sama-sama menyakitkan. Tetapi salah satunya bisa jadi pilihan yang benar.”
— Which way to go? // Andira Wu
Di Kereta
Senjakala diluntur malam
Kereta terus melaju menembus harap
Menoleh jendela bersilau lampu menari dikedua bola mata
Di kereta ini kita diantara kursi-kursi yang kosong sepanjang gerbong
Mengalir aroma harum tubuhmu
Benih rasa bertumbuh penuh berdebar disekujur tubuh
Dikursi itulah rasa mulai menumbuh
Kupandang wajahmu
Kukecup keningmu
Kupeluk tubuhmu
Hangat tubuhmu laju nafasmu ku serap sungguh
Sepanjang rel itu kita tempuh kenangan yang kukuh
-Kelana
Bandung, 31 Juli 2022
Takut menemukan sedangkan kamu tak pernah ingin dicari. Takut menyapa, sedangkan kamu berharap aku diam saja, takut terbiasa padahal bagimu aku tak ada istimewa-nya, takut nyaman padahal aku hanya selingan, takut menunggu padahal aku bukan orang yang kamu tuju. Takut kehilangan padahal aku tak pernah memiliki mu. Takut memulai karena aku tak pernah siap untuk mengakhiri
Dari semua ketakutan itu, ketakutan terbesarku adalah jatuh cinta, tapi sendirian saja
00;21
Bagian paling menyedihkan dari mencintaimu adalah, bahwa aku tak pernah punya kesempatan untuk memberikan cinta itu dalam bentuk yang kamu pahami. Kecuali dalam bentuk luka yang masih abadi.
—@yhharahap
Karena sejatinya yg benar terpandang dari manusia adalah sisi “buruk”nya
Diamku Penuh Pertanyaan
Jika aku bisa mengulang dan memutar waktu aku ingin berada diwaktu kita pernah saling bercerita apa adanya lalu terlelap dibuai malam hingga menembus pagi.
Jika aku bisa merasakan hatiku yang damai. Disitulah dimana aku masih bisa merasakan kehangatanmu.
Menghabiskan waktuku bersama perhatianmu, canda dan tawa kita, saling berbagi cerita, semua hal yang dilakukan jika bersamamu rasanya membuat aku selalu bahagia.
Kamu adalah rumah tempat aku pulang. dipangkuanmu, dipelukanmu dan bersandar kepadamu adalah hal yang membuatku bisa merasa nyaman dan tenang.
Aku rindu dimana kita saling mencari, saling membutuhkan, saling memberi kabar kapanpun kita mau, saling mengerti satu sama lain dan bisa bersua kala diterpa rindu.
Semua hal manis yang pernah kita lakukan bersama apakah kita bisa mengulangi nya lagi nona?
Aku ingin sekali cerita banyak hal kepadamu. Namun keadaan tak sebaik dulu. Hanya lara yang aku rasakan bahkan setiap malam ditengah kamarku yang selalu aku matikan lampunya pikiranku tidak ikut gelap selalu ada bayangan wajahmu.
Mau sampai kapan kita terus menyusuri keadaan ini yang membuat kita saling berdiam diri?Apakah aku bisa pulang kembali dalam pelukmu yang kuanngap kamu sebagai rumah?
Apakah yang aku rasakan sekarang ini sama halnya terjadi padamu?
Dibalik diamku sebenarnya aku selalu gelisah mengkhawatirkanmu. Semoga saling diamnya kita ini, bisa menyadarkan untuk lebih saling mengerti bahwa hubungan yang kita jalani jauh lebih berharga daripada saling mempertahankan ego.
-Kelana
Bandung, 17 Juli 2022
Redup
Diamku berujung tanda tanya
Kepala terus menerka
Penantian yang tak kunjung bersua
Aku takkan mampu terus melintas rimba
Dingin yang memalak hangat
Sepi yang merajam hati
Nestapa mendera di dada
Mengabur diselimuti kabut
Ada apakah denganmu nona?
Aku ingin mencium harummu
Aku dirundung rindu sambutan peluk hangatmu
Kembalilah layaknya seperti dulu
-Kelana
Bandung, 17 Juli 2022
Peringatan Munir
Seorang anak kecil bertanya pada Ayahnya "Pak siapa Munir itu dimana-mana aku selalu melihat wajahnya. Siapa dia?"
Ayahnya menjawab "Dia orang yang selalu dibarisan terdepan dalam membela dan membantu orang yang tertindas. Dia mati dibunuh karena membela yang benar. Dialah pahlawan Ham nak. Hidupnya terus mencari keadilan di negeri ini. Sampai matipun jiwanya terus hidup untuk mencari keadilan nak.
Terus anak itu bertanya kembali "Kenapa orang yang membela kebenaran malah dibunuh pak?"
Ayahnya bingung harus menjawab apa, seorang ayah itu hanya bisa menjawab dalam hati "Iya nak, negara ini telah membiarkan sejarah hitam. Membiarkan perkara hukum terhadap orang yang telah membunuhnya. Sampai sekarangpun yang menjadi dalang dari pembunuhan Munir tak pernah diusut dan tak pernah diungkap".
Lalu akhirnya Ayahnya menjawab pertanyaan anaknya tadi "Kamu jangan takut untuk membela dan menolong orang apalagi disitu ada kebenaran. Karena kelak orang yang kamu tolong akan menjadikan kamu orang yang sangat berarti baginya. Meski kamu nanti tumbuh dewasa dan mulai mengerti soal Munir kamu harus tetap membantu dan menolong orang yang lemah dan menentang yang tidak benar di negeri ini".
Belajarlah dari Munir dia tak gentar meski hidupnya terus diancam hanya karena membela kebenaran. Semoga kebaikan dan orang yang selalu menolong orang yang lemah demi kebenaran akan terus tumbuh.
Bandung, 7 September 2021
Sisi Api
Jovial Da Lopez dalam konten terakhirnya di skinnyindonesia24 pernah berkata "everyone has a fire side". Setiap orang pasti punya sisi api yang menjadikannya semangat untuk menggapai apa yg dia tuju. Dalam hal apapun itu. Maka tidak ada kata terlambat.
Sisi api dalam diri itu takkan padam sekalipun dengan berbagai pencapaian orang-orang yang saya kenal sekarang. Seperti kata lagunya Hindia "Hidup bukan saling mendahului bermimpilah sendiri-sendiri". Jangan goyah karena melihat pencapaian orang. Lebih baik berfokus untuk menggapai tujuan diri. Karena setiap orang punya jalannya masing-masing yang berbeda.
Dan masih dalam kata lagunya Hindia yang bunyinya "Besok mungkin kita sampai". Sepenggal bait yang mungkin bisa menenangkan dikala kita sedang dalam proses mencapai apa yang kita kejar. In better days mungkin kita sampai pada harapan. Selamat berusaha untuk mencapai tujuan diri. Semoga Tuan dan Puan bisa sampai tujuan. Bandung, 22 Juli 2021
Sekedar Cerita Setelah Mendengar Cerita
Ingat kata Nunu. "Saat orang cerita masalah hidupnya memang kita sebagai pendengar tidak akan pernah benar-benar merasakannya secara langsung. Adakalanya apapun yang kita lakukan yang tujuannya menenangkan takkan cukup membuatnya lebih baik".
Kita sebagai sang pendengar cerita memang takkan pernah benar-benar merasakan hidup seseorang yang sedang direndung masalah. Akan tetapi sang pendengar selalu berusaha mendengar dengan baik dan sebisa mungkin untuk memberikan sesuatu yang menjadi semangat buatnya.
Tapi dari sekian banyak kamu menjadi pendengar buat orang lain. Pasti disuatu momen kamu pernah menelan kata-kata pahit seperti ini "Iya kamu mah kan gapernah ngerasain dan gaakan ngerti masalah apa yang sekarang aku hadapin ngomong aja gampang". Perasaan kita sebagai pendengar terkadang suka kecewa saat kata-kata darinya malah seperti itu.
Niat ingin membuat semangatnya kembali, rela membuang waktu hanya untuk mendengarnya dan berusaha untuk simpati. Jika mendengar kata seperti itu. Terkadang apa yang telah dilakukan untuk menenangkannya merasa jadi sia-sia aja gitu.
Bandung, 16 Juli 2021
Bersabarlah
Saat hati sudah mulai risau dengan apa yang kamu perjuangkan, masih saja belum merubah apapun. Saat tumpuan harapan orang terkasih masih belum kau penuhi. Bahkan harapanmu saja belum kau gapai sampai saat ini. Saat perjuangan untuk mencapai impian yang kamu jalani begitu berat.
Disaat kondisi yang semakin sulit bahkan bermunculan orang-orang yang meragukanmu, memandangmu sebelah mata, sampai pada akhirnya membuatmu patah arang. Apapun, diluarsana yang membuatmu berada dititik dimana kamu merasa ingin menyerah. Bertahanlah kawan, beristirahatlah dulu sejenak, kamu sebetulnya hanya memerlukan energi untuk kembali berjuang.
Mungkin ini adalah bumbu-bumbu yang dapat meningkatkan rasa hidup untuk lebih dinikmati dalam mencapai suatu tujuan yang kamu kejar. Lihatlah kepada perjuangan yang sudah kamu lakukan. Jangan biarkan kamu sendiri yang ternyata mengkhianati perjuangan ini semua.
Jadikanlah ini titik balik untuk bisa kembali bergairah dan bersemangat. Jangan lupa perbanyak doa. Dan minta restu orangtua. Kalo sudah lekas pulih, yuk berjuang kembali dengan gigih.
Bandung, 20 Juni 2021
Safari Pertemanan
Karakteristik teman yang mengisi perjalanan hidup saat kita mengalami berbagai perasaan, kondisi dan situasi. Pertemanan sewaktu kecil, yang hanya mengenal kesenangan dan ego. Mereka yang menjadi teman dikehidupan ini, mempunyai fragmen tertentu. Ada yang tetap mengisi ruang hidup dalam perjalan sampai saat ini. Adapula mereka yang sudah tidak lagi bersama, saat bertemupun hanya sekedar menyapa kabar, memasang senyuman simpul dan mungkin sedikit bernostalgia, betapa asyiknya kejadian dulu waktu kita masih kecil saat bersama.
Pada pertemanan saat dewasa, kita akan merasakan bagaimana pertemanan itu akan begitu kompleks. Dan itulah asam garamnya. Ada yang seperti air yang mengalir disungai, mereka yang selalu menemani bersama walaupun dalam situasi apapun. Ada yang seperti angin yang arahnya tak terduga-duga, mereka yang bisa menerpa sewaktu-waktu menggoyahkan hidup kita. Ada yang seperti pelangi selepas hujan, mereka yang mengobati saat kita sedang sedih. Ada yang seperti kilat menerangi sesaat, mereka yang pernah menemani lalu pergi begitu saja. Ada yang seperti segelas air minum yang diteguk habis, mereka yang mengisi hidup kita lalu habis pada masanya antusiasnya berkurang karena waktu, bahkan berkumpul pun rasanya susah. Ada yang seperti teropong, mereka yang satu tujuan, berjuang bersama demi sampai bidikan. Ada yang seperti senja, mereka yang selalu menghiasi hidup pada waktu-waktu tertentu yang berkala. Lalu ada pula yang seperti belati mereka yang sewaktu-waktu bisa menikam atau menusuk melukai kita.
Terlepas dari semua itu, mereka yang mempunyai peran dikehidupan ini. Dikehidupan lainnya peran mereka pasti tak akan sama. Tak selamanya peran mereka buruk ataupun baik.
Bandung, 6 Juli 2019
Rasa yang Mengintip Pada Sang Sepi
Tengah malam dikamarku yang tenang. Ruangan yang gelap yang sengajaku matikan lampunya. Desir hembus angin-angin malam yang khas. Suasana yang aku alami malam ini, seperti singgah dalam kota mati yang hanya aku seorang diri. Suara-suara jangkrik yang lantang ditengah hening. Rasanya aku ingin melantangkan juga perasaan ini yang sempat kupendam. Menitipkan kepada sang angin membawanya sampai tujuan.
Sorotan cahaya yang berasal dari lampu luar, menyoroti ruang di sela-sela jendela kamar, membentuk garis-garis panjang pada tembok. Sialnya dengan situasi dan kondisi seperti ini seolah semakin memancing rasa-rasa yang sempat kubungkam lalu bangkit lagi dengan rasa yang begitu menggebu-gebu seperti bendera yang berkibar diatas tiang seolah menginterpresentasikan sebagai sebuah simbol bahwa kibaran bendera ini ditujukan untuknya. Namun dengan sikapku yang pecundang, seakan-akan perasaan itu tenggelam bagaikan batu didalam air tidak berkutik membeku dan terus tenggelam. Kabar yang memang aku benci, akhirnya sampai juga dan akhirnya ku renungi. Dia telah mendarat ke pelabuhan yang lebih nyaman. Memang suatu hal yang tidak salah dan hak setiap manusia jika ada orang yang memilih dan meninggalkan hal yang menurutnya baik.
Dengan semua yang telah terjadi yang menimpaku walau sekalipun itu adalah kabar buruk, ini adalah titik dimana aku harus lebih bersyukur dan telah menyadarkan diri. Karena terkadang orang yang terlalu fokus mengejar cintanya memang selalu dibutakan terhadap orang yang justru memiliki perasaan terhadapnya. Jangan sia-siakan orang yang pernah menerima apa yang ada dalam dirimu demi mengejar orang yang belum pasti berharap kepadamu. Karena ketika orang yang selalu berharap kepadamu akan hilang dengan seiring waktu, saat kita tak pernah melihat kepeduliannya. Aku ingat pada kata-kata seorang teman ia berkata "belajarlah untuk lebih menghargai dan mencintai orang yang berusaha untuk mencintaimu bukan yang kita cintai karena orang kita cintai belum tentu mencintaimu, akan tetapi jika orang yang mencintaimu dia akan begitu tulus memberikan kasihnya".
Bendera perasaanku tak berkibar gagah karena tidak adanya desiran angin. Namun aku tetap percaya bahwa sewaktu-waktu bendera perasaan ini akan selalu terlihat berkibar gagah dengan tiuapan angin yang kencang.
Bandung, 12 Februari 2018
Ketulusan Hatinya Masih Kuingat
Merekah harapannya yang suci
Air matanya bercucuran
Keutuhan dalam ketulusannya berseri
Merintihkan segala doa dan harapan
Aku yang begitu rapuh
Kau elus dengan atmamu yang kukuh
Kau berikan air susumu
Mengalir bersama darah disekujur tubuhku
Aku yang kau bela sampai mati
Namun acapkali aku hiraukan
Aku yang acapkali tak sadar diri
Kau tak pernah melewatkan tatapan perhatian
Adab yang kau ajari
Kasih sayang yang kau beri
Nilai-nilaimu yang kusemai
Bak laksana cahaya mentari
Kaulah manusia yang selalu peduli
Dalam segala kehidupan yang aku jalani
Bahkan aku tak pernah melihat sayap dipunggungmu
Tetapi atma malaikat ada dalam dirimu
-Kelana
Bandung, 26 Mei 2021
Berdamai Pada yang Menyerang
Biarkan saja orang mengatas namakan kamu demi menutupi kebohongannya. Walaupun kamu sebenarnya tidak tahu apa-apa dengan persoalannya. Kita tidak perlu membersihkan noda akibat dari perbuatannya yang menyerangmu, ini jelas sekali bakal merugikan diri sendiri. Cobalah sesekali berdamai dengan apa yang menyerangmu. Kita tidak perlu menyerangnya kembali untuk menjaga nama baik.
Cobalah kita berfikir dan renungkan. Sang semesta akan begitu fair membuka semuanya. Membuka keburukan yang telah diperbuatnya, tanpa kita membongkar. Kita akan merasakan panasnya. Kita akan merasakan bau asapnya. Kita akan melihat cahaya daripada titik api itu. Karena bagaimanapun orang yang menyulut api tidak akan bisa menyembunyikan api. "Percayalah stigma negatif dari orang-orang akan berpindah haluan kepada tuannya".
Bandung, 16 Mei 2021
Jiwa yang Mendekam
Cepi setiawan
25/06/2021
Pada hening malam
Pada gelap yang khidmat
Pada angin yang bersemilir
Rasa syahdu menuju dini hari
Gemercik keran air di kamar mandi
Berdentum suara-suara hewan
Dua suara yang semakin kentara
Teringat sosoknya yang semakin menjauh
Aku jatuh
Terjatuh menuju liang kesepian
Hatiku menganga
Menganga dalam kesenyapan
Jiwaku yang mendekam
Di malam ini penuhku rasakan