Hari ini setahun yang lalu.. Memasuki RO, rasanya campur aduk. Takut, pasrah, ikhlas, tawakal, semuanya terasa. Belum lagi ruangannya yg duingin kayak kulkas menambah ketegangan. Tidak berapa lama, dokter kandungan saya, dokter Dewi @ratihhendarto muncul. Bersama beliau terdengar suara Al Qur'an. MasyaAllah, ternyata beliau menyetel murottal di RO 🧡 Mendengarnya, saya merasa lebih tenang dan lega. Kemudian, dokter memberi tahu bahwa operasi akan segera dimulai. "Ibu boleh juga sambil baca Alfatihah, surat Al Insyirah, dan doa di surat Taha yaa bu," ucap dokter dengan lembut dan tenang, seperti biasa. Mengikuti saran dokter, saya membaca semua yang bisa saya baca ketika itu. Apa saja yang saya ingat, saya panjatkan. Tak berapa lama, tangisan bayi terdengar lantang. Dokter memperlihatkan bayi yang terlihat begitu murni dan lembut itu ke saya. Menangis nyaring, tubuhnya menggeliat kesana kemari. Rambutnya hitam tebal. MasyaAllah. "Alhamdulillah, bayinya perempuan, sehat dan sempurna. Selamat ya bu." Mendengar kalimat itu, mbrebes mili air mata saya. 😭 Beribu syukur saya ucap. Tak berapa lama setelah itu, kami melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Alhamdulillah sempat meskipun hanya sebentar. Sesudah itu, rasanya lega sekali. Saya merasa sangat tenang. Saking tenangnya hingga saya tertidur setelah proses melahirkan itu, entah berapa lama. Terbangun dengan suami berjalan di samping saya, dan ranjang saya didorong ke kamar. Rasanya tak sabar menyapanya, memeluknya dan menciumnya, baby Maryam :') Selanjutnya hanya rasa syukur yang rasanya pantas diucap, Alhamdulillah Alhamdulillah Alhamdulillah.. #part3 #birthstory #ceritalahiran #countingblessings #masyaallahtabarakallah https://www.instagram.com/p/CFpZSXLsoB5R88x4k7qWJTptPto4lzZNzaox9M0/?igshid=1pcytwa36483h