Ada masa ketika seseorang tidak benar benar ingin dimengerti, ia hanya ingin berhenti lelah.
Lelah menjelaskan perasaan yang bahkan sulit ia jelaskan pada dirinya sendiri, lelah mencoba tetap baik-baik saja di depan orang lain, padahal di dalam dadanya ada sesuatu yang terus berisik.
Lucunya, banyak orang mengira kekuatan itu berarti selalu terlihat tenang. Selalu terlihat mampu mengatasi semuanya. Padahal kadang, orang yang paling terlihat kuat adalah orang yang paling sering berbicara dengan Allah diam-diam.
Ada doa-doa yang tidak pernah sampai ke telinga siapa pun. Hanya bisikan pelan di antara sujud yang panjang.
Tentang hati yang ingin dijaga, tentang rasa yang ingin diredakan, tentang kehidupan yang terasa berat tanpa alasan yang bisa dijelaskan dengan sederhana.
Aku pikir, semakin dewasa seseorang
semakin ia belajar satu hal yang aneh tidak semua luka perlu diumumkan, tidak semua kesedihan perlu dijelaskan.
Ada hal-hal yang cukup dibawa ke sajadah, diletakkan perlahan di hadapan Allah, lalu dibiarkan waktu berjalan sambil berharap hati ikut sembuh.
Dan ternyata hidup memang seperti itu. Bukan selalu tentang menang atau kalah.
Kadang hanya tentang siapa yang tetap berdiri meski hatinya berkali-kali ingin menyerah.
Kalau hari ini terasa berat, mungkin bukan karena hidupmu sedang buruk. Mungkin Allah sedang mengajarkan sesuatu yang hanya bisa dipahami oleh hati yang sabar.
Dan mungkin, suatu hari nanti kita akan melihat ke belakang sambil tersenyum pelan. Ternyata semua yang dulu terasa begitu melelahkan justru sedang menuntun kita pulang kepada Allah dengan hati yang lebih bersih.















