Dakwah itu merangkul
Kalaw kita Dakwah menyudutkan orang lain mana bisa dakwah kita diterima orang lain.
Begitupun dengan orang yang sudah mengenal dakwah dan ukhwah. Yang sudah menjadi bagian dari dakwah, kita pun tidak bisa menggunakan tunjuk kita untuk menunjuk kesalahan mereka.
Pada hakikatnya Dakwah itu merangkul bukan memukul ataupun menyudutkan. Kita tidak tau bagian mana kata-kata kita yang menyakiti orang lain. Kita tidak tau bagian mana kata-kata kita yang melukai perasaannya. Maka dari itu penting sekali menjaga lisan ketika berdakwah.
Seorang pendakwah jika mendapati teman dakwahnya sedang di landa futur maka bukan celoteh atau tuntutan yang kita lontarkan padanya, karna hal ini akan menyakitinya serta membuat futurnya semakin bertambah. Dan hal lain yang bisa dia lakukan adalah mundur dari dakwah. Bukankah hal ini berbahaya untuk keutuhan Dakwah?.
Namun, Bukan inilah yang dia butuhkan saat itu, tapi rangkulan bijak dari tanganmu.
Dakwah itu lembut, maka dengan lisanmu yang lembut bisa menyeret orang untuk berubah. Maka kelembutan itulah yang diperlukannya, nasehat bijakmu, motivasimu, dan pahala yang dijanjikan Allah untuk orang yang berdakwah.
Jangan pernah kau tanyakan tentang "KONTRIBUSI" kepada orang yang sedang futur. Jangan bicara masalah apa yang tidak bisa dia lakukan. Karna itu akan menambah kefuturannya. Tapi tanyakan apa yang bisa dia lakukan untuk dakwah. Walaupun hanya sekedar membuat leaflet untuk kajian. Itu sudah berpahala.
Sedangkan orang yang hanya memungut sampah , menghamparkan tikar untuk duduk jama'ah saja sudah dihitung pahalanya. Apalagi membuat leaflet yang cukup rumit untuk kajian. Maa shaa Allah
Maka jadilah teman yang selalu membuat semangat terhadap teman lainya. Bantulah dia melawan egonya, menyelesaikan masalahnya, meringankan bebannya. Karna sebaik-baiknya teman adalah teman yang mencintai kita karna Allah. Dia tidak ingin kita lemah, dia akan selalu memberi semangat kepada kita, dia tidak ingin kita futur apalagi mundur. Begitulah seharusnya kita dalam menyemangati.
Karena setiap orang pasti pernah merasakan futur. Apalagi dalam berdakwah. Maka jangan sampai lisan kita menyakiti mereka yang sedang membutuhkan rangkulanmu. Mulailah mengajak mereka berfikir dan bicarakan perihal indahnya syurga.
@putrhanna












