Ada kecukupan di dunia untuk kebutuhan manusia, tetapi tidak untuk KESERAKAHAN manusia.

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Malaysia
seen from Netherlands
seen from Israel
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Australia
seen from Singapore
seen from India

seen from United States
seen from United States
seen from Philippines
seen from Israel

seen from United States

seen from France

seen from Switzerland

seen from Indonesia
seen from Türkiye
Ada kecukupan di dunia untuk kebutuhan manusia, tetapi tidak untuk KESERAKAHAN manusia.
Hidup di bumi lebih seperti kata kerja. Memperbaiki, menjaga, menciptakan kembali, dan memenangkannya. Saya benar-benar ingin tahu apa yang memberi kita hak untuk menghancurkan planet kita yang malang ini? 🌱
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) diduga kuat dipicu oleh defore
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) diduga kuat dipicu oleh deforestasi masif yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah hulu, lemahnya penegakan hukum, serta meningkatnya risiko hidrometeorologi disebut menjadi kombinasi penyebab utama.
Isu tersebut mengemuka dalam diskusi “Pengelolaan Hutan dan Mitigasi Bencana” yang digelar di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM belum lama ini. Dikutip dari laman UGM, sejumlah pakar dihadirkan untuk membahas penyebab bencana dari aspek geospasial, kebijakan kehutanan, pengelolaan DAS, perencanaan, hingga perhutanan sosial.
Peneliti hidrologi hutan UGM, Dr. Hatma Suryatmojo, menegaskan bahwa bencana di Sumatra merupakan hasil pertemuan fatal antara cuaca ekstrem dan ekosistem hutan yang sudah rapuh.
Kapasitas alam untuk menahan banjir dan longsor terus melemah akibat deforestasi, alih fungsi lahan, hingga tata ruang yang mengabaikan aspek kerawanan bencana.
KEPALA Program Studi Magister dan Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Transportasi ITB, Saut Aritua Hasiholan Sagala, menegaskan
KEPALA Program Studi Magister dan Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Transportasi ITB, Saut Aritua Hasiholan Sagala, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di Sumatra tak lepas dari tingginya laju deforestasi dan masifnya konversi lahan, terutama di kawasan tangkapan air Bukit Barisan.
“Terkait kerusakan lingkungan, itu berhubungan dengan laju deforestasi di Sumatra yang termasuk tinggi di Indonesia serta konversi lahan di daerah tangkapan air,” ujarnya, Jumat (5/12).
Menurut Saut, pembukaan lahan di wilayah hulu membuat daerah aliran sungai (DAS) kehilangan kemampuan menyerap air. Saat terjadi hujan ekstrem disertai gangguan atmosfer seperti siklon, lahan terbuka memicu peningkatan limpasan air (run-off) secara drastis.
Kondisi ini diperparah oleh kemiringan lereng yang menyebabkan air membawa material berat seperti kayu gelondongan dan sedimen hingga ke permukiman di wilayah hilir.
#deforestasi #sumatera #bencanaalam #banjir #longsor #pakar #itb #das #kerusakanlingkungan
Pembangunan Infrastruktur Masif: Antara Dongkrak Ekonomi dan Dampak Sosial-Lingkungan Jangka Panjang
Di panggung pembangunan nasional Indonesia, narasi tentang pembangunan infrastruktur masif—dari rentetan jalan tol yang membelah pulau, bendungan raksasa yang membendung aliran sungai, hingga bandara-bandara baru yang megah—terus digemakan sebagai motor penggerak ekonomi. Proyek-proyek ambisius ini menjanjikan peningkatan konektivitas, efisiensi logistik, dan daya tarik investasi yang akan…
Pertanian Regeneratif Sawit di Tengah Krisis Ekspor
Pertanian regeneratif sawit mulai diuji di Asia Tenggara, di tengah krisis ekspor CPO dan desakan global untuk menghentikan deforestasi. Pertanian Regeneratif Sawit: Menjawab Ancaman Iklim dan Deforestasi Industri kelapa sawit yang telah mengubah bentang alam Indonesia dan Malaysia kini menuai dampak dari krisis iklim yang turut memicunya. “Palm has thrived in the tropics because the weather is…
TERDAPAT banyak tanaman di dunia yang terancam punah, beberapa di antaranya sangat langka dan hanya ditemukan di beberapa lokasi tertentu se
TERDAPAT banyak tanaman di dunia yang terancam punah, beberapa di antaranya sangat langka dan hanya ditemukan di beberapa lokasi tertentu seperti Rafflesia Arnoldii. Berikut adalah beberapa contoh tanaman yang hampir punah:
Rafflesia Arnoldii:
Bunga raksasa ini dikenal sebagai bunga terbesar di dunia dan hanya dapat ditemukan di hutan hujan Sumatra dan Kalimantan.
Ancaman kepunahan: Hilangnya habitat akibat deforestasi.
Titan Arum (Amorphophallus titanum):
Tanaman ini juga dikenal sebagai “bunga bangkai” karena mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Tanaman ini endemik dari Sumatra, Indonesia.
Ancaman kepunahan: Hilangnya habitat akibat deforestasi.
Encephalartos woodii:
Spesies sikas ini dianggap punah di alam liar dan hanya ada beberapa spesimen yang tersisa di kebun raya.
Tanaman ini berasal dari Afrika Selatan.
Ancaman kepunahan: Hilangnya habitat, dan perburuan liar.
Kehidupan Orangutan di Hutan Kalimantan: Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Ancaman Deforestasi
Hutan Kalimantan, yang dulunya merupakan rumah bagi ribuan spesies langka dan eksotis, kini menghadapi tantangan besar. Di antara keanekaragaman hayati yang ada, orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) menjadi salah satu spesies yang paling terancam punah akibat perubahan lingkungan yang dramatis. Perjuangan orangutan untuk bertahan hidup di tengah ancaman deforestasi adalah kisah yang menyentuh…