Ada kecukupan di dunia untuk kebutuhan manusia, tetapi tidak untuk KESERAKAHAN manusia.

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United States
seen from United States
seen from Italy

seen from Ireland
seen from Türkiye
seen from Algeria
seen from China
seen from China
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United Kingdom
Ada kecukupan di dunia untuk kebutuhan manusia, tetapi tidak untuk KESERAKAHAN manusia.
Hidup di bumi lebih seperti kata kerja. Memperbaiki, menjaga, menciptakan kembali, dan memenangkannya. Saya benar-benar ingin tahu apa yang memberi kita hak untuk menghancurkan planet kita yang malang ini? 🌱
SEBANYAK 26 peserta dari 11 negara terpilih untuk mengikuti program The 1st Gadjah Mada Veterinary Medicine International Summer Course 2026
SEBANYAK 26 peserta dari 11 negara terpilih untuk mengikuti program The 1st Gadjah Mada Veterinary Medicine International Summer Course 2026 di Yogyakarta pada 12–15 Juli 2026.
Para peserta ini berasal dari Filipina, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Singapura, Hong Kong, Sri Lanka, dan Britania Raya.
Mereka mewakili beragam latar belakang akademik dan profesi, mulai dari mahasiswa sarjana, magister, doktor, peneliti, hingga profesional yang berasal dari bidang kedokteran hewan, biologi, zoologi, ilmu lingkungan, serta disiplin ilmu lainnya.
Keberagaman tersebut menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, multidisipliner, dan multikultural. Hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi global yang menjadi fondasi utama program ini.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) diduga kuat dipicu oleh defore
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) diduga kuat dipicu oleh deforestasi masif yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah hulu, lemahnya penegakan hukum, serta meningkatnya risiko hidrometeorologi disebut menjadi kombinasi penyebab utama.
Isu tersebut mengemuka dalam diskusi “Pengelolaan Hutan dan Mitigasi Bencana” yang digelar di Auditorium Fakultas Kehutanan UGM belum lama ini. Dikutip dari laman UGM, sejumlah pakar dihadirkan untuk membahas penyebab bencana dari aspek geospasial, kebijakan kehutanan, pengelolaan DAS, perencanaan, hingga perhutanan sosial.
Peneliti hidrologi hutan UGM, Dr. Hatma Suryatmojo, menegaskan bahwa bencana di Sumatra merupakan hasil pertemuan fatal antara cuaca ekstrem dan ekosistem hutan yang sudah rapuh.
Kapasitas alam untuk menahan banjir dan longsor terus melemah akibat deforestasi, alih fungsi lahan, hingga tata ruang yang mengabaikan aspek kerawanan bencana.
KEPALA Program Studi Magister dan Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Transportasi ITB, Saut Aritua Hasiholan Sagala, menegaskan
KEPALA Program Studi Magister dan Doktor Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) serta Transportasi ITB, Saut Aritua Hasiholan Sagala, menegaskan bahwa kerusakan lingkungan yang terjadi di Sumatra tak lepas dari tingginya laju deforestasi dan masifnya konversi lahan, terutama di kawasan tangkapan air Bukit Barisan.
“Terkait kerusakan lingkungan, itu berhubungan dengan laju deforestasi di Sumatra yang termasuk tinggi di Indonesia serta konversi lahan di daerah tangkapan air,” ujarnya, Jumat (5/12).
Menurut Saut, pembukaan lahan di wilayah hulu membuat daerah aliran sungai (DAS) kehilangan kemampuan menyerap air. Saat terjadi hujan ekstrem disertai gangguan atmosfer seperti siklon, lahan terbuka memicu peningkatan limpasan air (run-off) secara drastis.
Kondisi ini diperparah oleh kemiringan lereng yang menyebabkan air membawa material berat seperti kayu gelondongan dan sedimen hingga ke permukiman di wilayah hilir.
#deforestasi #sumatera #bencanaalam #banjir #longsor #pakar #itb #das #kerusakanlingkungan
Pembangunan Infrastruktur Masif: Antara Dongkrak Ekonomi dan Dampak Sosial-Lingkungan Jangka Panjang
Di panggung pembangunan nasional Indonesia, narasi tentang pembangunan infrastruktur masif—dari rentetan jalan tol yang membelah pulau, bendungan raksasa yang membendung aliran sungai, hingga bandara-bandara baru yang megah—terus digemakan sebagai motor penggerak ekonomi. Proyek-proyek ambisius ini menjanjikan peningkatan konektivitas, efisiensi logistik, dan daya tarik investasi yang akan…
Pertanian Regeneratif Sawit di Tengah Krisis Ekspor
Pertanian regeneratif sawit mulai diuji di Asia Tenggara, di tengah krisis ekspor CPO dan desakan global untuk menghentikan deforestasi. Pertanian Regeneratif Sawit: Menjawab Ancaman Iklim dan Deforestasi Industri kelapa sawit yang telah mengubah bentang alam Indonesia dan Malaysia kini menuai dampak dari krisis iklim yang turut memicunya. “Palm has thrived in the tropics because the weather is…
TERDAPAT banyak tanaman di dunia yang terancam punah, beberapa di antaranya sangat langka dan hanya ditemukan di beberapa lokasi tertentu se
TERDAPAT banyak tanaman di dunia yang terancam punah, beberapa di antaranya sangat langka dan hanya ditemukan di beberapa lokasi tertentu seperti Rafflesia Arnoldii. Berikut adalah beberapa contoh tanaman yang hampir punah:
Rafflesia Arnoldii:
Bunga raksasa ini dikenal sebagai bunga terbesar di dunia dan hanya dapat ditemukan di hutan hujan Sumatra dan Kalimantan.
Ancaman kepunahan: Hilangnya habitat akibat deforestasi.
Titan Arum (Amorphophallus titanum):
Tanaman ini juga dikenal sebagai “bunga bangkai” karena mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Tanaman ini endemik dari Sumatra, Indonesia.
Ancaman kepunahan: Hilangnya habitat akibat deforestasi.
Encephalartos woodii:
Spesies sikas ini dianggap punah di alam liar dan hanya ada beberapa spesimen yang tersisa di kebun raya.
Tanaman ini berasal dari Afrika Selatan.
Ancaman kepunahan: Hilangnya habitat, dan perburuan liar.