Hai, apa kabar?
25 dari 100% hidupku,
masih terselip kamu. namamu.
tanpamu semua memang kembali berjalan normal seperti biasa.
namun entah mengapa semuanya terasa seperti mengikuti arus sungai, juga arah angin. hampa, penuh kekosongan.
sama halnya dengan reda hujan tanpa pelangi. juga senja tanpa rona jingga.
Saat aku mulai terbiasa dengan keadaan,
kamu kembali terkenang diingatan.
namamu yang sering ku lafalkan.
dirimu yang selalu ku nantikan.
pada akhirnya, kamu memang tak pernah bisa tergantikan.
sekeras apapun telah ku usahakan.
Aku pun lelah mengelak segala rasa,
toh rasa pun tak bisa memilih akan jatuh kemana dan pada siapa.
jika memang begini skenario-Nya,
aku ingin tuhan mengembalikanmu padaku.
jika bisa. jika memang begini alur dari segala kisah cinta yang ada.
kamu akan kembali pada saatnya.
–
Jingga.191117.
















