A memory
Day 3 #30dayswritingchallenge
Sore.
Menjadi waktu paling ditunggu. Katika suara roda pagar dan relnya saling beradu. Seseorang datang, kemudian membuka pintu. Wangi khas jalanan itu tak terlepas dari tubuh, juga melekat dalam ingatan tentang masa lalu.
Dulu, sore adalah waktu yang paling dinanti. Kedatangan seseorang yang seharian menjemput rejeki. Raut lelah di wajahnya tak bisa dipungkiri. Hingga disambut lari kecil sepasang kaki mungil. Hilang rasa lelah, terganti oleh wajah sumringah. Baik di wajah sang anak, juga sang bapak.
Seperti biasanya, sang anak bertanya oleh-oleh. Sekedar makanan, alat tulis, atau mainan. Sesekali sang bapak membawakannya. Dengan senang hati sang anak menerima dan selalu akan menjadi favoritnya. Jika sang bapak tidak membawa apa-apa, sang anak tetap tertawa bahagia. Karena seseorang yang dinantinya telah kembali ke rumah, berada di tengah-tengah mereka.
"Karena tidak semua yang kamu nantikan sesuai dengan harapan, tapi pasti lebih baik dari itu" begitu kurang lebih yang diajarkan oleh sang bapak sore itu.










