Surat Untuk Senja.
hai, apakabar?
akhir-akhir ini aku tak kunjung menemukan kamu disana.
habis dari mana? pergi mencari apa?
kelihatannya selalu suram bahkan menangis.
kamu lelah yaa?
atau bingung?
tak apa, kadang hidup memang se bercanda itu.
menjadi seseorang yang di banjiri cerita sedih memang, tidak mudah.
tak sekali dua kali, terbawa arus suasana.
tak sekali dua kali, ikut putus asa.
tapi tolong, jangan berhenti.
cahaya yg terbiaskan dikala petang itu terkadang mampu meringankan beban hati.
tak sedikit orang yang menikmati setiap detiknya, bersamamu.
walaupun hanya sebentar, kamu mampu membebaskan jiwa yang terperangkap.
kamu mampu mewarnai hari yang kelabu.
tolong, jangan bosan.
jangan bosan mendengarkan keluh kesah yg disampaikan.
jangan bosan mengusap air mata yang jatuh.
jangan bosan, berada disini.
tolong, jangan pergi.
kemarin-kemarin mungkin langit masih kelabu, dan kamu sedang bersembunyi.
kamu mungkin butuh waktu untuk sendiri
tak apa.
tapi, jangan lupa untuk kembali.
jangan lupa untuk tetap disini.
mungkin ini, cara tuhan mendewasakan kamu.
mungkin ini, cara tuhan menjadikan kamu bermanfaat bagi sekitar.
mungkin ini, cara tuhan mencintai kamu.
jadi, jangan menyerah disini.
masih banyak orang yg menggantungkan harapan baiknya untuk kamu.
masih banyak orang yg butuh kamu.
masih banyak orang, yg mendoakan dan selalu ada untuk kamu.
kamu tidak sendirian, wahai senja.
skali lagi aku tegaskan,
jangan lupa untuk kembali, pulang.
—shbrnd












