SURGA
Rumah kini menjadi yang paling surga
kau ada, dan seakan milikku selamanya
juga kata-kata itu, saling berbalas
entah kau terpaksa atau tidak
malam ini biarkan aku tak peduli.
Dan lelapku enggan datang
senyummu masih berapi-api
di mataku yang masih terbelalak.
Di sebelah kau sudah tidur belum?
Aku ingin berkunjung,
bersama dekap yang paling pengap,
juga cium yang paling harum.
— Purwakarta, A.









