Hingga kinipun, potret yang menyuguhkan senyumanmu masih saja menjadi penghempas rinduku.
Meski sebenarnya aku selalu tahu: Senyuman manis itu tiada lain tertuju pada orang yang tengah bersanding bersamamu.
— Arief Aumar Purwanto
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from Tunisia
seen from United States

seen from Lithuania

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
Hingga kinipun, potret yang menyuguhkan senyumanmu masih saja menjadi penghempas rinduku.
Meski sebenarnya aku selalu tahu: Senyuman manis itu tiada lain tertuju pada orang yang tengah bersanding bersamamu.
— Arief Aumar Purwanto
Rindu
Jujur, aku memang kerapkali merindukanmu. Merindukan momen-momen bersamamu, tetapi apakah jawaban rindu itu selalu menginginkan kembali. Dulu, aku memang ingin menjadi bagian dari hidupmu, tetapi bukan berarti menjadi bagian hidupmu artinya harus memilikimu seutuhnya. Mungkin menjadi suatu ingatan sudah lebih dari cukup.
"Bolehkah aku mencintaimu?". Kalimat itu selalu menjadi gumamku setiap kali aku melihatmu. Meskipun kebanyakan aku hanya mampu melihatmu lewat sosial media.
Memang kalimat tanya. Namun, aku ingin kau memaknai bahwa itu bukan sekedar tanya. Lebih dari itu. Aku juga menginginkan kau mengucap kalimat yang sama denganku. Dengan begitu, sebuah tanya bisa berubah menjadi sebuah nyata.
Dalam dunia nyata. Perasaanku juga nyata.
Pada akhirnya, aku selalu memelukmu erat, posesif. Dan ku harap kau tahu, begitulah caraku mencintaimu.
manusiapencaribahu
Katanya, untuk mendapat 1 kita harus memainkannya 21x terlebih dahulu. Jadi sayang, katakan padaku. Berapa lagi yang harus aku mainkan untuk mendapatkanmu.? *eh
Assalamyalaikum wr wb ... Bahagia itu sederhana Sesederhana bisa bersandar padamu setiap saat #alhamdulillah #toloveyumore #happysunday #memilikimu #anugrahterindah
Have, and Save.
Aku mencintai sunset,
menatap kaki langit, ombak berdebur,
Tapi aku tidak akan pernah membawa pulang matahari ke rumah.
Kalaupun itu bisa kulakukan, tetap tidak akan kulakukan.
Aku menyukai bulan,
entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana.
Tapi aku tidak akan memasukkannya ke dalam ransel.
Kalaupun itu mudah kulakukan, tetap tidak akan kulakukan.
Aku menyayangi serumpun mawar,
berbunga warna-warni, mekar semerbak.
Tapi akau tidak akan memotongnya, meletakkannya di kamar.
Tentu bisa dilakukan, apa susahnya, namun tidak akan pernah kulakukan.
Aku mengasihi kunang-kunang,
terbang mendesing, kerlap-kerlip, di atas rerumputan gelap.
Tapi aku tidak akan menangkapnya, dibotolkan, menjadi penghias di meja makan.
Tentu masuk akal dilakukan, pakai perangkap, namun tidak akan pernah kulakukan.
Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini.
Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki.
Ada banyak sekali jenis suka, kasih, dan sayang di dunia ini
Yang jika memang demikian, tidak harus dibawa pulang.
Egois sekali, Kawan, jika tetap kau lakukan.
Lihatlah, tiada lagi sunset tanpa matahari
Tiada lagi indah langit tanpa purnama
Juga taman tanpa mawar merekah
Ataupun temaram malam tanpa kunang-kunang.
Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini
Yang jika sungguh cinta, kita akan membiarkannya
Seperti apa adanya
Hanya menyimpan perasaan itu di dalam hati.
Dari sekian banyak kata di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, terkadang aku membenci dua kata diantaranya. 'andai' yang membuatku hanya bisa menikmatimu dalam mimpi, 'jika' yang membuatku hanya bisa menjamahmu dalam angan. Iyakah memimpikanmu harus sesulit itu?
Ingin sekali aku menghapus keduanya, andai bisa....