Antara Impian dan Kenyataan
Didunia ini, banyak sekali impian, banyak sekali harapan.. Tidak smua pilihan yg terbaik menurut pandangan kita akan sama dengan pilihan yg terbaik menurut pandangan orang lain..
Bagaimana kita memilihnya, mana yg pantas untuk kita, mana yg cocok dengan diri kita?
Sebelum memilih, pastikan kita telah melakukan 3 hal, mengenal, menerima dan mengupayakan..
Kita harus mengenal orang seperti apa kita, bagaimana karakter kita, seperti apa ketahanan diri kita saat dihadapkan pada masalah yg mungkin akan menghampiri atas pilihan2 yg nantinya kita pilih, hal apa saja yang membuat hidup kita menjadi bergairah, apakah kita akan merasa bahagia dengan menjalani hari2 hingga tua nanti bersama impian kita?
Tidak smua impian kita akan selalu cocok dengan karakter kita, kita tidak bisa memilih impian mana yang ingin kita wujudkan jika kita belum memahami pribadi seperti apa kita.
Suatu waktu di masa depan nanti, jangan sampai kita merasa salah langkah, merasa salah memilih pendidikan, merasa salah memilih pekerjaan, ataupun merasa salah memilih teman hidup, hanya karna ketidak tauan kita dalam mengenal diri kita sendiri sebelum kita memilih.
Pastikanlah, impian yg kita tuju selaras dengan karakter kita, selaras dengan ketertarikan kita untuk tetap hidup, dan juga selaras dengan kemampuan diri kita untuk tetap bertahan disaat-saat sulit sekalipun.
Dan apabila kita telah mengenal diri kita, hal yang selajutnya sebelum memilih adalah menerima. Sebuah penerimaan yg baik dan tulus akan kekurangan dan keterbatasan diri kita. Tidak setiap hal yg tampak indah dan menjanjikan diawal akan selalu sama dengan berlalunya waktu. Begitupun dengan impian2 kita, pasti akan ada hal2 berat yang akan kita hadapi saat telah meraih impian kita itu.
Penerimaan diri itu tidaklah mudah, karna yg kita terima bukanlah kelebihan, tapi lebih pada kekurangan. Terima saja, jika kita tidak sempurna, terima dulu diri kita jika tidak berparas menawan, terima dulu diri kita jika tidak berpostur menarik, terima dulu diri kita jika kecerdasan kita dibawah rata-rata, terima dulu diri kita jika kita memilikk cacat bawaan lahir, terima dulu diri kita jika keluarga kita tidak harmonis, terimalah dulu diri kita jika keuangan kita tidak mapan. Terimalah dulu diri kita, peluk erat dengan kasih sayang dan penghargaan, karna siapa yg akan menghargai kekurangan kita jika bukan kita sendiri? Kekurangan kita bisa menjadi kekuatan kita jika kita bisa menerima nya dengan baik dan mencari potensi dari setiap ketidak sempurnaan itu.
Knapa aku bisa mengatakannya? Karna aku pun juga tidak sempurna, tidak ada manusia yg sempurna, tapi tidak sedikit manusia yg akhirnya bisa merubah kekurangan dirinya menjadi kelebihan dan kesuksesan dalam hidupnya.
Jika kekurangan kita tidak diterima oleh suatu lingkungan tertentu, jangan patah semangat, itu hanya cara Tuhan ingin menyampaikan bahwa tempat itu tidak istimewa, tidak akan membuat kita menjadi orang yg bersinar dimasa depan. Jangan patah semangat, masih banyak tempat dan juga manusia yg Tuhan ciptakan untuk menerima kekurangan kita sebagai keistimewaan dariNya. Percayalah, kita pasti menemukannya.
Pengenalan dan penerimaan terhadap diri sendiri adalah kunci kita mengetuk pintu masa depan. Kita pada akhirnya sampai pada tahap mengupayakan.
Jika kita sudah berada dijalur yg benar, dijalur yg sesuai antara impian kita dengan kenyataan diri kita, maka kita hanya tinggal mengupayakan menjadi yg terbaik diranah kemampuan kita. Kita tidak bisa jadi superhero yg serba bisa, maka kita pun tidak selalu bisa mengupayakan smua harapan2 yg orang lain inginkan dari kita. Mengupayakan yg terbaik di bidang kita masing2, didalam dunia kenyataan yg kita pilih, bukan dunia impian yg kita tak mampu memasukinya. Tapi kenyataan kita itupun juga terkadang adalah impian orang lain, maka bersyukurlah atas kenyataan yg akan kamu pilih, karna Tuhan pasti akan memberikan berkah yg terbaik, bagi orang² yg telah mengenal dirinya dan selalu melibatkan Tuhannya dalam setiap pengambilan keputusan hidupnya.
Sedikit catatan untuk kamu yg bimbang