Satu-satunya waktu yang paling tepat untuk melakukan PROTEKSI adalah SEBELUM resiko yang kita khawatirkan terjadi.
Kalo keduluan resiko itu namanya REPARASI, bukan proteksi. Dan biayanya pasti jauh lebih besar.
—kata Mas Agung Nugroho
seen from Uruguay

seen from United States

seen from Canada

seen from Italy
seen from China

seen from Yemen

seen from Pakistan

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from France

seen from United States
seen from Canada

seen from France

seen from Italy

seen from United States
seen from France
Satu-satunya waktu yang paling tepat untuk melakukan PROTEKSI adalah SEBELUM resiko yang kita khawatirkan terjadi.
Kalo keduluan resiko itu namanya REPARASI, bukan proteksi. Dan biayanya pasti jauh lebih besar.
—kata Mas Agung Nugroho
Seringkali kita terjebak oleh pikiran-pikiran kita sendiri. Kekhawatiran dan segala asumsi kita ciptakan dan biarkan memenuhi kepala kita hingga tanpa sadar semua itu menghalangi gerak langkah kita. Kita enggan bergerak karena takut akan kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi di depan. Kita tak cukup kuat melawan diri kita sendiri. Masalah-masalah yang seharusnya kita urai satu persatu menjadi seperti benang kusut yang tak beraturan lantaran kita berpikir tidak mudah untuk mengurai benang yang telah kusut itu. Pikiran kita memvalidasi bahwa sulit sekali menemukan ujungnya. Akhirnya kita cenderung mengalihkan fokus kita kepada hal-hal yang sebenarnya bukan prioritas, dan membiarkan benang kusut itu tetap pada posisinya.
Padahal sebenarnya setiap masalah itu ada untuk dihadapi, bukan untuk dibiarkan. Jika kita mau untuk merenungi, sejatinya masalah-masalah itu akan membentuk pola pikir dan kebijaksanaan kita tatkala kita berani menghadapi dan menyelesaikannya.
Maka Taklukan dirimu untuk berani bergerak!
Percaya bahwa ketika kita melangkah, selama masih ada yakin bahwa Allahlah tempat satu-satunya memohon pertolongan, Ia akan menolongmu. Sebesar keyakinanmu padaNya, sebesar itu pula Ia akan menunjukan kuasaNya.
@penaalmujahidah
Kuningan, 15 Juni 2021
Ditulis setelah mendapat pengarahan dari gurunda.
Gak ada pekerjaan yang sempurna Terus bahagia tanpa ujian dan hambatan Semua pekerjaan ada resiko dan tantangan yang menghadang Jangan dulu kalah dan menyerah Pasti ada jalan mewujudkan impian
Aku akan selalu bertanya-tanya tentang hal-hal yang kamu lihat dalam diriku yang membuatmu tetap tinggal. Yang membuat kamu berpikir bahwa aku layak mendapat kesempatan. Aku akan selalu bertanya-tanya apa yang membuat kamu percaya bahwa aku layak untuk mengambil risiko.
K
Kebanyakan orang berani mengambil keputusan, tapi tidak siap menghadapi resikonya.
Larasati
.
Yang repot siapa? Orang lain -,-)a
Seperti yang mereka bilang; Jika kamu siap untuk jatuh cinta. Maka kamu harus siap untuk patah hati. Itu hukum didunia ini.
Arief Aumar Purwanto | 24/01/2017
Resiko Bagi Kemanusiaan Global
SURAU.CO – 𝗞𝗘𝗟𝗨𝗔𝗥𝗚𝗔 𝗬𝗔𝗛𝗨𝗗𝗜 𝗗𝗘𝗡𝗚𝗔𝗡 𝗜𝗡𝗖𝗘𝗦 ( 𝗣𝗘𝗥𝗞𝗔𝗪𝗜𝗡𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗗𝗔𝗥𝗔𝗛): Karena penyebaran mereka di antara populasi yang menganut keyakinan berbeda, orang Yahudi lebih sering menikahi kerabat jauh daripada penduduk dunia lainnya. Pernikahan sepupu pertama, bahkan paman dan keponakan, cukup sah dan lazim di antara mereka. Pembatasan pernikahan bagi mereka yang keturunan pendeta cenderung membatasi…