Berbagi memiliki kebahagiaan tersendiri jika memang berasal dari hati. Berbagi tak harus berupa materi. Banyak hal yang bisa kita bagikan. Salah satunya membagikan sebuah tulisan. Terlebih tulisan yang berasal dari hati dengan penuh keikhlasan. Memberikan kesan terbaik bagi pembaca. Menjadi oase ditengah gersangnya media massa. Membangkitkan semangat yang menggelora di jiwa. Menanamkan nilai-nilai kebaikan. Memberikan arti bagi semesta.
Tentu, sebuah tulisan yang bernilai dan berharga bisa memberikan kebaikan tak terhingga bagi para pembaca. Sebenarnya sudah menjadi naluri tiap manusia ingin saling berbagi kebaikan. Mungkin, hanya saja rasa “ketidakpercayaan diri” yang terkadang mengalahkan itu semua. Maka, lepaskan semua rasa “ketidakpercayaan diri” serta luruskan niat karena ingin mencari ridho Ilahi.
Memulai itu mudah, tetapi istiqomah adalah ujiannya. Tetap bertahan walau berada ditengah kesulitan. Seperti halnya membagikan tulisan. Bermula dari beranda di sebuah blog atau sosial media lainnya, dapat melatih sejauh mana akan bertahan melawan segala bentuk ujian.
Saat ini media sosial menjadi cara yang mudah untuk saling berbagi. Mungkin saja saat itu tulisan yang kita bagikan dapat menjadi semangat bagi orang lain di kemudian hari. Atau bahkan, bisa menjadi pengingat bagi diri sendiri. Tak jarang diri ini diingatkan oleh tulisan di masa lalu. Oleh karenanya, beranda sosial media menjadi alternatif pilihan bagi tempat beredarnya tulisan yang dapat dibagikan. Berharap dapat menjadi pengingat diri dikala lupa. Seperti oase bagi kehidupan. Sebagai kenangan dimasa yang akan datang.
Menulis dengan hati yang penuh rasa damai, cinta, dan kasih sayang. Tanpa merasa diri ini paling benar. Hanya sebatas mengingatkan dalam kebaikan. Tak perlu memaksakan orang-orang untuk menyukai tulisan kita. Sebab niat yang tulus dari hati sudah cukup untuk menjangkau hati mereka yang ingin kau sentuh. Tentu semua atas izin dan Kuasa-Nya. Tulisan hanyalah sebatas jalan tersambungnya komunikasi antara penulis dan pembaca. Jika memang pembaca merasa tersentuh, mungkin saja hati mereka yang mudah luluh.