Halooo
tumblr dot com
Cosmic Funnies

oozey mess
DEAR READER

if i look back, i am lost
Keni

祝日 / Permanent Vacation
trying on a metaphor
No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Not today Justin
Jules of Nature
ojovivo
Cosimo Galluzzi

Love Begins

★
art blog(derogatory)
Sweet Seals For You, Always
Three Goblin Art
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United Arab Emirates
seen from Saudi Arabia
seen from Suriname

seen from Venezuela

seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Bangladesh
seen from Bangladesh

seen from Bangladesh
seen from Bangladesh
seen from Belgium

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@indahwahyyu
Halooo
menikahlah dengan seseorang, yang bersamanya kamu percaya, akan jatuh cinta setiap harinya. banyak orang yang mudah tertipu ilusi mata, mudah menjatuhkan cinta pada seseorang yang ‘terlihat’ lebih sempurna, padahal, saat itu mereka telah memiliki satu yang sanggup mengisi separuh jiwa— jangan sampai kehilangan terbaik, hanya untuk mendapatkan yang terlihat lebih sempurna. percayalah, cinta selalu memiliki kekuataan untuk saling menyempurnakan. kamu tidak perlu mencari yang sempurna, sebab pada akhirnya, kamu hanya akan menemukan satu; ia yang sanggup menyediakan rumah. jadi, tinggallah, jika kamu sudah menemukan satu yang kamu percaya untuk memulangkan segala cerita dan kamu percaya sanggup berbagi banyak hal sampai menua bersama dalam usia. - - 📷: pinterest
Jangan Takut Dengan Lamanya Kesendirian (2)
Sering banget saya dengar komentar orang, “belum nikah? Ngejar karir ya Mbak? Sibuk sekolah ya Mbak?” Gusti Allah, karir kok dikejar. Mending ngejar Lee Jae Hee.
Saya yakin bukan hanya saya yang mengalami, pasti juga dialami banyak perempuan di usia yang seharusnya sudah menikah tapi belum. Ketika saya melihat sekeliling, yang telat menikah memang banyak yang setipe dengan saya sih : suka kerja, suka sekolah, mandiri, dan semacam itu. Perempuan yang terlihat tidak butuh laki-laki.
Tahukah kamu, jika kondisi seringkali sebaliknya? Maksudnya, justru karena kami belum menikah, makanya memilih sibuk dalam pekerjaan, pendidikan, dakwah, kegiatan sosial, dan semacamnya. Mengapa? Bukan pelarian, tapi karena kami adalah perempuan - perempuan cerdas yang tahu benar letak kebaikan.
Bukan karena ga butuh laki-laki lalu ga nikah. Justru karena kami belum menikah, maka kami melatih diri untuk melakukan segalanya sendiri. Gak sedih kok, bahagia saja, hanya kurang lengkap tentunya. Seriously, perempuan mandiri tetap butuh lelaki. Saya sepenuhnya menyadari ini ketika kapan hari ga bisa ngangkat galon ke kamar yang berada di lantai 2. Rasanya pingin nangis dan teriak di tengah hujan, “aku pingin nikaaaaah biar ada yang angkatin galon!!!”
Jedderr, jedderr!! Lalu hujan makin deras dan kamar bocor parah. Lalu saya pingin teriak lagi pada ibu kost, “Teteeeeh, saya pingin nikah biar ada yang benerin genteng!!!”
No, itu hanya becandaan saya di tengah kondisi yang saya anggap kurang enak. Sorry bro, fungsi suami bukan hanya untuk angkat galon atau benerin genteng, no no. Maksud saya adalah, itu hanya sedikit kejadian yang menjadi hikmah bahwa perempuan tetap butuh laki - laki, untuk hal - hal yang lebih besar tentunya, membangun keluarga yang bermanfaat salah satunya.
Well. Jika belum ada keluarga yang harus diurus, apakah kami harus duduk lunglai menunggu jodoh? Dalam hal percintaan barangkali kami terlambat dan belum beruntung, tapi kami yakin bahwa ada banyak hikmah mengapa kami masih sendiri. Salah satunya adalah dengan memperbanyak ladang amal, melalui cara apapun.
Beruntunglah yang sudah menikah dan ladang amalnya makin luas. Agak sedih jika sudah menikah malah tidak berbuat apa - apa. Masih sedikit beruntung yang belum menikah tapi diberi rezeki ladang amal yang luas. Yang paling sedih adalah belum menikah, ga punya ladang amal. Jangan jadi yang terakhir ya.
Kadang - kadang saya mikir, ngapain saya ngejar karir sampai gak nikah - nikah? Lah, kalo bisa nikah cepet mah hepi banget, ga perlu kerja keras, udah ada yang nafkahin. Justru saya kerja keras karena belum ada yang nafkahiiiiiin, plis deh. Hahaha.
Beberapa waktu lalu kakak sepupu nge-chat. Dia bercerita tentang teman dekat saya ketika SD (usianya lebih tua dari saya), dimana kakak teman saya ini adalah teman dekat kakak sepupu. Kata sepupu saya, “si itu Din, belum nikah, padahal udah jadi dokter loh.”
Saya jawab, “Mbak, menjadi dokter dan menikah adalah dua jenis rezeki yang berbeda, jadi ga ada korelasinya kalau jadi dokter lalu jodoh jadi dekat. Barangkali, dia yang belum menikah itu jauh lebih bermanfaat karena dia dokter loh, dari pada yang sudah menikah tapi ga berbuat apa- apa.”
Bermanfaat tidak perlu bertitle sih, hanya saja menjadi dokter adalah contoh ladang amal yang menurut saya hebat jika dilakukan dengan bakti dan ikhlas. You name it simple good things that you can do, like ngajarin ibu - ibu PKK menjahit, atau kegiatan apapun. Pada intinya, sibukkan diri mencari ladang amal.
Semoga dengan menyibukkan diri berbuat baik, kita akan segera dijodohkan dengan pasangan yang juga sibuk berbuat baik. Lalu nanti menjadi keluarga yang sibuk membangun kebaikan.
Ah, tiba - tiba jadi ingat novel Ari Nur yang judulnya Diorama Sepasang Al-Banna. Ciee….uhuy uhuy..sekarang saya bisa menangkap makna filosofis di dalam novel yang menceritakan tentang sepasang arsitek itu. Bahwa pernikahan haruslah memperkuat teguhnya kita pada agama, bahwa pernikahan seharusnya menggabungkan dua kekuatan untuk membamgun peradaban. Tsaahh.
Maka, sebelum punya pasangan, semoga kita tetap menjadi Al-Banna meski masih sendirian, hingga saling disebelahkan di pelaminan.
Aiihhh,,,saya jadi baper sendiri gini.
Pernahkah kau merasa menjadi nomor kesekian dalam prioritas seseorang? Kau ada dalam kehidupannya. Namun, tahu benar tak akan dipilih. Tak akan dinomorsatukan.
Aku pernah (via krisanyuanita)
Mengerti arti Bacaan Sholat
Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan mendapatkan apa itu ke Khusyuk an dlm melaksanakan Sholat Fardhu kita. Rasulullah SAW bersabda “sholatlah seakan-akan engkau sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmu” ( Rukun Ihsan ).
Mari kita mulai belajar meresapi arti dari bacaan Sholat kita. Karena Sholat merupakan Dzikir yang sempurna.
Takbir Takbiratul Ihram —> ALLAAHU AKBAR
(Allah Maha Besar)
Iftitah Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila. (Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang). Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin. (Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik) Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin. (Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam). Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin. (Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)
Al Fatihah Adapun Rasulullah SAW pada waktu membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya. Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim) (Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang) Alhamdulillaah, Rabbil ‘aalamiin (Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta ‘alam) Arrahmaan, Arrahiim (Maha Pengasih, Maha Penyayang) Maaliki, yaumiddiin (Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali) Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin (Hanya KepadaMulah, kami menyembah, dan hanya kepadaMulah, kami mohon pertolongan) Ihdina, asshiraathal, mustaqiim (Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus) Shiraath, alladziina, an'am, ta ‘alayhim (Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka) Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin. (Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat) Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.
Rasulullah bersabda “Apabila engkau berdiri utk shalat bertakbirlah lalu bacalah yg mudah dari al-Qur’an “.
Ruku’
Lalu ruku’, dimana ketika ruku’ ini beliau mengucapkan :
Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi, Wabihamdihi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
—> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali. (Hadits Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani) Rasulullah sering sekali memperpanjang Ruku’, Diriwayatkan bahwa : “Rasulullaah SAW, menjadikan ruku'nya, dan bangkitnya dari ruku’, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.” (Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
I'tidal
Pada saat ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, seiring Rasululullah SAW menegakkan punggungnya dari ruku’ beliau mengucapkan:
Sami'allaahu, li, man, hamida, hu “Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim) “Apabila imam mengucapkan “sami'allaahu liman hamidah”, maka ucapkanlah “rabbanaa lakal hamdu”, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya SAW (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)
Hal ini diperkuat pula dengan : Disaat Rasulullah sedang Sholat berjamaah, lalu ketika I’tidal beliau mengucapkan “Sami'allaahu, li, man, hamidah” lalu ada diantara makmun mengucapkan “Rabbanaa lakal hamdu”, Lalu pada selesai Sholat, Rasul bertanya “Siapakah gerangan yang mengucap “Rabbanaa lakal hamdu”, ketika aku ber I’tidal? Aku melihat para malaikat berlomba lomba untuk menulis kebaikan akan dirimu dari jawaban itu”. Maka sudah cukup jelas bahwa mari kita mulai melafalkan : Rabbanaa, lakal, hamdu (Ya Tuhan kami, bagiMulah, segala puji) Kesmpurnaan lafadzh diatas :
mil ussamaawaati, wa mil ul ardhi, wa mil u maa shyi’ta, min shai in, ba'du (Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya) (Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu ‘Uwanah)
Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do'a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW. Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu. Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya) Duduk antara dua Sujud
Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita melafadzkan seperti yang dilakukan Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Di dalam duduk ini, Rasulullah SAW mengucapkan :
Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii wahdinii, wa ‘aafinii, Wa’Fuanni
(Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku) Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim). Duduk At-Tasyaahud Awal
Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu 'Uwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i. Dari Ibnu 'Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepada kami. Beliau mengucapkan : Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah. Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah. (dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, 'abduhu, warasuuluh)
2. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah. Dari Ibn Mas'ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau - sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepadaku : —> (Mari diresapi setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk) Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat. (Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan). Assalaamu 'alayka *, ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu , wahai Nabi, dan beserta rahmat Allah, dan berkatNya). Assalaamu 'alaynaa, wa 'alaa, 'ibaadillaahisshaalihiiin. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh). Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah. (Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allah). Wa asyhadu, anna muhammadan, 'abduhu, wa rasuluhu. (Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya).
Notes : * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan : Assalaamu 'alannabiy (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi). Bacaan shalawat Nabi SAW di akhir sholat
Rasulullah SAW. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari'atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya. Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum/biasa kita lafadzkan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.
Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Wa 'barikh alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Fil Allamina Innaka, hamiidummajiid. (Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
Salam
“Rasulullah SAW. mengucapkan salam ke sebelah kanannya :
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah, serta berkatNya),
sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaikum warahmatullaah
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.”
( Hadist Riwayat : Abu Daud, An-Nasa'i, dan Tirmidzi )
Mari di perhatikan, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih lengkap daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua )
———————————————————————————
Subhanallah dan Alhamdulillah, Maha Benar Allah atas segala FirmanNya. Luar biasa sekali ya arti dari bacaan Sholat ini. Makin merunduk kita, makin terlihat kecil kita, makin menangis kita.
Saya berharap agar ini menjadi bagian dari jalan kemudahan untuk kita di dalam menggapai khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan. Maka jika kita tahu dan mengerti akan nikmatnya shalat itu, mari kita share ke keluarga kita.
Selamat meresapi dan jangan lupa untuk share ke orang orang yang kita cintai.
Subhanallah ☺
saat kita sholat. kita tau kan apa arti dari bacaan yang kita baca ? *ngomongsamacermin
Aku yang rindu diriku beberapa tahun lalu aku yang sekarang tak lebih dari seorang yang lemah perihal rasa . Untuk apa kembali menangisi sosok pria toh aku yakin tuhan sudah mempersiapkan jauh lebih baik dari dia . Sungguh aku ingin nikah !
Ya allah aku kangen 😢
Kau tau apa yang bodoh? Aku takut kehilanganmu padahal aku tau kau bukan milikku. Dan kau tau apa yang lebih bodoh? Aku tak peduli dengan hal itu dan tetap memilih untuk selalu dekat denganmu.
(via mbeeer)
Ayo coba sini :)))
Kamu cinta dia~
”Kita ini apa?”
“Kita putus ya?”
Kamu mendadak hilang.
Tolong tetap tinggal.
“kamu tidak ada”
“Tolong pergi saja”
Ada namun meniadakan
Jangan kembali lagi!!
aku mulai menjauh.
Jangan pedulikan aku.
tetap disini, dihatiku.
Kamu apa kabar?
Aku memilih pergi.
Kuota aku habis.
Pulang! Mamah sakit.
Aku sayang kamu
Kalau Sholat Sudah Mulai Ditinggalkan...
Guru saya dulu mengingatkan,
“Hati-hati kalau sudah mulai gampang ninggalin sholat. Karaktermu akan ikut berubah seiring seringnya ninggalin sholat.
Kalau subuh sudah mulai ditinggalkan, biasanya kamu akan gampang jadi orang yang menyepelekan waktu; gampang jadi orang yang ingkar janji dan suka tergesa-gesa dalam segala urusan.
Kalau dzuhur sudah mulai ditinggalkan, biasanya mulai malas; mudah menyepelekan tanggung jawab atau amanah. Gampang bingung dan mudah lelah.
Kalau ashar mulai ditinggalkan, kamu mulai merasa biasa saat melakukan dosa kecil maupun besar. Gampang kesentuh dengan zina dan ghibah.
Kalau maghrib mulai ditinggalkan, akibatnya mulai gampang larut dalam kesibukan yang makin sibuk. Waktu terasa sempit dan urusan seolah seperti nggak ada ujung pangkalnya. Makin diselesaikan makin rumit, makin dikejar makin jauh.
Dan kalau isya sudah ditinggalkan, mulai hilang ketenangan. Mulai gampang gelisah dan was-was. Mudah bosan dan miskin kreatifitas.
Jaga sholatnya, biar jauh dari perbuatan yang sia-sia.”
©Dwi Lianawati
Jangan Dirumah aja , Indonesia Itu Indah .
Melayani dengan sepenuh hati #ppgunj #gurusejati #anakbangsa #marinabung #biayanikahmahal #telatmenikahtapibahagia. sponsored by : @bankbri_id Terimakasih BRI .
Aku bukan anak sholeha tapi doa ibuku berhasil membawa rizki dan kebaikan yanh tak diduga-duga.
:’)
Keponakan udah Gadis aja sih , menandakan si tante udah mulai menua.
Masih ngantuk 😢 (di Gedung Pusat Study Dan Sertifikasi Guru UNJ)
Masih ngantuk 😢 (di Gedung Pusat Study Dan Sertifikasi Guru UNJ)
Aku juga mau dipahami , bukan cuman aku yang memahami .