Entah berapa kali, langit-langit kamar ini menyaksikan lelaki separuh dewasa yang buih-buih harapannya tak juga menjadi nyata. Belantara matanya masih saja terbuka oleh realita yang belum juga menjadi niscaya. Benaknya berderit-derit ketakutan seraya berbisik mengatakan; masa depan, masa depan, masa depan. Tidak hanya itu saja, hatinya selalu bergumam tentang keluarganya, ibunya, kakaknya, ayahnya, berjodoh dengan siapa, besok harus makan apa, nanti tinggal dimana, kerja dimana, hingga tempat peristirahatannya di akhirat kelak. Nampaknya kerikil-kerikil kecil yang mengendap menjadi satu sudah berubah menjadi mahameru. Sudah tak bisa ia genggam lagi, tak ada pilihan lain selain meminta kepada Rabb Yang Maha Tinggi. Bagi-Nya, semua yang ada di dunia ini hanyalah kecil atau angan-angan semata. Pun mahameru, gunung yang paling tinggi di tanah jawa. Memang harus seperti itu, kan? Semua rintangan yang kita hadapi harus bergantung kepada Yang Maha Suci. Bila Yang Maha Kuat tidak menjadi pilihan untuk meminta, lantas kemana lagi kita harus mencari?
Bandung, yap setiap malam ovt selalu hadir dan menyapa.