Reposted from @adararelief Masih ingatkah sahabat dengan Muhammad Ad Durrah, bocah 12 tahun yang meninggal tahun 2000? . Ketika itu, Muhammad berjalan dengan ayahnya di Jalan Salah El-Din di Jalur Gaza, mereka terkejut tiba-tiba berada di antara tembakan-tembakan Zionis. Mereka mencoba bersembunyi di balik tong beton. Momen ini terjadi saat Intifadah Al-Aqsa, yang berlangsung pada tahun 2000. . Jamal sang ayah berusaha mati-matian untuk melindungi putranya dengan seluruh kekuatannya, tetapi peluru menembus tangan kanan jamal, dan kemudian Muhammad terkena tembakan pertama di kaki kanannya dan berteriak: "Mereka menembakku," Jamal terkejut dengan peluru yang datang dari belakang menembak putranya yang masih kecil, Mohammed sempat berkata lirih : “Ayah aku baik-baik saja, jangan takut pada mereka, "sebelum tubuh bocah laki-laki itu terbaring gugur di kaki ayahnya. . Adegan tragis yang membuat dunia menangis, mengguncang hati nurani terdalam atas dasar kemanusiaan. Momen meninggalnya Muhammad al-Durra pada 30 September 2000 di pelukan ayahnya, didokumentasikan selama lebih dari satu menit oleh kamera jurnalis Charles Andrlan di televisi Prancis 2 pada tahun 2000, dalam video tersebut menunjukkan bagaimana sang ayah meminta para penembak untuk berhenti karna melihat putranya yang sudah tertembak, tetapi tidak berhasil. . Tepat tanggal 30 September 2019, orang-orang Arab dan Palestina mengenang 19 tahun kematian anak yang bernama Muhammad al-Durrah. . Kematian bocah 12 tahun ini menjadi simbol kejahatan pasukan penjajahan Zionis yang belum berhenti menembaki anak-anak hingga saat ini. . #freepalestine #kullunamaryam #weareallmarry #kitasemuamaryam #savehumanity #hakAzasiManusia #adarareliefinternational #savewomenofpalestine #savechildrenofpalestine #israelcrime #alquds #freealquds https://www.instagram.com/p/CFzT9fDjvPX/?igshid=1b8h5akwwc6g5












