Simple
âąplease like or reblog if you use
hello vonnie
todays bird
macklin celebrini has autism
Interview Vampire Daily

#extradirty
noise dept.
YOU ARE THE REASON
cherry valley forever
No title available
ojovivo
taylor price
Keni
Show & Tell

pixel skylines

izzy's playlists!
$LAYYYTER
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Color Me Curious
One Nice Bug Per Day
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

seen from United States

seen from Bangladesh

seen from United States
seen from United States
seen from Libya

seen from Netherlands
seen from Singapore
seen from Philippines

seen from Uruguay

seen from Germany

seen from Venezuela

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from Spain
seen from United States

seen from Canada
seen from Philippines
seen from United States
seen from Germany
seen from Canada
@s-y-u-n-i
Simple
âąplease like or reblog if you use
Ini tentang apapun yang tiba-tiba muncul di pikiranmu begitu kamu membaca tulisan ini.
Waktu terbaik adalah waktu yang tepat. Bukan waktu yang terburu atau waktu yang terlambat.
Waktu yang tepat berarti kamu telah siap karena menyiapkan dan tidak menyesal karena gegabah dalam memutuskan.
Dan kamu tak akan pernah sampai pada waktu yang tepat mana kala kamu hanya menunggu tanpa bersiap apa-apa.
Karena waktu yang tepat adalah titik temu antara rencana yang terukur dan realitas yang mujur.
Apapun masalahmu dan apapun yang sedang kamu usahakan, semoga Allah memberkahimu. Semangat, ya!
© Taufik Aulia 2020
Menikah ketika Allah yakin kamu siap, pada waktu yang tepat dan kita siap untuk menjalankan nya.
Jika belum sekarang, maka persiapkan saja dulu đȘđ»đ
Kebahagiaan Datangnya Dari Allah
Khayalanmu begitu tinggi. Berpikir bahwa dengan menikah, semua masalahmu saat ini otomatis bisa selesai. Padahal TIDAK. Justru setelah menikah permasalahan baru akan muncul satu per satu. Masalah yang tentu jauh lebih rumit dari masalahmu hari ini.
Pertanyaannya, sudah seberapa siap mental kamu untuk diuji oleh Allah-setelah menikah? Jangan-jangan masalahmu yang ringan hari ini saja masih kau keluhkan. Jangan-jangan hatimu belum cukup kuat untuk menanggung ujian-ujian yang berat?
Maka pantas saja bila sampai hari ini Allah belum mengizinkanmu mendampingi hidup seseorang.
Allah ingin kamu latihan dulu menjadi perempuan yang hebat, dan tidak mudah baperan. Agar kamu tidak tumbang saat diberikan ujian yang berat. Agar kamu tidak mudah mengadu pada orangtuamu, bila suatu saat suamimu melukai tubuhmu dengan tangannya. Agar kamu tidak mudah meminta pisah bila suatu saat kamu menemukan suamimu berlaku kasar.
Bukannya menakut-nakuti. Tetapi aku ingin kau menyadari bahwa betapa penundaan ini adalah kebaikan untuk dirimu sendiri. Maka bersyukurlah, karena Allah masih berikan kamu waktu untuk memilih pendamping yang terbaik.
Jika satu waktu kamu melihat kemesraan pasangan muda di sosial media, maka bisikkanlah dalam hatimu bahwa, rumah tangga yang mereka jalani tidak seindah apa yang kau lihat saat ini. Kamu hanya bisa melihat apa yang terlihat dari senyumnya. Kamu tidak pernah benar-benar tahu apa yang tersimpan dalam hatinya. Apakah mereka benar-benar bahagia atau tidak.
Maka, jangan pernah berpikir bahwa memiliki pasangan adalah kebahagiaan. Karena betapa banyak yang sudah menikah namun tak menemukan kebahagiaan dalam keluarganya. Betapa banyak yang sudah menikah namun hanya menunaikan kewajiban semata. Sayangnya, hati mereka terasa hampa.
Jika tujuan menikahmu hanya untuk mencari kebahagiaan, maka sampai kapanpun hidupmu tidak akan bahagia meski menikah dengan orang yang paling kau cintai sekalipun. Sebab, kebahagiaan hanya datang dari Allah. Dan itu lahir dari ketenangan di dalam hati ketika kamu dikaruniai pasangan yang taat pada Ilahi.
Sungguh kebahagiaan bukan datang dari pasangan. Tetapi datang dari Allah.
đ@gadisturatea
Nasihat đ„đ„
. "Puisi bukan untuk dipahami, tapi dihayati." Kata sastrawan kebanggaan Indonesia, Sapardi Djoko Damono. . . . #menulis #menulispuisi #puisi #penulispemula #penyairmuda #penyair #belajarmenulis #latihanmenulis #puisi #puisiindonesia #penulisindonesia #kumpulanpuisi #antologipuisi #kelaspuisi #karyasastra #grupmenulis #percayadiri #kembangkanpotensi #pemerhatisastra #pecintasastra #sajak #tipsmenulispuisi #bukupuisi #aromabuku (di Makassar) https://www.instagram.com/p/B-TNXQHBNGh/?igshid=1gp7923g0nnzg
. Apa kau juga? . . #bukupuisi #puisi #sukapuisi #poem #poetry #bait #kumpulanpuisi #penulisindonesia #antologipuisi #belibuku #bukufiksi #karyasastra #sastra #puisiindonesia #puisimodern #puisirindu #poemlover (di Sungguminasa, Sulawesi Selatan, Indonesia) https://www.instagram.com/p/B-I5Gj6hRNC/?igshid=1d839qmasfol5
. Aku hafal dengan sangat baik, Seringkali ada terselip cerita manis di beberapa episode drama menyedihkan. Meski harus terdayuh berkali-kali, Sesukar mendayung sampan yang telah bocor. . (Penggalan salah satu puisi berjudul 'Masih suka') . . Untuk pemesanan sangat mudah, tersedia diberbagai marketplace; . GUEPEDIA https://www.guepedia.com/Store/lihat_buku/MTIzNzU= . TOKOPEDIA https://www.tokopedia.com/guepedia/kau-dalam-puisi . BUKALAPAK https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/novel/2wcuosq-jual-kau-dalam-puisi?keyword= . FACEBOOK https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2425295534447679&set=a.1375179096126000&type=3&theater . INSTAGRAM https://www.instagram.com/p/B9REKfCnf-T/ . . . #bukupuisi #puisi #sukapuisi #poem #poetry #bait #kumpulanpuisi #penulisindonesia #antologipuisi #belibuku #bukufiksi #karyasastra #sastra #puisiindonesia #puisimodern #puisirindu #poemlover (di Makassar) https://www.instagram.com/p/B-I4dUyhcjJ/?igshid=rge8y1f1kl8n
Dapet di wa, tanpa saya tau siapa penulisnya.
âBolu Pisang dan Es Krim â
"Ma, kakak ranking satu, mana janji mama mau beliin es krim," rengek Dika putra sulungku. Sejak pulang sekolah ia selalu saja menagih janjiku. Mana kutahu bila si sulung yang baru kelas dua SD akan meraih ranking satu, pikirku saat berjanji paling dia hanya akan masuk sepuluh besar saja seperti biasa.
"Sabar ya, Nak, tunggu ibu gajian tanggal satu," janjiku, padahal aku pun tahu tanggal satu nanti upah menjadi buruh cuci separuhnya akan habis menyicil hutang pengobatan ketika almarhum suami sakit dulu.
Dika cemberut. Aku tahu dia kecewa. Tak banyak pinta anak ini sebenarnya, hanya sebuah es krim ketika ia ranking satu. Tapi bagiku itu barang mahal.
Ah seandainya saja Dika ranking dua atau tak usahlah ranking sekalian, ia pasti tak sekecewa ini.
Keterpurukan hidupku bermulai ketika suami yang tiap hari bekerja sebagai buruh bangunan kecelakaan dan lumpuh. Tiap Minggu harus bolak balik kontrol ke rumah sakit, walau pakai BPJS namun kerepotan ini tetap membutuhkan biaya hingga hutang pun menumpuk.
Ketika suami akhirnya pergi selamanya, hutang-piutang pun berdatangan meminta haknya untuk dilunasi.
Aku pasrah. Memohon kepada si pemberi hutang agar memberi kelonggaran dengan mencicil.
Bukan tak mau bekerja lebih giat lagi, namun selain Dika, aku memiliki Anita putri bungsuku yang masih berusia dua tahun. Tak semua orang mau menerima pekerja rumah tangga yang membawa balita.
Sejak itu aku melakukan kerja apapun, mulai dari buruh cuci, hingga upahan membuat kue. Kebetulan kata orang-orang bolu pisang buatanku enak.
(Mbak, bisa buatin bolu pisang?) Sebuah pesan masuk.
Aku bersorak. Alhamdulillah tak sia-sia mengisi pulsa data beberapa hari yang lalu dan mengaktifkan WA ku. Ada pesanan masuk.
(Bisa Mbak, mau berapa loyang?)
(2 loyang, ngambilnya habis Zuhur bisa?)
(Bisa Mbak.) Aku menyanggupi.
(Tapi bolu pisangnya jangan pakai gula ya, biar manisnya ngambil dari pisangnya saja. Anakku alergi gula.)
(Siap, Mbak. Otw dibuat.)
(Berapa harganya?)
(50.000 Mbak.)
(40.000 saja ya, kan gak pakai gula.)
Aku menelan ludah. Ya Tuhan, padahal dalam tiap loyangnya aku hanya mengambil untung 20.000.
(Ya sudah karena Mbak ngambil dua, aku kasih.)
(Oke, tapi aku gak bisa ngambil ke rumah ya, Mbak. Aku mau pergi liburan, jadi jam 1 aku tunggu di depan SMP yang ada di simpang itu.)
(Oke siap.)
Aku segera gerak cepat menyiapkan semua bahan dan mulai bekerja. Baru jam sembilan berarti masih banyak waktu luang. Kebetulan ada pisang Ambon yang belum terpakai jadi gak perlu beli ke pasar.
Alhamdulillah aku bisa mendapat untung dua puluh ribu dari penjualan dua loyang bolu pisang.
Sepuluh ribunya bisa buat beli es krim harga lima ribu untuk si sulung dan bungsu dan sisanya untuk tambahan belanja besok.
Setelah sholat Zuhur, jam 12.30 aku segera berangkat menuju tempat yang dijanjikan. Si sulung mengekor langkahku dengan riang karena terbayang es krim yang bakal didapat. Si bungsu sedang tidur siang jadi kugendong saja.
Tempat janjian kami cukup jauh sekitar setengah kilometer dari rumah. Walau tengah hari dan terik matahari tengah garang menyerang, aku tetap semangat, demi 20.000.
Jam satu kurang lima menit kami telah tiba di tempat janjian. Mungkin sebentar lagi yang memesan akan datang.
Sepuluh menit, dua puluh menit hingga tiga puluh menit berlalu namun tak kunjung ada tanda bila si pemesan akan datang.
Beberapa pesan telah kukirim sejak tadi namun hanya terkirim dan belum dibaca.
Aku menelpon berkali-kali pun tak kunjung diangkat. Sudah hampir satu jam menanti.
Si sulung telah lelah dan merengek sementara si bungsu telah bangun dan ikut meraung karena kepanasan.
Ting! Sebuah pesan masuk. Hatiku bersorak, dari si pemesan kue.
(Ya Allah Mbak, maaf ya aku lupa. Ini suami berubah pikiran, awalnya dia bilang berangkat habis Zuhur eh tahunya jam sepuluh udah mau buru-buru. Jadi gak sempat kasih kabar. Mbak, jual bolunya sama orang lain saja ya, aku udah otw ke kampung.)
Aku langsung terduduk lemas. Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Apalagi ini? Aku tak meminta banyak ya Allah, hanya es krim saja.
Peluhku yang sudah sejak tadi mengucur, kini bercampur dengan air mata.
Siapa yang ingin membeli bolu pisang tanpa gula dengan rasa manis yang alakadarnya?
Ya Allah, berkali aku menyeka air mata yang terus membasahi wajah.
Sulungku berhenti merengek, ia langsung diam melihat air mataku. Lama ia menatapku iba. Kedua netranya mulai berkaca. Tak tega hati ini melihatnya. Ia hanya ingin es krim seharga 5000 ya Allah.
"Dika gak akan minta es krim lagi Bu, tapi ibu jangan nangis." Dika kecilku berkata dengan suara yang bergetar. Sepertinya ia pun menahan tangis.
"Kita pulang, Nak," ucapku. Dika mengangguk, si bungsu pun tangisnya mulai mereda. Sepertinya ia mengerti akan kegundahan hati ini.
Ya Allah, beginilah rasanya. Sakit ya Allah, sakit, sakit, sepele bagi mereka namun begitu berat bagiku. Bahan-bahan bolu itu adalah modal terakhir dan kini seolah sia-sia.
Ya Allah, berkali aku menyebut nama-Nya. Berat, sungguh berat, belum lama suamiku pergi dan kini rasanya aku lemah.
Tak banyak ya Allah hanya ingin es krim saja, itu saja, untuk menyenangkan buah hatiku dan kini bukan untung yang kudapat malah kerugian yang telah nyata di depan mata.
Aku baru saja memasuki halaman rumah kontrakan ketika Bu Tia tetanggaku kulihat telah menunggu.
"Eh, ibunya Dika, dicariin, untung cepat pulang."
"Ada apa Bu?" tanyaku. Semoga saja wanita baik ini akan memberikanku perkerjaan. Apa saja boleh, bahkan yang terkasar sekalipun akan kuterima. Tapi gak mungkin, di rumah besarnya sudah ada dua pembantu yang siap sedia. Aku kembali membuang anganku.
"Gini, ibu jangan tersinggung ya." Bu Tia menatapku.
Aku mengangguk, ingin kukatakan bila rasa tersinggung itu sudah lama lenyap dalam kamus hidupku.
"Papanya anak-anak kan baru pulang jemput kakek neneknya dari bandara. Ya dasar laki-laki tahunya kan cuma nyenengin anak tapi gak tahu yang baik. "
Aku mengangguk walau belum paham kemana arah pembicaraan.
"Masa dia ngebeliian anak-anak es krim sampai lima buah. Padahal anakku kan masih batuk pilek parah. Jadi, daripada buat rusuh, mau ya Bu nerima es krim ini, untuk Dika dan adiknya." Bu Tia menyerahkan plastik putih berisi es krim padaku.
Aku terdiam tak sanggup berkata-kata.
"Asikkk." Dika bersorak, aku masih bergeming.
"Lo, yang ibu bawa itu apa?" tanya Bu Tia melirik kantong hitam berisi dua kotak bolu pisangku.
"Bolu pisang Bu, tapi gak manis, kebetulan yang mesan batal. "
"Wah kebetulan, neneknya di rumah itu diabetes jadi gak bisa makan manis. Saya beli ya untuk cemilan."
"Benar Bu?" Aku bertanya tak percaya.
"Iya, berapa harganya?"
"Berapa saja, Bu. Terserah, asal jadi uang."
"Ya sudah." Bu Tia menyerahkan dua lembar uang merah ke dalam genggamanku.
"Ya Allah Bu ini kebanyakan ," ucapku.
"Sudah, gak apa. Ambil saja, kalau mesan yang kayak gini emang mahal kok Bu." Bu Tia langsung mengambil kantong berisi bolu pisang dan bergegas pergi.
Aku masih diam dengan air mata yang mulai menetes lagi. Baru saja mengeluh akan pahitnya hidup dan kini semua telah terbayar lunas.
***
Bu Tia meletakkan bolu pisang yang baru ia beli di atas meja makan.
Ia duduk dan memandang dua kotak bolu pisang itu dengan tatapan berkaca.
Sungguh zolim sebagai tetangga, bahkan ada seorang janda yang kesusahan pun ia tak tahu. Sementara baru saja ia membeli tas branded seharga jutaan dan tak jauh dari rumahnya ada seorang anak yatim merengek pada ibunya hanya demi sebuah es krim.
Untung saja Fahri putranya bercerita, bila tidak pastilah kezoliman ini akan terus berlangsung.
"Ma, tadi yang juara 1 Dika, tetangga kita yang di ujung itu." lapor putra sulungnya.
"Bagus dong, les dimana dia?"
"Gak les kok, Ma. Orang dia miskin kok."
"Hey, gak boleh menghina orang lain." Bu Tia melotot pada putranya.
"Gak menghina kok. Kenyataan emang dia miskin. Kasihan deh Ma, masa kan ibunya janji mau beliin dia es krim kalau ranking satu eh pas dia ranking malah ibunya bilang tunggu ada uang. Kasihan banget Dika ya , Ma. Mana kalau di sekolah dia suka mandang jajanan temannya kayak ngeiler gitu tapi pas dikasih dia nolak. Malu mungkin ya, Ma." Fahri bercerita panjang lebar.
Bu Tia terdiam.
Ya Allah mengapa ia tak tahu? Selama ini, ia aktiv ikut kegiatan sosial, mengunjungi panti asuhan ini dan itu. Namun ia abai akan keadaan di sekitar.
"Ma, bolunya gak ada rasa, kurang enak," ucap Fachri membuyarkan lamunannya.
"Sengaja, makannya bukan gitu. Tapi kamu oles mentega dan taburi meses atau kamu oles selai buah."
"Ohhh, gitu ya. Tumben mama pesan bolu tawar."
"Lagi pengen aja."
Bu Tia menghela napas panjang. Tak akan terulang lagi, jangan sampai ada tangis anak yatim yang kelaparan di sekitarnya.
Anak yatim itu bukan tanggung jawab ibunya saja tapi keluarga dan orang sekitar.
***
Sepele bagi kita namun berarti bagi mereka.
Ada kala sisa nasi kemarin sore yang tak tersentuh di atas meja makan kita adalah mimpi dari anak-anak yang telah berhari-hari terpaksa hanya berteman dengan ubi rebus saja.
Jangan heran menatap binar seseorang yang begitu terharu ketika gaun pesta yang menurut kita sudah ketinggalan jaman itu kita berikan pada mereka.
Uang lima puluh ribu yang sangat mudah lenyap ketika dibawa ke mini market bertukar dengan kinderj*y dan beraneka jajanan yang habis dalam sekejap itu adalah setara dengan hasil kerja keras seorang buruh dari subuh hingga menjelang Magrib.
Bersedekah itu gak perlu banyak, sedikit saja dari yang kita punya. Memberi itu jangan menunggu kaya, saat kekurangan lah justru diri harus lebih bermurah hati.
Beruntunglah bila di sekitar begitu banyak ladang sedekah dimana kita dapat menukar rupiah menjadi pahala. Kaya itu bukan pada jumlah harta tapi bagaimana kita membelanjakannya. Akherat itu ada dan sudah kah kita menyiapkan hunian di sana?
Love this. âŁïž
đđ§Ąđ
âVirusâ
â
Hai manusia! Perkenalkan, aku Bakteriofag. Aku adalah virus yang bisa masuk ke dalam bakteri untuk kemudian mengambil alih seluruh komponen bakteri agar aku dapat berkembang biak.
Setelah jumlahku cukup banyak di dalam bakteri, aku akan keluar dari tubuh bakteri, meninggalkan dia dalam keadaan mati. Ya jelas mati, dinding selnya aku rusak supaya aku bisa keluar.
Demikianlah aku diciptakan, aku adalah makhluk mikroskopis yang Allah Ta'ala kirimkan agar kalian dapat mengambil pelajaran.Â
Mari sini kuceritakan tentang aku dan kelompokku:
Aku adalah virus, makhluk yang tidak bisa hidup tanpa inang. Maklum, sebagian besar dari kami adalah parasit obligat. Maka aku akan hinggap pada inang yang cocok, inang tersebut haruslah hidup dan sehat supaya aku bisa bertambah jumlahnya. Lagi, lagi, dan lagi, untuk kemudian aku tinggal pergi dan tak kembali.Â
Itulah sebabnya inangku akan sakit atau mati. Itu adalah jejak âserangankuâ.
Aku dan rekan-rekanku cukup spesifik dalam memilih inang. Kami dapat hidup di hewan, tumbuhan dan tentunya kalian, manusia. Kami tentunya dapat membuat serangan pada tubuh manusia, membuat kalian sakit atau bahkan kalian ditakdirkan mati karenaku, meski kami hanya bisa terlihat dengan alat bantuan yang manusia buat untuk meneliti aku dan kelompokku.
Kutanyakan pada kalian manusia. Apa kalian pernah melihat mereka yang terkena wabah Thaâun, Hepatitis A, B dan C, Campak, Flu burung, AIDS/HIV dan yang semisalnya?
Itu semua hasil kerja kelompok kami atas seizin Allah!
Sampai sini kalian sadar kan kalau kami adalah makhluk berbahaya?
Ada beberapa alasan kenapa Allah Taâala menciptakan aku. Sini kuberitahu salah satunya. Apa kalian lupa tentang hadits Nabi Shallallahu âalaihi wa sallam yang menjelaskan bahwa apabila tersebar zina secara terang-terangan, akan muncul penyakit ganas yang tidak pernah ada sebelumnya? Di zaman ini sudah terbukti, yaitu muncul penyakit akibat zina (faahisyah) yang tersebar merajalela seperti penyakit HIV/AIDS, sifilis, gonore, herpes dan lain-lainnya. Penyakit-penyakit ini disebut dengan âpenyakit menular seksualâ (Sexually Transmitted Disease) karena menular melalui hubungan seksual. Dan itupun adalah hasil dari jejakku. Ha! Sudah aku beritahu salah satu contohnya. Mari sini, ceritakan bagaimana seharusnya kalian mencegah dan melindungi diri kalian dari seranganku. Aku Tunggu! Afala taâqiluun wahai manusia..  Â
Keimanan dalam keluarga kecilmu nanti
Kamu baru menyadarinya nanti. Yah nanti, mungkin setelah berjalan pernikahan bertahun-tahun. Kalau yang menguatkan pernikahan tidak hanya cinta tapi komitmen. Namun lebih jauh dari itu semua ialah keimanan.
Betapa banyak orang yang sudah menikah kehilangan rasa saling mencintai tapi tetap memilih mempertahankan rumah tangganya karena komitmen. Namun yang memiliki keimanan akan membuat cinta yang tadinya layu akan terus tumbuh. Dengan keimanan komitmennya mengakar kuat.
Bualanmu tentang cinta dulu sungguh tak membantumu sama sekali jika tanpa didasari oleh keimanan. Cinta bisa lenyap kapan saja dan tanpa disadari. Namun sekali lagi hanya dengan keimananlah yang membawa cintamu tetap utuh membersamai hingga akhir.
Keimanan nantinya yang akan mendatangkan berlapis-lapis keberkahan dalam keluarga kecilmu. Mungkin penghasilan sebulan hanya beberapa namun cukup untuk memenuhi segala kebutuhan yang ada.
Keimanan pula kelak yang akan mendatangkan ketenangan. Suami istri begitu adem dan kompak dalam rumah tangga. Boleh jadi bukan sebab suami istrinya tapi karena Allah menurunkan ketenangan itu karena adanya keimanan dari suami dan istri dalam rumah tangganya.
Mungkin nantinya hanya akan ada sedikit konflik yang terjadi tapi menjadi tidak begitu berarti. Memang tidak ada rumah tangga yang tanpa masalah. Tapi justru masalah itu menjadi jembatan untuk mengokohkan rumah tangga yang dibangun semakin lebih kuat dengan ketaatan, dengan keimanan padaNya.
Keimanan yang menuntunmu untuk terus taat melayani pasanganmu walau hati sesekali bergejolak, walau emosi kadangkala memuncak. Demi apa? Demi meraih keridhoan pasanganmu. Tapi itu sungguh tak mudah. Namun dengan keimanan semua yang tadinya sulit menjadi begitu mudah untuk ditaklukan. Karena apa? Lagi-lagi karena keimanan.
Percaya atau tidak tak ada teman sebaik keimanan dalam perjalanan membangun rumah tanggamu kelak. Keimanan yang akan membuatmu menjadi lebih kuat, lebih tangguh, lebih tegar untuk selalu memberikan yang terbaik untuk keluarga kecilmu nanti.
"Bagaimanapun indahnya rumah tangga yang kamu bangun kelak, jika tanpa keimanan Ia tak akan pernah membuatmu benar-benar bahagia."
"Yah boleh jadi kamu bilang rumah tanggaku kok baik-baik saja, aku bahagia aja nih, padahal taatku, imanku, sekedarnya saja?"
Barangkali itu yang namanya kebahagiaan yang semu. Kebahagiaannya hanya bertahan sampai dunia saja. Tapi tak menggema hingga ke akhirat sana. Bukankah kita hidup bukan untuk dunia saja kan? Kitapun ingin suatu saat nanti bisa reunian kembali bersama keluarga di Syurga.
Lebih jauh, dalam keadaan paling sulit sekalipun, kesedihan juga kekecewaan membawamu kedalam jurang kerapuhan yang begitu dalam. Tenang, selalu ada keimanan yang akan menarikmu dari lubang kejatuhan itu lalu menyuntikkan berjuta-juta kekuatan untuk mengembalikan semua perasaanmu tadi menjadi lebih baik. Atau bahkan disanalah nanti kamu temukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Bukankah kebahagiaan adalah puncak dari segala rasa sakit, kekecewaan, kesedihan dan penderitaan yang kita syukuri?
Kita bisa bahagia kapan saja, dengan siapa saja, dimana saja. Bahkan dalam pernikahan yang barangkali sebagian besar atau malah kebanyakan mereka menemui ketidakbahagiannya disana.
Boleh jadi kebahagiaan rumah tangga orang lain yang kita lihat begitu indahnya adalah buah dari keimanan yang terus mereka pupuk walaupun segala macam masalah juga bergejolak dalam kehidupan mereka.
Jika ketidakbahagiaan sampai saat ini belum mampu kamu temukan dalam keluarga kecilmu, maka tengoklah hatimu dan jiwa pasanganmu, masihkah ada keimanan menetap di sana?
Semakin dekat kamu dengan keimanan, jauh lebih dekat lagi kebahagiaan itu hadir dalam hidupmu.
Menikahlah bukan semata-mata karena cinta tapi tersebab iman di dalam dada.
Dianesstari
Makassar, 20 Oktober 2019
Entah bagaimana, hujan dan Desember selalu datang bagaikan hamparan ombak laut. Membawa kembali hal-hal yang telah lama hanyut dari ingatan, atau cerita lalu yang sudah berusaha ditutup rapat.
Layaknya sebuah jeda dari satu paragraf menuju paragraf berikutnya - sebuah spasi yang memisahkan keduanya. Ruang untuk menengok kembali jejak-jejak lampau, mengukur sejauh mana kita telah bergerak dan tumbuh.
Bagaimana kabar cuaca di dadamu?
Masihkah ia badai? Atau, sudahkah ia memilih untuk gerimis dengan perlahan?
âSuatu hari, akan ada seseorang yang memandang cantikmu dari sudut pandang berbeda.â
adalah dia, yang kelak dengan âkeegoisanâ nya, melarangmu untuk berhias dan memakai wewangian ketika keluar rumah. Sebab ia ingin cantik dan wangimu hanya untuk dirinya saja.
adalah dia, yang kelak dengan âkecemburuanâ nya, melarangmu dan para tamu undangan untuk memasang foto-foto cantikmu di pelaminan, karena tak ingin wajah cantikmu dipandang oleh banyak pasang mata lelaki.
adalah dia, yang kelak dengan âkecemburuanâ nya, melarang kamu untuk menemui para teman lelakimu tanpa izinnya dan tanpa didampingi olehnya. Sebab dia tahu bagaimana cara melindungi dan menjagamu dengan baik.
adalah dia, yang kelak dengan 'keegoisanâ nya, menyimpan segala hal cerita baik tentangmu hanya untuk dirinya saja. Sebab dia tak ingin banyak lelaki mendengar betapa mengagumkannya dirimu dengan segala akhlak baikmu.
adalah dia, yang kelak dengan cinta tulusnya, mampu melihat cantikmu yang hanya dipoles oleh sentuhan air wudhu dan senyuman tulus setiap hari.
Dan, kamu akan sangat mencintainya sebab segala hal yang dia lakukan beralasan Allah. :)
Aku tahu, perjalanan ini tidak pernah mudah. Akan selalu ada rintangan untuk menguji sejauh apa kita yakin dalam mengambil langkah ini, untuk bersatu dalam ikatan yang halal. Anggap saja, kerumitan ini adalah latihan kita sebelum benar-benar masuk ke kehidupan rumah tangga, yang kita tahu ujiannya mungkin akan jauh lebih besar.
Notulensi kajian Al Ummu Madrasatul Ula bersama teh Karina Hakman (bagian 2).
Salman, 23 Agustus 2019
Simpanâ
save duluu~
Save
Apa Sebab?
Apa sebab orang bisa menyukaimu, bahkan jatuh hati? Padahal engkau tidak cantik seperti yang lain, bukankah itu perasaanmu? Kamu merasa tidak juga lebih pintar, lebih baik, bahkan lebih salehah. Tapi mengapa ada yang bisa menyukaimu? Bahkan rela jauh-jauh datang ke rumahmu, rela bekerja lebih keras untuk mempersiapkan hari-hari baik kemudian hari denganmu.
Apa sebab orang bisa menyukaimu? Sekalipun menurutmu, dirimu begini dan begitu?
Apa hendak dikata. Bukankah berulang kali kamu dengar bahwa cantik itu relatif, berdasarkan perasaan. Bukan berdasarkan standar iklan di televisi. Bahkan, sejauh mana ukuran kebaikan seseorang itu juga relatif. Baginya, kamu itu baik, dan itu lebih dari cukup untuk mengalahkan pikiranmu tentang dirimu sendiri yang merasa kamu belum cukup baik.
Apa sebab orang bisa menyukaimu, bahkan jatuh hati? Barangkali itulah sisi yang tidak bisa kamu lihat. Ada orang yang bisa melihat sesuatu yang tidak bisa kamu lihat dari dirimu sendiri. Dan memang, kita tidak bisa menilai diri sendiri dengan baik.
Boleh jadi, masa lalumu amat buruk, tapi baginya itu tidak berarti. Boleh jadi, kulit wajahmu kusam dan gelap, tapi baginya itu tidak berarti. Boleh jadi kepandaianmu tidak seberapa, tapi baginya itu tidak berarti.
Lalu kira-kira apa yang berarti darimu baginya? Barangkali kamu akan menemukan jawaban itu nanti di tatapan matanya, juga bagaimana setiap kata-kata yang keluar darinya, juga bagaimana ia memperlakukanmu. Barangkali juga kamu tidak akan menemukan jawaban itu segera. Butuh bertahun-tahun untuk mengerti dan memahami, mengapa ada orang yang bisa menyukaimu, bahkan jatuh hati.
Yogyakarta, 5 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi
jawaban dari segala keresahan dihati⊠:â
Untukmu yang... đ
âTidak ada keputusan besar yang mudah untuk diambil. Pasti akan melewati keresahan, ketakutan, kekhawatiran, segala hal yang membuatmu tak kunjung sampai tujuan. Pasti tidak mudah membuat keputusan besar untuk hal-hal yang amat berarti dan berharga.â
â Kurniawan Gunadi / 21 September 2019