Ternyata, hanya aku...
Nyatanya, tidak ada yang pergi ataupun meninggalkan. Hanya saja, si akulah yang terlalu berperan dalam perihal rasa memiliki.
tumblr dot com
One Nice Bug Per Day

Jar Jar Binks Fan Club
h
taylor price
art blog(derogatory)
The Bright Sessions
EXPECTATIONS

Jimmy Eat World
KIROKAZE

@theartofmadeline

Love Begins
Not today Justin
🪼

Discoholic 🪩
hello vonnie

No title available
cherry valley forever
Claire Keane
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
seen from Greece
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from Germany

seen from United States
seen from Argentina
seen from Canada

seen from Ireland
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from France
seen from United States
seen from Ukraine
seen from Bangladesh
@sofiahsn-blog
Ternyata, hanya aku...
Nyatanya, tidak ada yang pergi ataupun meninggalkan. Hanya saja, si akulah yang terlalu berperan dalam perihal rasa memiliki.
Jika kemarin masih mau, ia pasti akan bertahan.
Jika kemarin masih suka, ia pasti akan berjuang, bukan malah menelantarkan.
Lantas, alasan apa yang pantas membuatmu bertahan? Perihal mencintai seseorang yang sudah tidak lagi mencintaimu
Visual poem untuk mengiringi januari dan menyambut februari
YouTube : sofia hsn (subscribe & like)
IG : @sofiahsn
Sungguh...
Ketika senja dilumpuhkan gelapnya malam. Sangatlah jelas, bahwa senja menenggelamkan keindahannya untuk pekatnya langit malam
Jangan tanyakan kenapa? Intinya senja menghargai terangnya bintang setelahnya
Maka tak ada bedanya dengan kamu, seseorang yang memutuskan segalanya lebih dulu
Jangan tanyakan juga pada aku setelah itu? Intinya aku juga menghargai keputusanmu. Aku yakin, salah satu alasannya adalah tak ingin diganggu dengan adanya aku dikehidupanmu.
Tolong ingatkan aku jika mengatakan rindu kembali padamu; yang telah mempersilahkan kepergianku.
Selamat tinggal kembali...
Dari kisah beda agama, kita bisa belajar mengenai "Takdir..."
Sejak kita hidup di dunia ini, seluruh perjalanan adalah berdasarkan alur sebuah takdir. Mau tidak mau, suka ataupun tidak, memang begitulah takdir bekerja.
Kamu dipertemukan karena "takdir"
Kamu mengenalnya karena "takdir"
Kamu diberikan rasa padanya karena "takdir"
Dengan adanya takdir, maka tugas kita adalah menerima.
Namun, satu hal yang perlu kita ingat; daun yang jatuh pun tak lepas dari kehendak-Nya, maka mustahil juga dalam kisah cinta beda agama yang Maha menciptakan rasa tak bercampur tangan diantaranya.
Percayalah, yang sanggup berjuang bersama insyaAllah akan bahagia bersama-sama.
Aku hanya belum bisa menerima satu hal; sebegitu dalam cinta yang kamu persembahkan, ternyata pada akhirnya kamu yang mempersilahkan untuk saling meninggalkan.
Lombok, 15 Januari 2019
Sebegitu menyakitkan sebuah kehilangan?
Banyak yang bertanya kenapa pada kehilangan. Berdalih memberonta diatas ketidakterimaan.
"kenapa harus ada kehilangan?"
"kenapa bisa hilang? "
"kenapa menjadi kehilangan?"
Kenapa, dan banyak lagi kenapa.
-sofiahsn-
Aku selalu menulis untuk mu. Kamu? Orang yang buat aku lupa dengan air mata. Dulu.
Sejauh mana pun kau berjalan mengharapkan kau lupa masalah, kelak bila kau berhenti jalan kau akan teringat semula. Kadang tidak ada apa benda yang membuatkan kita lupa. Sakit itu akan terus kau ingat. Akan terus kau rasa. Dan akan terus kau hadam.
Ada baiknya untuk berdiam. Nikmati saja rasa sakit itu. Diam. Sabar. Redha.
Hei. Apa yang terjadi itu bersebab bukan? Apa kau perlu sesali?
Memang, sejauh apapun kamu ingin pergi dari sakitnya luka. Pada saatnya, akan kembali juga pada duka yang lama.
Tahun baru seharusnya maju kan? Lupa yang lalu. ❤️
Inginku selalu begitu, tapi kenyataannya, saat aku berlari meninggalkan luka, ternyata aku sedang kembali menuju luka itu sendiri:"
Sejauh mana pun kau berjalan mengharapkan kau lupa masalah, kelak bila kau berhenti jalan kau akan teringat semula. Kadang tidak ada apa benda yang membuatkan kita lupa. Sakit itu akan terus kau ingat. Akan terus kau rasa. Dan akan terus kau hadam.
Ada baiknya untuk berdiam. Nikmati saja rasa sakit itu. Diam. Sabar. Redha.
Hei. Apa yang terjadi itu bersebab bukan? Apa kau perlu sesali?
Memang, sejauh apapun kamu ingin pergi dari sakitnya luka. Pada saatnya, akan kembali juga pada duka yang lama.
"Kenapa harus aku? Kenapa harus kehidupanku?"
"Karena kamu yang kuat, dan karena kamu yang mampu!!! "
:"(
Setelah waktu itu,
Detik ini, aku akan mengatakan "pernah". Pernah merasakan sesak yang paling mengerikan. Karena sebuah pertemuan, yang mempertemukanku dengan seseorang yang telah mempersilahkan aku pergi dari kehidupannya.
Diantara suara yang terdengar ditelingaku saat itu, aku memutuskan untuk berlari dari ujung timur ke ujung barat suatu tempat. Berlari dengan langkah yang terpontang panting seraya mengatakan "aku ingin pulang, aku harus pergi, aku ngga bisa...".
Namun, sepanjang perjalanan aku berlari, langkahku selalu diberhentikan oleh manusia yang mengatakan, "lihat itu, dengar itu, aee..., ciee..."
Kemudian, aku berakhir dengan lumpuh di ujung timur suatu tempat, di antara tebing yang sepi. Aku bersandar dengan menutup mata menikmati sesak yang hampir memusnahkan aku dan hidup ku.
Di temukannya aku oleh temanku,
"kamu kenapa? Ada apa? "
"aku harus pulang sekarang, aku ngga bisa bertahan disini"
"jangan nangis seperti ini. Aku akan mengantarkan kamu pulang. "
"tidak perlu temanku, aku bisa pulang sendiri. Namun, aku hanya butuh istirahat disini."
--13:45--
Rabu, 2 Januari 2019
Hari Ini (2)
Akan ada saja, jalan Tuhan untuk menumpahkan segala yang disembunyikan diantara sesak yang mendalam.
Maafkan hamba-Mu ini Tuhan, yang telah hilang kendali ketika hendak berpura pura baik diantara beribu ribu hamba-Mu yang lain:"(
Lombok, 2 Januari 2019
Hari Ini
Adakah yang lebih menyakitkan dari hari ini ya Rabb?
Ketika dua insan yang telah saling mempersilahkan untuk pergi, tapi masih saling menyimpan rasa, dan saling menyalahkan temu yang menyesakkan:"(
Lombok, 2 Januari 2019
Teruntuk Sahabatku
Jika aku yang patah, berarti kamu yang harus tumbuh.
Jika kamu yang patah, berarti akulah yang harus tumbuh.
Kita bisa dalam satu keadaan; tapi harus sama sama tumbuh.
Dan untuk hari ini, kita tidak boleh sama sama patah. Kamulah yang harus tetap tumbuh.
sofiahsn_
Memang terlalu naif jika ku katakan menyesal di pertemukan dengan mu. Karena bahagianya bukan hanya sekedar bahagia biasa yang kamu persembahkan waktu lalu.
Namun, lebih baik tak bahagia sama sekali jika pada akhirnya harus berujung sakit seperih ini.
00:19
Lombok, 1 Januari 2019