Penghambaan pada Tuhan bukan hanya terletak pada sujudmu, tapi juga bagaimana kamu memperlakukan ciptaanNya.
Sastrasa

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from Argentina
seen from Russia
seen from Russia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany
seen from China
seen from United States
seen from United States
Penghambaan pada Tuhan bukan hanya terletak pada sujudmu, tapi juga bagaimana kamu memperlakukan ciptaanNya.
Sastrasa
Ini itu takdir. Takdir adalah skenario Sang Pencipta, tidak mungkin hanya secara garis besar tapi pasti mendetail.
Normies
Cerita Amai #1
Sore itu Amai menemukan pikirannya sedikit terganggu lantaran kelemahan hatinya yang mudah tersakiti hanya karena melihat sesuatu tidak mengenakkan yang tidak sengaja dilemparkan temannya pada Amai. Kemudian pertanyaan liar itu mengisi pikirannya.
“Jika Allah menciptakan manusia untuk beribadah, mengapa Dia tidak ciptakan saja manusia secara individual? Mengapa harus ada manusia lain untuk bersosialisasi? Mengapa tiap orang tidak diciptakan di dunia mereka sendiri saja dan terpisah dengan dunia orang lain? Allah sangat kaya kan? Dia pasti bisa menciptakan satu bumi untuk satu manusia. Sehingga tidak ada tanggung jawab yang harus dipikul untuk manusia lain, tidak ada etika-etika yang harus dipatuhi untuk menghormati manusia lain, dan yang paling penting, tidak ada lagi manusia yang sakit hati karena manusia lain, karena masing-masing dari mereka tidak pernah saling bertemu, mereka hidup sendiri di dunia mereka masing-masing, hidup mereka didedikasikan untuk ibadah saja kepada Allah, dengan sholat, ngaji, puasa, dzikir. Bukankah dengan begitu, lebih banyak manusia yang jadi taat?”
Kemudian hati kecil Amai menyadari kelemahan hatinya itu dan menuntunnya beristigfar. Hati kecil itu pintar, ia tidak perlu waktu lama untuk bisa menjawab pertanyaan liar dari pikirannya. Segera ia menjawab,
“Bukankah dunia itu memanglah permainan? Allah ingin kita menjadi bijak, tidak terbawa pada arusnya permainan dunia. Kehendak Allah permainan dunia ini bertipe multi-player, bukan single-player. Memang bisa saja Allah menciptakan kita sendiri-sendiri di planet kita masing-masing tanpa pernah saling bertemu, sehingga kita bisa dengan damai menunaikan ibadah sendiri-sendiri tanpa ujian-ujian berarti di dunia kita. Tapi, hal itu akan mengecilkan tingkatan ibadah kita. Masalah hati menjadi faktor utama ibadah kita menjadi tinggi, juga menjadi faktor utama pembeda antara manusia dan malaikat. Ujian hati biasanya muncul jika kita bersosialisasi. Ada jumawa, amarah, kedengkian, dan masalah-masalah hati lain yang harus kita hindari. Sedangkan ada keikhlasan, kesabaran, keteguhan, dan perhiasan-perhiasan hati lain yang harus kita kumpulkan. Semua itu akan menjadi ujian hati kita hanya jika kita bertemu dengan orang lain. Jika kita lulus dari ujian hati tersebut, kita akan menjadi manusia yang tingkatannya lebih tinggi daripada makhluk lainnya. Begitulah Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang spesial daripada makhluk lainnya. Karena ada hadiah besar yang disiapkan-Nya untuk kita yang berhasil menghadapi ujian dunia.
Lagipula, kita tidak pernah tahu kan, kita ini sebenarnya diciptakan bagaimana? Kita tidak penah tahu kan, permainan seperti apa yang diciptakan Allah? Siapa tahu kita memang diciptakan sendiri-sendiri di planet kita masing-masing. Siapa tahu orang lain hanyalah ornamen-ornamen yang diciptakan Allah yang sebenarnya tidak benar-benar hidup. Bisa saja mereka diciptakan hanya sebagai penguji hidup kita. Bisa saja mereka diciptakan untuk berpura-pura menjadi bagian dari dunia ini, berpura-pura menjadi manusia seperti kita, padahal mereka hanya objek-objek tidak nyata yang tiap kita tertidur, mereka menghilang. Wallahua'lam.”
Kemudan pikiran liar itu terdiam. Ia menolak untuk setuju, tapi ia belum memiliki argumen lain yang bisa melawan hati kecil Amai. Dan Amai harap, pikiran liar itu tidak menjadi lebih liar lagi.
PENCIPTAAN ADAM & TEKNOLOGI ROBOT
Setiap Kalimat Allah dalam Al-Qur’an adalah petunjuk dan bimbingan kehidupan manusia di alam semesta. All rights reserved. PENDAHULUAN Manusia dengan keseluruhan aspeknya merupakan objek yang selalu menarik untuk dipelajari dan dikaji. Manusia adalah Ciptaan Yang Maha Kuasa yang paling sempurna, dan manusia sendiri menyadarinya. Al-Qur’an mengabadikannya dalam ayat-ayat berikut: QS.…
Alhamdulillah Alloh Jauhkan Kita Dari Semua Keburukan Dengan Cara Yang Mudah Indah Ajak Umat Untuk Dzikir Tiap Pagi & Sore. #Dakwah #Islam
Kita telah mengetahui, Allah-lah satu-satunya Dzat yang mampu memberikan manfaat dan menghilangkan mudharat dari diri kita. Jika demikian, maka hanya Allah lah tempat kita memohon pertolongan dan meminta perlindungan. Barangsiapa yang bergantung kepada selain Allah, niscaya dia akan ditelantarkan, sebab hanya Dia satu-satunya tempat meminta perlindungan, meminta keselamatan, dan tumpuan harapan.. Segala manfaat dan madharat berada di tangan-Nya. Alhamdulillah Alloh Jauhkan Kita Dari Semua Keburukan Dengan Cara Yang Mudah Indah Ajak Umat Untuk Dzikir Tiap Pagi & Sore. Salah satu bentuk perbuatan bergantung kepada selain Allah adalah dengan meminta perlindungan dan keselamatan hidup kepada selain-Nya, baik itu jin, penghuni kubur, ataupun yang lainnya. Sungguh aneh, ketika ada orang yang mengakui bahwa hanya Allah yang menciptakannya dan mengatur segala urusaanya, tetapi meminta perlindungan (isti’adzah) kepada selain Allah. Padahal hanya Allah yang mampu memberikan perlindungan kepada kita. Makna dan Macam-macam Isti’adzah Isti’adzah artinya meminta perlindungan dan penjagaan dari hal yang tidak disukai. Isti’adzah adalah termasuk dari doa mas-alah (doa permintaan). Isti’adzah ada beberapa macam : Pertama. Isti’adzah (meminta perlindungan) kepada Allah. Yakni isti’adzah yang mengandung sikap butuh kepada-Nya, bergantung kepada-Nya, keyakinan bahwa hanya Allah yang memberi kecukupan, serta hanya Dia tempat berlindung yang sempurna dari segala sesuatu, baik yang sedang terjadi maupun akan terjadi, baik perkara kecil maupun besar, baik berasal dari manusia maupun yang lainnya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ 1 مِن شَرِّ مَاخَلَقَ 2 وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ 3 وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فيِ الْعُقَدِ 4 وَمِن شَرِّحاَسِدٍ إِذَا حَسَدَ 5 ”Katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul , dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki“.[Al Falaq:1-5] Dan juga firman-Nya : قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ 1 مَلِكِ النَّاسِ 2 إِلَهِ النَّاسِ 3 مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ 4 الَّذِي يُوَسْوِسُ فيِ صُدُورِ النَّاسِ 5 مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ 6 ”Katakanlah : Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia” [An Naas:1-6] Isti’adzah jenis seperti ini hanya boleh ditujukan kepada Allah. Barangsiapa yang menujukannya kepada selain Allah berarti telah berbuat syirik akbar dan pelakunya keluar dari Islam. Kedua. Mohon perlindungan kepada Allah melalui sifat-sifat-Nya, seperti kalam-Nya, kemuliaan-Nya, keagungan-Nya, atau semisalnya. Hal ini diperbolehkan berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَق “Aku berlindung kepada kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya” [H.R Muslim 2708]. Dan juga sabda beliau, أَعُوذُ بِعِظْمَتِكَ أَنْ أَغتَال مِنْ تَحْتِي “Aku berlindung dengan keagungan-Mu dari terbinasakan dari arah bawahku” [H.R Abu Dawud 5074, An-Nasa-i 8/677, Ibnu Majah 3547, dll. Hadits shahih). Dan dalam doa yang beliau ajarkan ketika sakit, أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللهِ وقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِد و احاذر “Aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah dari keburukan yang aku temui dan aku khawatirkan menimpaku” [H.R Muslim 2202]. Dan sabda beliau yang lain : أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ “Aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu” [H.R Muslim 486]. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika turun ayat, قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَىَ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَاباً مّن فَوْقِكُمْ “Katakanlah : Dialah yang bekuasa untuk menimpakan adzab kepadamu, dari ata
s kamu …” [Al-An’am : 65] maka beliau bersabda : أَعُوذُ بِوَجْهِكَ “Aku berlindung dengan Wajah-Mu” [H.R Bukhari 6883] Ketiga. Mohon perlindungan kepada orang mati atau orang yang hidup yang tidak hadir di hadapannya dan tidak mampu memberikan perlindungan. Hal ini termasuk perbuatan syirik akbar . Allah Ta’ala berfirman : وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقاً “Dan bahwasannya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin-jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” [QS. Al-Jin : 6]. Termasuk dalam jenis ini meminta perlindungan keselamatan kepada jin, kuburan orang shahilh, kuburan Nabi, dan bahkan para malaikat sekalipun. Perbuatan ini termasuk syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Keempat. Memohon perlindungan kepada sesuatu yang mungkin untuk dijadikan tempat berlindung, baik berupa makhluk, tempat, atau yang lainnya. Perbuatan seperti ini diperbolehkan. Dalil yang menunjukkan hal ini berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika menyebutkan tentang fitnah : من تشرف لها تستشرفه فمن وجد فيها ملجأ أو معاذا فليعذ به “Barangsiapa yang mencari-carinya ia akan terjerat olehnya dan barangsiapa yang mendapat tempat berlindung atau berteduh maka hendaklah ia berlindung dengannya” [H.R Bukhari 7081 dan Muslim 2886]. Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bentuk perlindungan ini dengan sabdanya: فمن كان له إبل فليلحق بإبله “Siapa yang yang memiliki onta, maka hendaklah pergi menggunakan ontanya” [H.R Muslim2887]. Disebutkan pula dalam shahih Muslim, dari Jabir bahwa seorang wanita dari bani Makhzum melakukan tindakan pencurian. Wanita itu kemudian dibawa kepada Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam, lalu wanita tersebut meminta perlindungan kepada Ummu Salamah. [Lihat H.R Muslim 1688] Dalam Shahih Muslim juga dari Ummu Salamah, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : يَعُوذُ عَائِذ بِاْلبَيْتِ فَيَبْعَثُ إِلَيْهِ بَعْث “Ada orang yang berlindung di Baitullah Ka’bah, lalu dikirimlah seorang utusan kepadanya” [H.R. Muslim 2882]. Jika ada seseorang minta perlindungan dari kejahatan orang dzalim maka wajib hukumnya memberikan perlindungan sebatas kemampuan yang dimiliki. Akan tetapi jika dia minta perlindungan untuk tujuan melakukan kemungkaran atau menghindari dari menunaikan kewajibannya, maka haram untuk melindunginya. Kesimpulannya, boleh meminta perlindungan kepada makhluk sebatas hal-hal yang dimampu oleh makhluk tersebut. Anjuran Doa Meminta Perlindungan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita suatu doa untuk meminta perlindungan : وعن خولة بنت حكيم رضي الله عنها قالت: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: (من نزل منزلاً فقال: أعوذ بكلمات الله التامات من شر ما خلق، لم يضره شيء حتى يرحل من منزله ذلك) [رواه مسلم]. “Barangsiapa singgah di suatu tempat, lalu berdoa A’udzu bi kalimatillahit tammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dari kalam Allah Yang Maha Sempurna dari kejahatan segala makhluk yang Dia ciptakan), maka tidak ada sesuatu apapun yang kan membahayakan dirinya sampai dia beranjak dari tempat itu “ [H.R. Muslim] Akhirnya, hanya kepada Allah kita meminta perlindungan dari segala kesulitan yang menimpa diri kita. Hanya Allah-lah sebaik-baik pelindung.* Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad. * Disarikan dari Syarh Al Ushuul ats Tsalaatsah 52-53, Syaikh Ibnu ’Utsaimin rahimahullah, dengan sedikit tambahan Penulis: Adika Mianoki Artikel www.muslim.or.id Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/7058-hanya-allah-pelindung-kita.html بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْم – قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ – اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ – لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ – وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa
muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid. Allâhumma-ghfir liummati sayyidinâ muhammadin, allâhumma-rham ummata sayyidinâ muhammadin, allâhumma-stur ummata sayyidinâ muhammadin. Allahumma maghfiratuka awsa’u min dzunubi wa rahmatuka arja ‘indi min ‘amali. Alhamdulillah Alloh Jauhkan Kita Dari Semua Keburukan Dengan Cara Yang Mudah Indah Ajak Umat Untuk Dzikir Tiap Pagi & Sore.
Hikmah Mulut Diciptakan Satu dan di Depan, Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
Hikmah Mulut Diciptakan Satu dan di Depan, Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
HIMPUN.ID – Dalam komunikasi sehari-hari, manusia tentu menggunakan mulut untuk berbicara. Sehingganya, menjaga mulut dalam bertutur kata penting. Sebab, jika mulut tidak bisa dijaga dengan baik dalam mengeluarkan kata-kata, akan sangat merugikan diri sendiri dan orang lain. Menurut Ustadz Adi Hidayat, ada hikmah mulut diciptakan satu dan di depan. Baca juga:Dua Pasien Konfirmasi Omicron…
View On WordPress
Anjuran Berhias dan Larangan Wanita Mengubah Ciptaan Allah | Republika Online :) #islam #taman #kudus
Anjuran Berhias dan Larangan Wanita Mengubah Ciptaan Allah | Republika Online :) #islam #taman #kudus
[ad_1] Berhias merupakan sunnah alamiah. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Berhias merupakan sunnah alamiah dan fitrah bagi setiap insan. Hal itu seperti disampaikan Aisyah Radhiyallahuanha: Rasulullah SAW telah bersabda “Sepuluh hal yang termasuk fitrah: mencukur kumis, memotong kuku, menyela-nyela (mencuci jari-jemari) memanjangkan jenggot, siwak, istinsyaq (memasukkan air ke hidung) mencabut bulu…
View On WordPress
Logic by me (Sempurna) - Part1
Ada yang bilang kita bukan makhluk yang sempurna. Menurut gua, itu persepsi yang belum tepat. Kita tuh udah diciptakan menjadi makhluk yang lebih dihargai, lebih disayangi sama Tuhan, ketimbang ciptaan sebelum-Nya. Tahu kan apa yang gua maksud?. Malaikat diciptakan dari cahaya. Tapi apalah daya, mereka hanya bisa tunduk saja, mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan sedangkan kita sendiri nggak. Malah kita dikasih pilihan sama Tuhan. Lu pengen ke neraka atau surga, yang penting Tuhan udah ngasih jalan-Nya. Kalau lu milih jalan yang baik, pasti lu masuk surga dan kalau lu malah jatuh dalam keburukan, itu malah menjadi rugi dan akhirnya masuk neraka. Pokoknya kita adalah makhluk yang diharepin sama Tuhan agar kita bisa berada disamping-Nya.