Diam tak selalu berati kalah. Mereka bilang lebih baik pasrah. Sebagian memaksa menyerah.
Tidak, aku hanya sedang menghitung langkah. Mungkin benar semua tak luput dari rasa gundah. Tak bermaksud serakah.
HIDUP MEMANG PERLU ARAH
-skrizka, 5 Mar 26
seen from China
seen from China
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Australia

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from Colombia

seen from Malaysia

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from South Korea
seen from South Korea
seen from Canada
seen from China
Diam tak selalu berati kalah. Mereka bilang lebih baik pasrah. Sebagian memaksa menyerah.
Tidak, aku hanya sedang menghitung langkah. Mungkin benar semua tak luput dari rasa gundah. Tak bermaksud serakah.
HIDUP MEMANG PERLU ARAH
-skrizka, 5 Mar 26
Risau Yang Perlu
Risau saja tentang derasnya hujan, atau jalan raya yang terlalu ramai. Tentang flumu yang belum kunjung reda, padahal besok tetap dituntut kerja.
Risau saja pada layar ponsel yang retak, atau gagang kacamata yang patah lagi-lagi. Pada hal-hal kecil yang menyulitkan hari, tapi masih bisa kau perbaiki sendiri.
Namun jangan risau pada tingginya gunung, atau dalamnya laut yang tak pernah diam. Langit pun terlalu luas untuk kau ukur, bukan tugasmu untuk mengendalikan alam.
Dan jangan terlalu risau tentang nasib, atau semua hal yang belum selesai kau kejar. Karena tidak semua kegelisahan perlu dipeluk sebagian cukup dititipkan kepada-Nya, agar tak membakar.
Katanya, pelukanku itu menenangkan, sedangkan pelukannya itu menghangatkan.
Katanya, di dekatku ia merasa aman, sedangkan di dekatnya ia merasa nyaman.
Katanya, hadirku itu menguatkan, sedangkan hadirnya membahagiakan.
Katanya, ia membutuhkanku untuk harinya, sedangkan ia membutuhkannya, untuk hatinya.
Katanya, aku adalah sahabat terbaiknya, sedangkan ia, adalah cinta terbaiknya.
:)
Kalo kamu cuma lihat pencapaian orang lain entah dari status sosial media atau bahkan dari ceritanya, kamu bakal capek sendiri. Mungkin kamu awalnya akan bersemangat, tapi pada akhirnya akan tercekat. Mending lihat dirimu, udah berjuang dan berkoban sejauh apa? Udah benar-benar berjuang untuk hal-hal yang diimpikan atau belum? Atau ternyata selama ini kamu cuma pura-pura sibuk banyak kerjaan padahal hanya rebahan. Pencapaian tidak didapat dalam waktu sekejap. Penghargaan tidak didapat dalam waktu semalam. Semua perlu kerjasama dan kolaborasi yang baik antara usaha dan doa, ga bisa hanya salah satu aja.
- Sastrasa
Udah, Nyerah Aja!
Punya cita-cita itu wajib, harus, musti ada, pokok gak boleh gak punya. Mau cita-cita itu masi ngeblur dan setinggi galaksi pangkat tiga juga tidak masalah. Apapun yang menjadi incaranmu di masa depan itu sepenuhnya milikmu, bukan dari kata orang ini itu. Jadi anggap aja itu wajar jika di tengah perjalanan buat ngegapai itu semua ada aja yang mampir buat kultum tidak berbobot. Niat bagus tapi terbesit ingin menjatuhkan. Banyak banget di luar sana yang seperti itu. Yah, wajar sih namanya juga kehidupan. Ga ada rasanya tanpa racikan gula garam. Karena kehadiran ceramah tak diinginkan itu kehidupan diri lebih berwarna. Ada juga bumbu-bumbu action, romance, angst, dan sebagainya. Bersyukur aja, dari sana diri bisa dapat bonus berupa ridha illahi siapa tau kan?
Oh ya, jangan lupakan satu hal. Title judul ini juga termasuk bumbu hidup yang cukup berbahaya. Pasalnya kalimat perintah ini tidak keluar dari sembarang penyemangat. Itu dia! Dari diri sendiri. Bahaya banget kalau sampai semangat yang awalnya sudah gak ketulungan malah ditinggal pergi bagai angin lalu. Berasa kulit kacang. Keras, sakit, mana gak bisa di telan lagi.
Memang sering muncul sih. Tidak apa-apa. Tenang, balik ke asal saja. Kadang diri butuh waktu kosong untuk mereka adegan dimana awal mula meniti keinginan. Memanfaatkan ambisi orang-orang untuk kembali bangkit ditengah semi keterpurukan. Manusia lahir dengan tujuan penting. Mereka sengaja berhasil lolos dari teror kala masih di kandungan hingga detik ini untuk menyelesaikan banyak misi penting. Tak terkecuali diri sendiri. Tidak perlu tahu dulu untuk apa, pokok yakin tidak goyah saja sudah keren banget! Semangat ya.
Bukannya menolak sinarnya mentari, tapi aku ingin melihat sinar diantara jari-jariku dan bayang yang menyelimuti muka. Mungkin tak bermakna namun ini benar-benar menenangkan jiwa. Bukan karena lelah, melainkan inilah cara menghilangkan gundah.
Setiap orang punya kendali atas dirinya masing-masing bukan? Ya, inilah cara yang kupilih. Bukannya tak ingin melihatmu kembali, lebih tepatnya sudah lagi ku tak ingin merasakan sakit yang sama berulang kali. Aku harus menjadi kuat tanpamu, karena badai takan pernah berhenti. Tanpamu, harus menjadi kebiasaan baruku dalam menjalani hari.
Mungkin memang benar, barangkali ketenangan dan kebahagiaan itu memang tidak perlu aku gantungkan pada orang lain. Pada orang yang tau ingin bekerjasama dalam menciptanya.
Matahari sebentar lagi akan terbenam sayang. Sebelum waktu habis, aku ingin mengucap sesuatu yang belum kamu dengar, meskipun saat ini hanya bisa kau baca; "aku menyayangimu dengan kata 'meskipun' bukan 'karena'." ini saja.
Dari aku yang tak pernah menjadi senjamu
Hati yang selalu sumringah, senantiasa kebal dari rasa gundah dan resah