Mungkin, bagi sebagian orang, mereka akan berlarian meraba apapun yang ada di dekat mereka begitu lampu padam. Berusaha mencari pegangan apapun bentuknya, bagimanapun caranya dengan perasaan takut dan cemas beradu.
Tapi tidak denganku, ini berbeda dan menenang, cukup berjalan dengan tenang menuju sumber cahaya dan berdoa. Maka dengan begitu, rasa takut dan halangan apapun di depanku tersingkirkan.
Jika sebagian orang akan sangat terpuruk saat kehilangan pekerjaan, memaki dan menyalahkan keadaan. Atau beberapa memutuskan terjun pada jurang yang tak berdasar, berlari menghindar.
Kupikir, aku cukup bersujud atau menengadahkan tangan melapangkan dada. Kuharap, dengan doa aku tidak akan tersesat, tetap menyelami lautan dengan berbagai keindahan terumbu karangnya dengan damai.
Disaat orang-orang berlomba mendapatkan kekuasaan, harta menggunung, popularitas. Menghalalkan segala cara untuk meraihnya, mencinta dunia terlalu dalam. Seakan ingatan perihal kehidupan setelah kematian terlupa.
Karena dunia bukanlah milikku, hanya sesuatu yang perlu digenggam oleh tangan, bukan disimpan dalam hati. Itu menyandera banyak oksigen dan melenakan, semoga diteguhkan hati di jalan yang kupijak.
Hanya dengan tenang, berserah diri, berdoa memohon kemudahan, dan sentiasa terus dalam naungan cahaya. Percayalah, semua akan baik-baik saja, kamu hanya perlu percaya pada cerita yang telah ditulis jutaan tahun sebelum kamu diciptakan.
Karena cahaya akan meluaskan jangkauan hingga kamu tidak perlu mencari penerangan lain. Tidak perlu mengeluh, terlalu membuang waktu positif. Hanyasanya tetap tegap berdiri di jalan yang lurus dan berjalan sesuai alurmu.
“Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)
selamat malam — zaraahellexa
NB. Berusaha berjalan, berlari, melapangkan dada, mencinta, dan memohon penerangan di jalan Allah