Sibuk menyelamatkan orang yang memerlukan bantuan, hingga dirinya lupa bawha sendirinya pun merasa ketakutan. Sibuk menata hati seseorang yang terluka, padahal beban hidup yang ia bawa bukan hanya luka. Sibuk membuat orang lain tersenyum, dan lupa untuk menghibur pribadinya yang tinggal hanya sebuah lamun.
Dialah sosok insan penikmat luka. Bagaimanapun keadaannya, dikecewakan, pengkhianatan, terbuang begitu saja dan tak dianggap kehadirannya. Semua itu pernah ia alami. Kebohongan-kebohongan di titik yang paling menyakitkan, hingga ia lebih memilih untuk merawat luka-lukanya sendiri dari kepiluan.
Orang yang kau anggap kuat tak sehebat itu, ada masa ia ingin di selamatkan pula, ia malu karena mereka sudah menggapnya luar biasa. Seringnya merasa cukup dengan diri sendiri. seringnya lagi, ingin ditemani namun ia tak kuasa untuk mengucap diri.
Orang yang kau anggap kuat, mungkin dialah sosok yang paling lemah. Bisa saja perlakuan menolongnya hanya ingin mendapatkan pengakuan karena lelah hidup dalam kesendirian. Ya, hanya ingin diakui kehadiran. Dirinya.
Dan mungkin saja ia juga ingin ditanya apakah keadaannya baik-baik saja.